Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korps Marinir TNI AL Terima 12 Kendaraan Tempur Baru AAVM-35 Buatan AS
Kendaraan tempur Assault Amphibious Vehicle yang dibeli dari Amerika Serikat dan diserahkan secara resmi ke marinir TNI Angkatan Laut (AL). (IDN Times/Santi Dewi)
  • Korps Marinir TNI AL menerima 12 AAVM-35 baru buatan AS melalui pembelian FMS, bagian dari total 105 unit yang dijadwalkan tiba bertahap hingga 2028.

  • Sebanyak 23 AAVM-35 tambahan dijadwalkan tiba akhir November 2026 dan akan ditempatkan di Pasmar I, II, serta III untuk memperkuat operasi amfibi.

  • AAVM-35 dapat mengangkut 21 prajurit, melaju di darat dan laut, serta menembus gelombang Sea State 5; TNI AL juga mendorong alutsista nirawak Marinir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Korps Marinir TNI AL menerima 12 kendaraan tempur amfibi AAVM-35 buatan Amerika Serikat sebagai bagian dari pengadaan 105 unit hingga 2028.
  • Who?
    Korps Marinir TNI AL menerima ranpur tersebut. KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan keterangan mengenai pengadaan dan rencana penggunaannya.
  • Where?
    Penyerahan dan keterangan berlangsung di Markas Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Ranpur nantinya ditempatkan di Pasmar I Jakarta, Pasmar II Surabaya, dan Pasmar III Sorong.
  • When?
    Sebanyak 12 unit diterima pada Senin, 28 September 2026. Tambahan 23 unit dijadwalkan tiba pada akhir November 2026, sedangkan pengiriman bertahap berlangsung hingga 2028.
  • Why?
    Pengadaan dilakukan untuk memperkuat kendaraan tempur pasukan Marinir, terutama pasukan pendarat dalam operasi amfibi, serta mendukung operasi militer dan operasi militer selain perang.
  • How?
    Ranpur dibeli melalui skema foreign military sales dari Amerika Serikat, bukan hibah. AAVM-35 dapat membawa 21 prajurit dan tiga awak, serta beroperasi di laut hingga Sea State 5.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Marinir TNI AL mendapat 12 kendaraan tempur baru dari Amerika Serikat. Namanya AAVM-35. Kendaraan ini bisa jalan di darat dan di laut yang ombaknya besar. Di dalamnya bisa ada 21 prajurit dan 3 awak. Nanti ada lagi 23 kendaraan datang. Kendaraan ini akan ditempatkan di Jakarta, Surabaya, dan Sorong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kedatangan AAVM-35 menandai penguatan bertahap bagi Korps Marinir melalui kendaraan baru yang dirancang untuk membawa personel dan perlengkapan dalam operasi amfibi, termasuk pada kondisi laut bergelombang. Penempatannya di tiga wilayah Pasmar juga menunjukkan upaya memperluas kesiapan dukungan maritim, seiring rencana melengkapi Marinir dengan teknologi modern dan sistem nirawak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) pada Senin (28/9/2026) menerima 12 unit kendaraan tempur (ranpur) baru AAVM-35 buatan Amerika Serikat (AS). Dua belas (12) unit ranpur itu merupakan bagian dari 105 unit AAVM yang akan tiba bertahap hingga 2028 mendatang. TNI AL memastikan belasan unit ranpur tersebut baru dan bukan merupakan hibah.

"Ini pembelian, foreign military sales, dari Amerikat Serikat kami diberi harga khusus karena kita dekat dengan Marinir AS," ungkap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, ketika memberikan keterangan di markas Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.

Ia menjelaskan, ranpur tersebut jauh lebih modern dibandingkan kendaraan amfibi buatan Korea Selatan yang sudah dimiliki oleh Marinir TNI AL yakni LVT-7 (Landing Vehicle Track). Kendaraan tempur itu, kata Ali, bisa menampung 21 prajurit dan tiga awak kendaraan yang terdiri dari pengendara, pemberi komando, dan pemegang senjata.

"Kendaraan ini juga mampu melewati perairan atau laut dengan Sea State 5, makanya diberi nama M-35 ya," katanya.

Sea state 5 merupakan kondisi permukaan air laut yang dikategorikan sangat bergelombang dengan kisaran tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter.

1. Ranpur baru akan ditempatkan di Pasmar I hingga III

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali ketika memberikan keterangan saat penyerahan alutsista AAV di markas marinir TNI AL. (IDN Times/Santi Dewi)

Lebih lanjut, Ali mengatakan, pada akhir November 2026 akan tiba kembali 23 unit AAVM-35. Seluruh ranpur baru bakal ditempatkan di Pasmar I (Jakarta), II (Surabaya), dan III (Sorong) untuk memperkuat wilayah maritim Indonesia.

"Ini akan memperkuat kendaraan tempur dari pasukan Marinir, khususnya pasukan pendarat untuk melaksanakan operasi amfibi," kata perwira tinggi AL itu.

Ia berharap AAVM-35 bisa digunakan untuk operasi militer dan operasi selain militer perang. (OMSP).

2. Spesifikasi ranpur AAV M-35

Kendaraan tempur Assault Amphibious Vehicle yang dibeli dari Amerika Serikat dan diserahkan secara resmi ke marinir TNI Angkatan Laut (AL). (IDN Times/Santi Dewi)

AAV M-35 mengusung dapur pacu mesin diesel turbo Cummins V903 berdaya 525 tenaga kuda. Mesin ini sanggup memacu Ranpur berbobot 23 ton tersebut hingga kecepatan 75 kilometer per jam di daratan.

Saat bergerak di perairan, AAV M-35 mengandalkan sistem pendorong jet air (water jet propulsion). Sistem ini membuat kendaraan tempur melaju hingga 15 kilometer per jam di laut serta mampu menerjang gelombang laut kategori Sea State 5 atau ombak setinggi empat meter.

Bodi tank memiliki panjang 7,94 meter, lebar 3,27 meter, dan tinggi 3,26 meter. Tiga personel mengawaki kendaraan ini, yakni komandan, pengemudi, dan penembak. Kabin belakangnya sanggup menampung 21 prajurit infanteri Marinir beserta seluruh perlengkapan tempur. Lapisan baja berbahan aloi aluminium militer membentengi seluruh bodi untuk melindungi pasukan dari tembakan proyektil musuh.

3. TNI AL akan meningkatkan peralatan unmanned system untuk Marinir

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali (keempat dari kanan) ketika menyambut kapal induk Garibaldi di Tanjung Priok. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, ketika ditanyakan alutsista apa yang bakal ditingkatkan untuk Marinir TNI AL, Ali menyebut akan mendorong pengadaan lebih alutsista nirawak (unmanned system).

"Karena sekarang teknologi peperangan sudah unmanned dan autnomous. Jadi, kita juga harus mengikuti perkembangan. Marinir juga akan dilengkapi dengan senjata-senjata yang modern," kata Ali.

Curated For You

Editorial Team

Related Article