KSAL Beri Penghargaan kepada Marinir yang Rebut 56 Markas KKB di Papua

- KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali memberikan penghargaan tertinggi kepada dua satgas Marinir atas keberhasilan operasi di Papua yang berhasil merebut 56 markas KKB dan melumpuhkan 10 anggotanya.
- Sepuluh prajurit Satgas Yonif 10 Marinir Gobang IV menerima kenaikan pangkat luar biasa sebagai apresiasi atas aksi heroik dan kontribusi besar mereka dalam operasi pengamanan di wilayah Maybrat, Papua Barat Daya.
- Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan keberanian prajurit Marinir yang dinilai berperan penting menjaga stabilitas keamanan Papua melalui kombinasi operasi tempur tegas dan pendekatan sosial humanis.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada dua satuan tugas (satgas) Korps Marinir yang menorehkan prestasi gemilang di Papua. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan prajurit baret ungu dalam operasi pengamanan perbatasan yang tidak hanya melumpuhkan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan merebut puluhan markas mereka.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan dalam Apel Komandan Satuan TNI AL Tahun 2026 di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Jakarta, Senin (4/5/2026). Salah satu satuan yang menerima penghargaan tersebut adalah Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 10 Marinir Gobang IV di bawah pimpinan Aris Wibiatmoko lulusan Akademi Angkatan Laut angkatan 2005.
1. Rebut puluhan markas dan senjata

Satgas Yonif 10 Marinir Gobang IV yang bertugas di wilayah Maybrat, Papua Barat Daya, mencatatkan capaian signifikan dengan berhasil menguasai 56 markas KKB yang tersebar di sejumlah titik strategis, termasuk di Kampung Imsun dan Kampung Kisor. Dalam rangkaian operasi tersebut, prajurit Marinir juga melumpuhkan 10 anggota kelompok separatis bersenjata, serta mengamankan berbagai perlengkapan tempur dan logistik.
Keberhasilan ini menunjukkan kapabilitas tempur tinggi serta efektivitas operasi yang dilaksanakan oleh Korps Marinir dalam menghadapi medan operasi yang kompleks dan berisiko tinggi.
Selain keberhasilan operasi tempur, Satgas Gobang IV juga menonjol dalam pendekatan teritorial yang humanis. Berbagai kegiatan sosial dilakukan secara konsisten, seperti pelayanan kesehatan gratis, pembangunan fasilitas ibadah, hingga pemasangan lampu tenaga surya di wilayah terpencil. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat serta memperkuat kehadiran negara di daerah rawan konflik.
Panglima Korps Marinir, Endi Supardi, menegaskan capaian tersebut merupakan wujud nyata profesionalisme prajurit. Di mana personel mampu mengombinasikan kekuatan militer dan pendekatan sosial secara seimbang.
2. Penghargaan kenaikan pangkat luar biasa

Sebelum menerima penghargaan tertinggi dari KSAL, sejumlah 10 prajurit yang tergabung dalam Satgas Yonif 10 Marinir Gobang IV juga telah memperoleh kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan prestasi mereka dalam pelaksanaan tugas operasi di Papua.
Kenaikan pangkat luar biasa tersebut diberikan kepada prajurit yang dinilai menunjukkan aksi heroik, dedikasi tinggi, serta kontribusi signifikan dalam keberhasilan operasi, khususnya dalam kontak tembak dan penguasaan wilayah basis kelompok bersenjata.
Penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian apresiasi berjenjang yang diberikan oleh pimpinan TNI AL, mulai dari penghargaan di tingkat satuan, kenaikan pangkat luar biasa, hingga penganugerahan penghargaan tertinggi oleh KSAL.
3. Bentuk pengakuan atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian prajurit

Penghargaan yang diberikan oleh KSAL merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian prajurit dalam menjaga kedaulatan negara. Capaian Satgas Gobang IV dinilai menjadi salah satu operasi yang memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas keamanan di Papua, khususnya di wilayah Maybrat.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa strategi TNI AL dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua dilakukan melalui kombinasi ketegasan operasi tempur dan pendekatan sosial yang humanis, sehingga mampu menciptakan kondisi yang lebih kondusif serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap negara.



















