Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KPK Geledah Dinas Perdagangan dan BKAD Madiun, Sita Bukti-Dokumen
Ilustrasi KPK. (IDN Times/Aryodamar)
  • KPK menggeledah Dinas Perdagangan dan BKAD Kota Madiun, lalu menyita dokumen serta bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan gratifikasi.

  • Dokumen dan bukti elektronik tersebut akan dianalisis penyidik untuk memperkuat konstruksi perkara dan melengkapi alat bukti.

  • Penggeledahan menjadi bagian dari pengembangan dugaan gratifikasi dan TPPU yang berkaitan dengan perkara Wali Kota Madiun, Maidi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus utama penggeledahan KPK di Madiun?
Vote Now
Jumat (2/10/2026)

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa penyidik menggeledah Dinas Perdagangan dan kantor BKAD Kota Madiun. KPK menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus utama penggeledahan KPK di Madiun?
Vote Now
  • What?
    KPK menggeledah dua kantor di Kota Madiun dan menyita sejumlah dokumen serta barang bukti elektronik.
  • Who?
    KPK, melalui penyidik dan Juru Bicara Budi Prasetyo, melakukan penggeledahan terkait perkara Maidi.
  • Where?
    Penggeledahan berlangsung di Dinas Perdagangan dan kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Madiun.
  • When?
    Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan keterangan pada Jumat (2/10/2026).
  • Why?
    Penggeledahan dilakukan untuk mengembangkan perkara dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang.
  • How?
    Penyidik menyita dokumen dan bukti elektronik untuk dianalisis sebagai bagian dari pemenuhan kecukupan alat bukti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus utama penggeledahan KPK di Madiun?
Vote Now

KPK datang ke kantor Dinas Perdagangan dan BKAD Kota Madiun. KPK mengambil dokumen dan alat elektronik untuk diperiksa. Budi Prasetyo mengatakan barang itu berkaitan dengan dugaan gratifikasi. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari bukti yang cukup. Maidi sudah dituntut dalam perkara ini, tetapi belum ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus utama penggeledahan KPK di Madiun?
Vote Now

Penyitaan dokumen dan bukti elektronik menunjukkan proses penyidikan dilakukan dengan mengumpulkan bahan yang relevan. Analisis terhadap barang sitaan dapat membantu memperkuat konstruksi perkara dan melengkapi alat bukti sebelum KPK menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk kemungkinan menetapkan pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa fokus utama penggeledahan KPK di Madiun?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Dinas Perdagangan serta kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Madiun. Dari penggeledahan itu, KPK menyita bukti elektronik hingga sejumlah dokumen.

"Penyidik menyita sejumlah dokumen dan beberapa barang bukti elektronik yang diduga terkait dengan dugaan penerimaan lainnya atau gratifikasi di lingkungan Pemkot Madiun," jelas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat (2/10/2026).

Budi menjelaskan, dokumen dan bukti elektronik yang disita itu nantinya akan dianalisis dan dilami penyidik. Tujuannya agar konstruksi perkara menjadi lebih kuat.

"Proses tersebut sekaligus dilakukan untuk melengkapi kecukupan alat bukti sebagai dasar dalam menentukan langkah hukum selanjutnya, termasuk apabila nantinya telah terpenuhi kecukupan alat bukti untuk menetapkan pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka," ujarnya.

Penggeledahan tersebut terkait pengembangan perkara dugaan korupsi Wali Kota Madiun, Maidi. KPK mengusut adanya dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Namun, belum ada sosok yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, KPK menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Umum.

Adapun Maidi telah dituntut 7 tahun dua bulan penjara, dan denda Rp205 juta subsider 90 hari kurungan. Ia dinilai terbukti menerima gratifikasi Rp10,7 miliar.

Ikut pilih fokus penggeledahan KPK

Apa fokus utama penggeledahan KPK di Madiun?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article