Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo soal atribut dinas yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Sebab, hal itu merupakan penyimpangan.
"Jika seorang penyelenggara negara, pejabat publik, ataupun ASN yang menggunakan kepentingan-kepentingan dinas atau atribut-atribut dinas untuk kepentingan pribadi ataupun keluarganya. Artinya itu sudah tidak sesuai dengan peruntukan dari fasilitas-fasilitas dinas yang seharusnya digunakan untuk kepentingan negara," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Senin (20/7/2026).
"Sehingga kalau itu digunakan untuk kepentingan pribadi ataupun kepentingan keluarga, artinya ini ada dugaan penyimpangan," lanjutnya.
KPK Ingatkan Menteri PU Soal Atribut Dinas Untuk Kepentingan Pribadi

1. KPK sarankan Dody klarifikasi
KPK menyarankan Dody mengklarifikasi isu fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi kepada publik. Sehingga hal itu tak menjadi simpang siur.
"Silakan untuk klarifikasi bisa disampaikan juga secara terbuka, menyampaikan fakta yang sebenarnya seperti apa, sehingga masyarakat juga tidak simpang siur terhadap informasi yang kemudian beredar di ruang-ruang publik," ujarnya.
2. Dody Hanggodo disorot publik karena diduga bawa keluarga dinas ke AS
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo disorot publik lantaran dokoumen perjalanan dinas ke Amerika Serikat bocor di media sosial. Dalam dookumen tersebut, terdapat istri dan anak yang turut serta dalam pejalanan dinas.
Sekjen Kementerian PU, Apri Artoto, awalnya menyebut keikutsertaan anggota keluarga menteri itu tak menggunakan Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN).
Dia mengklaim seluruh biaya perjalanan maupun kepentingan anggota keluarga ditanggung sepenuhnya menggunakan dana pribadi apabila mereka jadi diberangkatkan.
3. Perjalanan ke AS dibatalkan
Dody pun pada akhirnya membatalkan perjalanan dinas ke Amerika Serikat. Ia mengklaim lebih memprioritaskan kunjungan lapangan ke daerah.
Salah satunya meninjau Jembatan Enang-Enang di Aceh.