Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kronologi 2 Warga Sumsel Diduga Kabur dari Rombongan Travel di Korsel

2 min read
Kronologi 2 Warga Sumsel Diduga Kabur dari Rombongan Travel di Korsel
2 peserta HQ Semesta Tour & Travel ke Korea Selatan yang diduga kabur dari rombongan (dok.IDN Times/Istimewa)
  • Monica Yolanda dan Marsyah Olifia Rigina diduga meninggalkan rombongan perjalanan di Korea Selatan setelah meminta izin keluar dan keluar dari grup WhatsApp.

  • Keduanya tidak ikut kembali ke Indonesia pada 23 September 2026 dan disebut telah overstay sejak 2 Oktober 2026.

  • HQ Semesta Tour & Travel menyiapkan pelaporan ke Imigrasi Korea Selatan serta penyelesaian kerugian sesuai ketentuan hukum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemilik agen perjalanan HQ Semesta Tour & Travel, Rathy, membagikan cerita di Threads mengenai dua peserta perjalanan ke Korea Selatan yang diduga kabur dari rombongan.

Kedua sosok itu ialah Monica Yolanda dan Marsyah Olifia Rigina. Keduanya merupakan warga Empat Lawang, Sumatra Selatan. Kepada IDN Times, Rathy bercerita kronologi kedua orang tersebut menghilang.

  1. 1. Mereka yang kabur telah overstay di Korea Selatan

    ilustrasi bendera Korea Selatan
    ilustrasi bendera Korea Selatan (pexels.com/byunghyun lee)

    Rathy mengungkapkan, rombongan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 23 September 2026. Namun, kedua perempuan itu tak ikut kembali ke Indonesia. Menurutnya, kedua peserta itu saat ini sudah overstay di Korea Selatan.

    "Visa perjalanan yang mereka miliki cuma 15 hari. Hingga saat ini, kami belum memperoleh konfirmasi bahwa keduanya sudah kembali ke Indonesia, sehingga telah melewati batas izin tinggal yang diberikan sejak 2 Oktober 2026," kata Rathy.

  2. 2. Kaburnya dua peserta tur berdampak luas

    ilustrasi imigran (freepik.com/freepik
    ilustrasi imigran (freepik.com/freepik

    Kaburnya dua peserta perjalanan itu berdampak luas. Rathy mengaku dikenakan denda pihak penyedia visa.

    "Selain itu, proses pengajuan visa group untuk keberangkatan berikutnya juga mengalami kendala," kata Rathy.

    Rathy menjelaskan, provider visa tidak dapat memproses pengajuan visa group untuk keberangkatan berikutnya. Sejumlah vendor memperketat persyaratan.

    "Bahkan, beberapa peserta yang tidak terlibat akhirnya membatalkan perjalanan akibat perubahan ketentuan tersebut," ujarnya.

  3. 3. Bakal lapor ke Imigrasi Korea Selatan

    Ilustrasi Gambar Bendera Korea Selatan
    Ilustrasi Gambar Bendera Korea Selatan (unsplash.com/Daniel Bernard)

    Saat ini HQ Semesta Tour & Travel tengah mempersiapkan proses pelaporan ke Imigrasi Korea Selatan. Apabila ditemukan, Rathy ingin memastikan kondisi dan keberadaan mereka.

    "Kemudian, berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai proses kepulangan," katanya.

    Rathy juga menyinggung kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian ini. Menurutnya, hal itu perlu pertanggungjawaban.

    "Terkait kerugian yang ditimbulkan, tentu persoalan pertanggungjawaban juga perlu diselesaikan. Namun, kami ingin mengutamakan penyelesaian yang baik dan sesuai ketentuan hukum. Kami tidak ingin situasi ini semakin berlarut-larut atau justru menimbulkan permasalahan yang lebih besar bagi kedua peserta maupun pihak lainnya," ujar Rathy.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More