Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kronologi Kasus Cornell University: 7 Jam Kekerasan Seksual oleh 7 Mahasiswa

4 min read
Kronologi Kasus Cornell University: 7 Jam Kekerasan Seksual oleh 7 Mahasiswa
The Cornell 7 of Chi Phi House. (Dok. Thecirnell7.org)
  • Kasus Cornell 7 melibatkan tujuh mahasiswa dan kembali mencuat setelah Jane Doe mengajukan gugatan perdata di New York.

  • Universitas Cornell menjatuhkan sanksi disipliner, tetapi hanya dua mahasiswa yang dikeluarkan dari kampus.

  • Bukti tangkapan layar dan rekaman video menjadi dasar pembukaan kembali penyelidikan kriminal oleh Jaksa Wilayah Tompkins County.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kasus kekerasan Seksual Cornell University atau dikenal dengan kasus Cornell 7 belakangan menjadi perhatian dunia. Kasus pemerkosaan beramai-ramai ini melibatkan tujuh mahasiswa yang kala itu berkuliah di sana dan tergabung dalam grup Chi Pi. Korbannya adalah seorang mahasiswi yang mengalami kekerasan seksual selama tujuh jam.

Kasus yang terjadi pada Oktober 2024 ini kembali mencuat usai korban bersuara den membawa kasus ini kembali ke ranah hukum. Korban Jane Doe (20) secara rsmi mengajukan gugatan perdata di New York pada Universitas Cornell dan tujuh terlapor yakni Matthew Ingalls, Johnathan Newell, Winston Lee, Gillio Lopes, Diego Sarabia, Scott Norris, dan Scott Kretzschmar.

Berikut adalah lima hal yang perlu diketahui soal kasus ini. IDN Times telah merangkumnya dari beberapa sumber.

  1. 1. Tujuh orang terlibat dalam kasus ini

    korban kekerasan seksual
    ilustrasi korban kekerasan seksual (pexels.com/Gül Işık)

    Kasus ini terjadi pada Oktober 20254. Menjadi tujuh jam paling menyeramkan bagi korban berinisial Jane Doe kala itu. Dia mendapat tindakan kekerasan seksual dar tujuh mahasiswa yang tergabung dalam klub Chi Pi.

    Mereka dalah Matthew Ingalls, Johnathan Newell, Winston Lee, Gillio Lopes, Diego Sarabia, Scott Norris, dan Scott Kretzschmar. Mereka tergabung dalama Grup aplikasi Snapchat Chi Phi Actives", yang berisi para anggota aktif dari organisasi persaudaraan Chi Phi di Cornell University.

    Dari total 57 pria di dalam grup tersebut, tujuh oran menjadi pelaku kekerasan seksual pada Jane Doe, kemudian 50 orang sisanya hanya melihat pesan tindakan kekerasan seksual namun tidak melakukan apapun untuk menghentikan kejadian atau menolong korban malam itu.

  2. 2. Terjadi dua tahun lalu, kembali viral 2026

    Kekerasan seksual.
    ilustrasi kekerasan seksual (pexels.com/RDNE Stock project)

    Kasus ini sebenarnya terjadi dua tahun lalu, tepatnya pada 10 Oktober 2024 dan laporan resmi masuk pada 8 November 2024. Kasus ini kembali mencuat usai ada gugatan perdata terbaru dari korban.

    Universitas Cornell menyelidiki kasus ini, menangguhkan chapter Chi Phi, serta menjatuhkan sanksi disipliner.Dari tujuh mahasiswa yang dituduh, hanya dua yang dikeluarkan dari kampus, sementara sisanya dikabarkan hanya mendapat sanksi ringan seperti menulis esai refleksi dan mengikuti lokakarya.

  3. 3. Kasus ini terjadi di rumah Club Chi Psi di New York

    Ilustrasi kekerasan seksual. (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi kekerasan seksual. (IDN Times/Sukma Shakti)

    Korban mengalami kekerasan seksual di rumah Club Chi Psi di New York. Pada malam kejadian yakni Oktober 2024 sekitar pukul 01.42 dini hari, salah satu pelaku mengirim pesan ke grup yang mengumumkan ada seorang wanita yang bisa diajak berhubungan seks gratis. Pesan itu memicu kedatangan anggota lain ke kamar tempat korban disekap.

    Jane Doe mengaku datang dalam kondisi sempoyongan usai minum dengan beberapa teman dan mengaku diberikan sesuatu tanpa persetujuan. Dia dicekoki alkohol dan zat yang diklaim sebagai ketamin (obat bius) secara paksa tanpa persetujuannya. P

  4. 4. Kenapa kasus ini kembali viral?

    Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)
    Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)

    Pada tahun 2024, Kantor Jaksa Wilayah Tompkins County yakni Matthew Van Houten memutuskan untuk tidak membawa kasus ini ke ranah pidana karena menilai bukti dan keterangan awal korban saat itu berbeda atau tidak cukup memenuhi unsur untuk dakwaan kriminal. Jane Doe tidak menyebut dia tidak dibuat sadar. Namun akhirnya kasus ini mencuat lagi usai pengacara dari korban berkata saat itu kliennya masih trauma berat hingga belum bisa mencerna kasus dengan sepenuhnya.

    Barulah pada September 2026, korban resmi mengajukan gugatan perdata di New York terhadap Universitas Cornell dan tujuh nama terlapor Matthew Ingalls, Johnathan Newell, Winston Lee, Gillio Lopes, Diego Sarabia, Scott Norris, dan Scott Kretzschmar atas tuduhan kelalaian dan kegagalan pihak kampus memberikan perlindungan.

  5. 5. Bukti baru dibawa korban ke penyelidikan

    Ilustrasi kekerasan seksual. (Freepik)
    Ilustrasi kekerasan seksual. (Freepik)

    Bukti tangkapan layar (screenshot) dan rekaman video dari grup Snapchat inilah yang kini menjadi salah satu alat bukti baru bagi Jaksa Wilayah Tompkins County untuk membuka kembali penyelidikan kriminal kasus ini ke Dewan Juri.

    Kemudian dua hari setelagh kejadian, ada salah satu mahasiswa yang menjadi pelaku meminta maaf kepada korban karena tidak bisa menghentikan situasi saat itu terjadi. Sidang perdata dijadwalkan pada tanggal 23 Oktober 2026 di Manhattan.

    Kasus ini menarik perhatian nasional di AS setelah Toby Morton mantan penulis South Park meluncurkan gerakan pengawasan melalui situs independen TheCornell7.org.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More