Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin upacara pemakaman militer Sertu Heri Prasetyo di TMP Karangsuko, Trenggalek. (Dokumentasi TNI AD)
  • Sertu Anumerta Heri Prasetyo, korban terakhir kecelakaan Mi-17V5 saat misi pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah, dimakamkan secara militer di TMP Karangsuko, Trenggalek, dipimpin KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita.
  • Tiga prajurit TNI AD gugur dalam insiden tersebut, sementara lima lainnya selamat dan dirawat di RS Kuala Pembuang. Pemerintah menyiapkan hak, beasiswa, santunan Asabri, serta rumah bagi ahli waris.
  • Tim gabungan menemukan flight data recorder atau kotak hitam Mi-17 melalui operasi penyelaman. Perangkat itu diserahkan kepada tim investigasi Puspenerbad untuk menelusuri penyebab kecelakaan saat pengambilan air laut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
4 November 2026

Helikopter Mi-17V5 jatuh di Kalimantan Tengah saat menjalankan misi pemadaman karhutla. Tiga prajurit TNI AD gugur, sementara lima lainnya dievakuasi selamat ke Rumah Sakit Kuala Pembuang.

5 November 2026

KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita memimpin upacara pemakaman militer Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar di TMP Giri Tunggal, Semarang.

7 November 2026

Sertu Anumerta Heri Prasetyo dimakamkan secara militer di TMP Karangsuko, Trenggalek, dipimpin KSAD Tandyo. Pada hari yang sama, TNI menyatakan flight data recorder Mi-17 telah diserahkan kepada tim investigasi Puspenerbad.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Helikopter Mi-17V5 TNI AD jatuh saat menjalankan misi pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah. Tiga prajurit gugur, lima lainnya dievakuasi selamat, dan kotak hitam telah ditemukan untuk investigasi.
  • Who?
    Sertu Anumerta Heri Prasetyo, Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, dan Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah gugur. KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita memimpin pemakaman Heri dan Nurhafiz.
  • Where?
    Kecelakaan terjadi di Kalimantan Tengah saat operasi menuju Telaga Pulang, Taman Nasional Tanjung Puting. Sertu Heri dimakamkan di TMP Karangsuko, Trenggalek; Nurhafiz di TMP Giri Tunggal, Semarang; Dudi di Bandung.
  • When?
    Helikopter jatuh pada Rabu, 4 November 2026 pukul 11.18 WIB. Pemakaman Nurhafiz berlangsung 5 November, sedangkan pemakaman Heri dan penemuan kotak hitam terjadi pada 7 November 2026.
  • Why?
    Mi-17V5 menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Kecelakaan terjadi ketika helikopter mengambil air laut untuk water bombing; penyebab kecelakaan hingga saat ini masih ditelusuri.
  • How?
    Evakuasi korban dilakukan TNI AD dan tim gabungan melalui jalur udara serta laut. FDR ditemukan tim penyelam, dievakuasi ke darat, lalu diserahkan kepada tim investigasi Puspenerbad.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Helikopter Mi-17 jatuh di Kalimantan Tengah saat tentara mau memadamkan api. Tiga tentara meninggal, termasuk Sertu Heri Prasetyo. Ia dimakamkan dengan upacara militer di Trenggalek oleh Jenderal Tandyo. Lima tentara selamat dan dirawat. Kotak hitam helikopter sudah ditemukan untuk mencari tahu penyebab jatuhnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah duka, penghormatan militer bagi para prajurit menegaskan penghargaan atas pengabdian mereka dalam misi pemadaman karhutla. Dukungan moral, finansial, beasiswa bagi anak, dan rumah bagi ahli waris menunjukkan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan, sementara evakuasi lima personel selamat serta penemuan FDR mencerminkan kerja terpadu lintas unsur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Suasana Taman Makam Pahlawan (TMP) Karangsuko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur terlihat haru ketika peti jenazah yang diselimuti bendera merah putih tiba pada Sabtu, 7 November 2026. Di dalam peti itu terbaring jasad Sertu Anumerta Heri Prasetyo yang gugur ketika Helikopter Mi-17V5 jatuh pada Rabu, 4 November 2026 di Kalimantan Tengah. Sertu Heri bersama tujuh koleganya dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) ketika itu mendapatkan misi untuk memadamkan api di area Kalimantan Tengah (Kalteng).

Prosesi pemakaman Sertu Heri digelar secara militer dan dipimpin langsung Kepala Staf TNI AD, Jenderal Tandyo Budi Revita. Di hari itu, turut hadir Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letnan Jenderal Kristomei Sianturi.

Tandyo sempat menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga Sertu Heri yang ditinggalkan di rumah duka. Ia mengatakan bakal memberikan bantuan moril dan finansial kepada keluarga mendiang Sertu Heri.

"Pemerintah dalam hal ini Presiden Republik Indonesia sudah memerintahkan ke kami TNI AD akan memberikan hak-haknya, apakah itu (untuk) anaknya yang nanti akan mendapatkan beasiswa dan ada dari Asabri," ungkap Tandyo pada Sabtu kemarin.

Ia menambahkan Prabowo juga akan memberikan masing-masing satu unit rumah kepada keluarga ahli waris dari mendiang. Selain Sertu Heri, ada dua prajurit TNI AD yang gugur pada Rabu lalu.

"Saya kira itu hak almarhum. Jadi, untuk ketiganya akan kami berikan secepatnya," tutur jenderal bintang empat itu.

1. KSAD Tandyo juga pimpin upacara pemakaman Kapten Cpn Nurhafiz Akbar

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin upacara pemakaman militer Sertu Heri Prasetyo di TMP Karangsuko, Trenggalek. (Dokumentasi TNI AD)

Selain pemakaman Sertu Heri, Tandyo juga memimpin upacara militer prajurit TNI AD lainnya yang gugur dalam insiden jatuhnya Helikopter Mi-17 yakni Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar. Nurhafiz dimakamkan di TMP Giri Tunggal, Semarang pada Kamis, 5 November 2026.

Ia mengaku berduka mendalam lantaran tiga anggotanya gugur dalam tugas. Ini merupakan insiden pertama dalam misi pemadaman karhutla dari TNI.

Sementara, Sertu Hari merupakan Bafourier Siud Heli Serbu 1 Flight Heli B Skadron 31/Amur Yudha Cakti Puspenerbad. Ia dan tujuh prajurit TNI AD lainnya sudah berada tiga bulan di Kalteng dalam misi pemadaman karhutla.

"Pengabdian Sertu (anumerta) Heri Prasetyo menjadi bagian dari kehormatan keluarga besar TNI AD. Dedikasi almarhum dalam menjalankan tugas diharapkan menjadi teladan bagi seluruh prajurit untuk senantiasa melaksanakan tanggung jawab dengan penuh loyalitas dan pengabdian," kata Tandyo.

Sedangkan, jenazah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah telah dimakamkan Bandung dan dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

2. Kotak hitam Heli Mi-17 berhasil ditemukan

Tim gabungan yang ditugaskan untuk mencari kotak hitam Helikopter Mi-17V5. (Dokumentasi Puspen TNI)

Di sisi lain tim gabungan TNI berhasil menemukan kotak hitam Helikopter Mi-17 milik TNI Angkatan Darat (AD) yang jatuh di Kalimantan Tengah pada Sabtu lalu. Kotak hitam berisi flight data recorder (FDR) itu kemudian dievakuasi ke daratan oleh tim penyelam Komando Armada I.

Operasi evakuasi dipimpin oleh Kasi Ops Rem 102/Panju Panjung, Letnan Kolonel Inf Abdul Jamal Husin dengan melibatkan penyelam TNI Angkatan Laut (AL), personel Penerbad, Polairud, dan Basarnas.

"Proses pencarian dan pengangkatan dilakukan melalui operasi penyelaman yang diawali dengan persiapan peralatan serta briefing teknis guna memastikan seluruh tahapan berjalan aman serta sesuai prosedur," ungkap Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas dalam keterangan pada Sabtu, 7 November 2026.

FDR kemudian diserahkan kepada tim investigasi Puspenerbad untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan helikopter tersebut. "Temuan ini diharapkan dapat membantu proses investigasi dalam mengungkap penyebab kecelakaan," tutur jenderal bintang dua itu.

3. Lima prajurit TNI AD berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Tandyo Budi Revita ketika memimpin upacara pemakaman Kapten Cpn Nurhafiz Akbar Rizky Hartio. (Dokumentasi TNI AD)

Selain tiga prajurit TNI AD yang gugur, lima anggota lainnya ikut dievakuasi dalam keadaan selamat. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Kuala Pembuang.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan, Helikopter Mi-17V5 lepas landas dari Kuala Pambuang pada Rabu pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk melaksanakan misi pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

"Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan pengambilan air laut untuk water bombing," ujar Donny di dalam keterangan tertulis pada Rabu kemarin.

Kecelakaan itu terjadi pada pukul 11.18 WIB. Proses evakuasi dilakukan oleh TNI AD dan tim gabungan lewat jalur udara dan laut. Peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi pemadaman karhutla Sedangkan, penyebab kecelakaan masih ditelusuri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article