Jakarta, IDN Times - Suasana Taman Makam Pahlawan (TMP) Karangsuko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur terlihat haru ketika peti jenazah yang diselimuti bendera merah putih tiba pada Sabtu, 7 November 2026. Di dalam peti itu terbaring jasad Sertu Anumerta Heri Prasetyo yang gugur ketika Helikopter Mi-17V5 jatuh pada Rabu, 4 November 2026 di Kalimantan Tengah. Sertu Heri bersama tujuh koleganya dari Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) ketika itu mendapatkan misi untuk memadamkan api di area Kalimantan Tengah (Kalteng).
Prosesi pemakaman Sertu Heri digelar secara militer dan dipimpin langsung Kepala Staf TNI AD, Jenderal Tandyo Budi Revita. Di hari itu, turut hadir Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letnan Jenderal Kristomei Sianturi.
Tandyo sempat menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga Sertu Heri yang ditinggalkan di rumah duka. Ia mengatakan bakal memberikan bantuan moril dan finansial kepada keluarga mendiang Sertu Heri.
"Pemerintah dalam hal ini Presiden Republik Indonesia sudah memerintahkan ke kami TNI AD akan memberikan hak-haknya, apakah itu (untuk) anaknya yang nanti akan mendapatkan beasiswa dan ada dari Asabri," ungkap Tandyo pada Sabtu kemarin.
Ia menambahkan Prabowo juga akan memberikan masing-masing satu unit rumah kepada keluarga ahli waris dari mendiang. Selain Sertu Heri, ada dua prajurit TNI AD yang gugur pada Rabu lalu.
"Saya kira itu hak almarhum. Jadi, untuk ketiganya akan kami berikan secepatnya," tutur jenderal bintang empat itu.