TNI Angkatan Darat (AD) melalui Kodam Jaya/Jayakarta meluncurkan program pembangunan jembatan dan gentengisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program ini dilakukan untuk mendukung kemudahan akses dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan ini dilakukan di wilayah Korem 052/Wijayakrama, ditandai dengan ground breaking yang dipimpin Pangdam Jaya, Mayjen TNI Deddy Suryadi, Rabu (25/3/2026) (dok. Dinas Penerangan TNI AD)
Maruli turut memaparkan sejumlah pembangunan jembatan yang memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya jembatan terpanjang yang telah dikerjakan TNI AD, yakni di Aceh Tamiang dengan panjang mencapai 240 meter.
Dia mengatakan tantangan pembangunan jembatan di Aceh, Sumatera, dan Padang cukup besar karena banyak sungai memiliki bentang yang lebar. Karena itu, pembangunan sejumlah jembatan di kawasan tersebut memiliki panjang lebih dari 100 meter.
TNI AD juga mengerjakan jembatan sepanjang 100 meter di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Pembangunan jembatan tersebut membutuhkan waktu enam bulan karena material seperti pasir dan semen harus dikirim menggunakan tongkang.
Kondisi tanah yang sebagian besar berupa rawa juga membuat proses pembangunan membutuhkan teknik khusus untuk memperkuat struktur jembatan.
"Dan juga kita harus membuat pasak-pasak supaya menguatkan tempat tersebut karena kebanyakan daerahnya merupakan rawa, jadi tanah-tanah lembek," jelas Maruli.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI AD juga tengah membangun jembatan sepanjang 164 meter yang telah terputus selama lebih dari tiga tahun. Jembatan tersebut akan menghubungkan tiga kecamatan yang selama ini terisolasi.
Maruli juga menyebut pembangunan Jembatan Termanu di NTT. Selama ini, masyarakat harus melewati aliran sungai ketika menggunakan akses tersebut, termasuk ketika membawa jenazah.
"Kami targetkan ini di bulan Desember, mudah-mudahan ini bisa jadi hadiah Natal buat masyarakat di NTT," kata Maruli.