KSAD Ungkap TNI AD Bangun 3.008 Jembatan, 2.500 Sudah Rampung

- TNI AD telah membangun 3.008 titik jembatan di berbagai wilayah Indonesia, dengan 2.500 jembatan telah rampung.
- Pembangunan ditargetkan mencapai 5.000 titik, termasuk penanganan 798 jembatan di daerah bencana.
- Jembatan membuka akses menuju sekolah, desa, fasilitas kesehatan, fasilitas ekonomi, serta membantu distribusi logistik.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkapkan, TNI Angkatan Darat telah membangun 3.008 titik jembatan di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.500 jembatan telah rampung, sementara 508 lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Hal itu disampaikan Maruli saat melaporkan progres pembangunan jembatan dan penyediaan air bersih kepada presiden. Dalam kesempatan tersebut, Maruli berada di Bekasi untuk meninjau titik jembatan ke-2.500 yang berhasil diselesaikan dalam program yang telah berjalan hampir tujuh bulan.
"Hari ini saya berada di Bekasi, merupakan titik ke-2.500 yang selesai selama hampir 7 bulan ini. Kami sudah mengerjakan 3.008 titik jembatan. 2.500 selesai, 508 dalam proses," kata Maruli dalam sambungan secara daring kepada Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/8/2026).
1. Target bangun 5.000 jembatan

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak ketika memimpin sertijab dua posisi. (Dokumentasi TNI AD) Maruli mengatakan, pembangunan jembatan tersebut terus dikebut. TNI AD menargetkan dapat menyelesaikan pembangunan hingga 5.000 titik jembatan.
Menurutnya, proses pengerjaan kini semakin cepat karena evaluasi teknis terus dilakukan, termasuk dalam menentukan spesifikasi dan metode pembangunan jembatan.
"Kami akan meyakinkan target 5.000 titik. Kami meyakini 5.000 ini bisa selesai. Setelah perjalanan teknis-teknis dalam pembuatan kita semakin cepat dan terus kita adakan evaluasi dalam speknya dalam pembuatan jembatan," ujarnya.
Selain pembangunan jembatan di berbagai wilayah, TNI AD juga memberikan perhatian khusus terhadap daerah yang terdampak bencana. Maruli menyebut terdapat 798 jembatan di daerah bencana yang turut ditangani.
Dia memastikan pembangunan jembatan di sejumlah wilayah terdampak bencana, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Padang, akan terus dilanjutkan. Bahkan, TNI AD menargetkan seluruh jembatan yang menjadi bagian dari program tersebut dapat terselesaikan tahun ini.
2. Jembatan buka akses sekolah hingga fasilitas kesehatan

TNI AD membangun 35 unit jembatan Bailey di Aceh. (Dok. Dispenad) Maruli menjelaskan pembangunan ribuan jembatan tersebut memberikan dampak langsung terhadap akses masyarakat. Dari 3.008 jembatan yang dikerjakan, akses menuju 9.008 sekolah menjadi lebih mudah.
Dengan adanya jembatan, anak-anak sekolah di berbagai daerah diharapkan tidak lagi harus melewati jalur berbahaya atau menyeberangi sungai ketika menuju sekolah.
"Sehingga anak-anak sekolah yang seperti Bapak harapkan, tidak perlu lagi basah-basah, tidak perlu lagi berisiko untuk mencapai sekolah," katanya.
Selain sekolah, pembangunan jembatan juga membuka akses terhadap 7.807 desa dan kelurahan. Infrastruktur tersebut turut mendukung akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan.
Maruli mencatat terdapat 4.502 fasilitas kesehatan yang mendapatkan akses melalui pembangunan jembatan tersebut. Akses terhadap fasilitas ekonomi juga ikut terbantu, dengan 4.618 fasilitas ekonomi yang dapat dijangkau.
"Dan juga bisa memfasilitasi 4,5 juta jiwa penerima manfaat," ujar Maruli.
Menurutnya, keberadaan jembatan juga mempermudah distribusi logistik menggunakan kendaraan roda empat maupun sepeda motor, terutama bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
3. Jembatan terpanjang 240 meter dibangun di Aceh

TNI Angkatan Darat (AD) melalui Kodam Jaya/Jayakarta meluncurkan program pembangunan jembatan dan gentengisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program ini dilakukan untuk mendukung kemudahan akses dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan ini dilakukan di wilayah Korem 052/Wijayakrama, ditandai dengan ground breaking yang dipimpin Pangdam Jaya, Mayjen TNI Deddy Suryadi, Rabu (25/3/2026) (dok. Dinas Penerangan TNI AD) Maruli turut memaparkan sejumlah pembangunan jembatan yang memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya jembatan terpanjang yang telah dikerjakan TNI AD, yakni di Aceh Tamiang dengan panjang mencapai 240 meter.
Dia mengatakan tantangan pembangunan jembatan di Aceh, Sumatera, dan Padang cukup besar karena banyak sungai memiliki bentang yang lebar. Karena itu, pembangunan sejumlah jembatan di kawasan tersebut memiliki panjang lebih dari 100 meter.
TNI AD juga mengerjakan jembatan sepanjang 100 meter di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Pembangunan jembatan tersebut membutuhkan waktu enam bulan karena material seperti pasir dan semen harus dikirim menggunakan tongkang.
Kondisi tanah yang sebagian besar berupa rawa juga membuat proses pembangunan membutuhkan teknik khusus untuk memperkuat struktur jembatan.
"Dan juga kita harus membuat pasak-pasak supaya menguatkan tempat tersebut karena kebanyakan daerahnya merupakan rawa, jadi tanah-tanah lembek," jelas Maruli.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI AD juga tengah membangun jembatan sepanjang 164 meter yang telah terputus selama lebih dari tiga tahun. Jembatan tersebut akan menghubungkan tiga kecamatan yang selama ini terisolasi.
Maruli juga menyebut pembangunan Jembatan Termanu di NTT. Selama ini, masyarakat harus melewati aliran sungai ketika menggunakan akses tersebut, termasuk ketika membawa jenazah.
"Kami targetkan ini di bulan Desember, mudah-mudahan ini bisa jadi hadiah Natal buat masyarakat di NTT," kata Maruli.





















