Kapal Garibaldi ketika memasuki perairan ALKI I dan dikawal Kapal Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. (Dokumentasi TNI AL)
Dalam beberapa tahun terakhir, dua pengadaan besar yang telah memiliki kontrak jelas antara Italia dan Indonesia adalah dua kapal perang PPA buatan Fincantieri dan 12 pesawat M-346 F Block 20 buatan Leonardo.
Pengadaan paling besar Indonesia dari industri pertahanan Italia dalam beberapa tahun terakhir adalah dua unit kapal Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) buatan Fincantieri. PPA memiliki kemampuan multiperan, mulai dari patroli, operasi penyelamatan di laut, perlindungan sipil hingga pertempuran garis depan. Kedua kapal tersebut kemudian diberi nama KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Persenjataannya antara lain sistem rudal permukaan-ke-udara, rudal antikapal, meriam 127 mm, meriam 76 mm dan torpedo. Sistem tempur kapal juga melibatkan industri pertahanan Italia Leonardo.
Kemudian Indonesia juga beli 12 unit pesawat M-346 F Block 20 produksi Leonardo. Kontrak pembelian pesawat tersebut ditandatangani pada 21 Juli 2026. Kementerian Pertahanan kemudian mengonfirmasi bahwa kontrak telah efektif dan pengiriman pesawat direncanakan mulai 2030.
Pesawat tersebut akan digunakan TNI Angkatan Udara untuk mendukung pelatihan penerbang tempur sekaligus meningkatkan kesiapan operasional. Pemilihan M-346 F Block 20 mempertimbangkan kebutuhan pelatihan pilot TNI AU dan kesesuaiannya dengan doktrin pertahanan udara Indonesia.
Sebelum kontrak tersebut diteken, KSAU Marsekal TNI M Tonny Harjono juga telah mengunjungi fasilitas Leonardo di Italia pada Juli 2025. Dalam kunjungan itu, TNI AU meninjau lini produksi M-346 serta helikopter AW189 sebagai bagian dari proses verifikasi terhadap sejumlah opsi penguatan kemampuan udara.
Selain dua pengadaan besar tersebut, produk industri pertahanan Italia juga telah lama digunakan dalam alutsista TNI AL, salah satunya meriam OTO Melara 76 mm. Meriam tersebut digunakan pada sejumlah kapal perang TNI AL, termasuk korvet kelas Diponegoro dan fregat kelas Martadinata. KRI Raden Eddy Martadinata dan KRI I Gusti Ngurah Rai, misalnya, menggunakan meriam Leonardo/Oto Melara 76/62 Super Rapid.