Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KWJK ke Mensos: Kalau Ada Persoalan Sosial, Orang Miskin Selalu Gelap Mata
Suasana gedung Kementerian Sosial dipadati warga miskin akibat pembaruan desil dan belum menerima bantuan sosial (bansos), Kamis (17/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Ketua Umum KWJK Marlo Sitompul menyebut warga miskin Jakarta kerap terdampak persoalan sosial dan mudah diprovokasi hingga “gelap mata” saat terjadi kerusuhan.
  • Dalam dialog dengan Mensos Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo, Marlo mengapresiasi Gus Ipul karena bersedia menerima masyarakat untuk berdialog.
  • Marlo meminta Kemensos membuka ruang dialog mengenai data warga miskin, terutama kemiskinan ekstrem di Jakarta, serta menyoroti kesan jarak antara kantor Kemensos dan rakyat miskin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Koalisi Warga Jakarta untuk Keadilan (KWJK) Marlo Sitompul, menyoroti persoalan sosial yang dihadapi masyarakat miskin. Ia menyebut masyarakat miskin di Jakarta mudah menjadi pihak yang diprovokasi ketika terjadi persoalan.

"Jakarta kota global, Jakarta gampang sekali rakyat miskin diprovokasi, benar gak? Kalau ada kerusuhan, pasti larinya ke perkampungan miskin, benar gak? Kalau jatah-jarahan rakyat miskin yang diajak," ujar Marlo saat berdialog dengan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Wakil Mensos Agus Jabo Priyono di Gedung Kemensos, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

1. Warga miskin kerap terdampak persoalan

Suasana gedung Kementerian Sosial dipadati warga miskin akibat pembaruan desil dan belum menerima bantuan sosial (bansos), Kamis (17/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Menurutnya, masyarakat miskin kerap menjadi pihak yang terdampak ketika terjadi berbagai persoalan sosial.

"Makanya, Pak Menteri, kalau ada persoalan sosial, kalau ada persoalan apa-apa, orang miskin yang selalu gelap mata," katanya.

2. Gus Ipul terima dialog warga

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo menerima warga miskin yang demo terdampak pembaharuan desil di gedung Kemensos, Kamis (17/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Marlo mengatakan, dirinya mengapresiasi Gus Ipul yang bersedia menerima masyarakat untuk berdialog. Ia bahkan membandingkan hal tersebut dengan pengalamannya pada masa menteri sosial sebelumnya.

"Biar Pak Menteri tahu bahwa problem-problem, jangan saja Pak Menteri datang, saya juga bangga, Pak. Saya dari zaman Bachtiar Hamzah, baru Gus Ipul yang mau menerima," ujar Marlo.

3. Ajak bahas data terlibat

Suasana gedung Kementerian Sosial dipadati warga miskin akibat pembaruan desil dan belum menerima bantuan sosial (bansos), Kamis (17/9/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Ia kemudian menyinggung kondisi kantor Kemensos yang seharusnya menjadi tempat untuk mengurus masyarakat miskin. Marlo mempertanyakan apabila tempat untuk masyarakat miskin justru dibuat seolah memiliki jarak dengan rakyat.

"Saya kira tadi pagar tinggi-tinggi, itu sebenarnya kantor ini adalah untuk ngurusin rakyat miskin. Kalau tinggi-tinggi, apa bedanya dengan Panti Sosial? Benar gak?" katanya.

Selain pelayanan, Marlo meminta Kemensos memperhatikan persoalan data masyarakat miskin. Ia mengusulkan adanya dialog untuk membahas data tersebut dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

"Soal data kita ya, Pak. Saya mau buat kita buat dialog ya, Bu. Kita undang karena Jakarta miskinnya juga banyak yang ekstrem," ujar Marlo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article