Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jakarta Kejar Target Layanan Air Perpipaan 100 Persen pada 2029
2029 Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menghadiri peresmian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Portable Semanan di Gudang Semanan Perumda Air Minum (PAM) Jaya, Jalan Raya Kresek, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (29/4) (dok. Pemprov DKI Jakarta)
  • Pemprov DKI Jakarta dan PAM JAYA menargetkan layanan air perpipaan 100 persen pada 2029, dengan cakupan saat ini sekitar 80 persen melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan tata kelola modern.
  • PAM JAYA mempercepat transformasi digital lewat ERP Fusion dan AI Call Center, serta membangun Instalasi Pengolahan Air Portable Semanan untuk memperluas akses air bersih di wilayah belum terlayani.
  • Pemprov DKI menyiapkan Ranperda SPAM sebagai dasar hukum pengelolaan air minum dan membuka kolaborasi investasi internasional guna memperkuat regulasi, efisiensi layanan, serta pengurangan penggunaan air tanah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan layanan air perpipaan mencapai 100 persen pada tahun 2029 melalui percepatan pembangunan infrastruktur, transformasi digital, dan penguatan regulasi.
  • Who?
    Pemprov DKI Jakarta bersama PAM JAYA, Gubernur Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, serta Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin terlibat dalam pelaksanaan dan pengawasan program ini.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di wilayah DKI Jakarta, termasuk pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA di Pejompongan dan Instalasi Pengolahan Air Portable Semanan di Jakarta Barat.
  • When?
    Target pencapaian ditetapkan untuk tahun 2029, dengan sejumlah proyek infrastruktur dan digitalisasi yang sedang berjalan sejak saat ini hingga beberapa tahun ke depan.
  • Why?
    Upaya dilakukan untuk memastikan seluruh warga Jakarta memperoleh akses air minum yang aman, mudah dijangkau, berkelanjutan, serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah.
  • How?
    Pemprov DKI mempercepat pembangunan jaringan perpipaan, menerapkan sistem ERP Fusion dan AI Call Center, menyiapkan regulasi SPAM baru, serta menjalin kolaborasi investasi dengan mitra internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Target layanan air perpipaan 100 persen di Jakarta diharapkan terpenuhi pada 2029. Saat ini, cakupan layanan telah mencapai sekitar 80 persen. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama PAM JAYA terus mempercepat berbagai langkah, mulai dari pembangunan infrastruktur, transformasi digital, penguatan regulasi, hingga kolaborasi investasi untuk memastikan seluruh warga memperoleh akses air minum yang aman dan berkelanjutan.

Percepatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kecukupan infrastruktur dasar Jakarta sebagai kota global. Tak hanya memperluas jaringan perpipaan, pemerintah membangun fondasi tata kelola yang lebih modern agar pelayanan air minum semakin efisien dan mudah diakses masyarakat.

1. Layanan air perpipaan terus meluas

Pramono Anung, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya di Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/1). (dok. Pemprov DKI)

Salah satu langkah yang dilakukan untuk meraih target ialah pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM JAYA di Pejompongan, Jakarta Pusat. Gedung tersebut akan menjadi pusat operasional, koordinasi, informasi, sekaligus pelayanan terpadu yang tetap melayani masyarakat secara langsung, terutama warga yang belum memanfaatkan layanan digital.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pembangunan gedung tersebut telah dipersiapkan sebagai bagian dari transformasi PAM JAYA menuju perusahaan yang semakin profesional.

 "Saya sudah memikirkan kebutuhan hingga 2027. Ketika kita melakukan IPO, PAM Jaya sudah memiliki gedung yang representatif, manajemen yang baik, dan sumber daya manusia yang bekerja keras dengan ukuran kinerja yang jelas. Itulah yang benar-benar saya inginkan," ujar Pramono.

Ia mendorong rencana Initial Public Offering (IPO) PAM JAYA sebesar 30 persen pada 2027 agar perusahaan semakin akuntabel tanpa mengurangi kendali pemerintah terhadap pelayanan publik.

"Kenapa saya dorong IPO dan porsinya tidak boleh lebih dari 30 persen? Supaya kendali kewenangan sepenuhnya tetap berada di tangan kita. Filosofinya jelas, PAM Jaya hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Pramono.

Menurutnya, ketahanan layanan air minum merupakan bagian penting dari ketahanan kota. Karena itu, pengelolaan air harus dilakukan secara profesional agar kualitas pelayanan terus meningkat.

2. Infrastruktur hingga digitalisasi dikebut demi target 2029

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, meresmikan peluncuran ERP Fusion PAM Jaya di PAM Jaya Corporate Learning Center, Jalan Raya Kalimalang No. 89, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu (15/1). (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Selain memperluas jaringan perpipaan, PAM JAYA juga mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Peluncuran ERP Fusion menjadi salah satu tonggak digitalisasi perusahaan. Sistem tersebut mengintegrasikan seluruh proses bisnis dan data sehingga operasional menjadi lebih efisien, cepat, dan terhubung. PAM JAYA juga meluncurkan AI Call Center untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi layanan secara lebih responsif.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan target layanan perpipaan 100 persen membutuhkan kesiapan menyeluruh, mulai dari perencanaan hingga pelayanan pelanggan.

Ia menyebut transformasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menambahkan, sistem secanggih apa pun tidak akan berjalan optimal tanpa didukung sumber daya manusia yang andal. 

ERP Fusion PAM Jaya diharapkan tidak hanya menjadi terobosan teknologi, tetapi juga penggerak perubahan budaya kerja, peningkatan kinerja, serta penguatan kualitas pelayanan kepada warga Jakarta.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur fisik juga terus berlangsung. Salah satunya melalui peresmian Instalasi Pengolahan Air (IPA) Portable Semanan di Jakarta Barat yang memanfaatkan sumber air baku dari Anak Kali Semanan dan Waduk Aseni.

Fasilitas tersebut menjadi solusi untuk memperluas layanan di wilayah yang belum terjangkau jaringan utama sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan air tanah.

"Ketersediaan air bersih dan berkualitas merupakan kebutuhan dasar yang harus dijamin. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh akses air yang aman, mudah, dan berkelanjutan," kata Rano.

Sementara itu, Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin menjelaskan, selain membangun instalasi pengolahan air berskala besar, perusahaan juga mengembangkan IPA komunal dan reservoir di sejumlah wilayah agar cakupan layanan semakin luas.

3. Kolaborasi dan regulasi jadi kunci air bersih untuk semua

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong penguatan layanan air minum melalui penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM. (dok. Pemprov DKI Jakarta)

Percepatan layanan air minum tidak hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan regulasi melalui Rancangan Peraturan Daerah tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai landasan hukum pengembangan layanan air bersih di ibu kota.

Ranperda tersebut mengatur penyelenggaraan SPAM secara lebih komprehensif, mulai dari pembagian kewenangan, hak dan kewajiban pelanggan, sistem pendanaan, pengawasan, hingga upaya pengurangan penggunaan air tanah.

Pemenuhannya, kata Pramono, harus mengutamakan prinsip keadilan, keterjangkauan, dan keberlanjutan melalui layanan publik yang diatur pemerintah daerah. Ia menambahkan, regulasi tersebut juga akan memperkuat pengendalian kehilangan air (non-revenue water), diversifikasi sumber air baku, serta meningkatkan transparansi melalui sistem informasi SPAM.

Selain regulasi, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra internasional. Salah satunya melalui penjajakan investasi bersama Bin Zayed International untuk mendukung pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum di Jakarta.

Direktur Utama PAM JAYA Arief Nasrudin mengatakan kolaborasi menjadi strategi penting untuk mempercepat pencapaian target layanan air minum 100 persen.

Menurutnya, tantangan Jakarta tidak hanya memperluas cakupan layanan, tetapi juga menekan tingkat kehilangan air (non-revenue water) di tengah kompleksitas jaringan utilitas perkotaan.

Arief menyebut dukungan investasi, pemanfaatan teknologi, penguatan regulasi, pembangunan infrastruktur, hingga digitalisasi menjadi satu kesatuan strategi yang saling melengkapi. (WEB)

Curated For You

Editorial Team

Related Article