Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dubes Iran: Sanksi AS Hambat Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia

Dubes Iran: Sanksi AS Hambat Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Dubes Iran menegaskan hubungan politik, budaya, dan keagamaan antara Indonesia dan Iran berjalan erat meski kerja sama ekonomi masih terhambat sanksi Amerika Serikat.
  • Iran menawarkan perluasan kerja sama di sektor ketahanan pangan dan energi, serta berharap pelaku usaha Indonesia memanfaatkan peluang jika sanksi mulai dilonggarkan.
  • Kedua negara terus memperkuat hubungan diplomatik melalui berbagai forum internasional seperti PBB dan OKI, yang dinilai menjadi modal penting untuk kolaborasi ekonomi di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan, hubungan Indonesia dan Iran selama ini berjalan baik, terutama di bidang politik, diplomasi, budaya, dan keagamaan. Namun, kerja sama ekonomi kedua negara dinilai masih menghadapi tantangan akibat sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran.

Boroujerdi mengatakan, Indonesia dan Iran telah menjalin hubungan diplomatik sejak lama dan secara konsisten saling mendukung dalam berbagai forum internasional. Menurut dia, kedekatan tersebut terlihat dalam kerja sama di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Badan Energi Atom Internasional (IAEA), serta sejumlah organisasi internasional lainnya, termasuk D-8.

“Hubungan di bidang politik, budaya, agama, dan bidang lainnya antara kedua negara sangat luar biasa. Semua orang tahu bahwa Iran dan Indonesia adalah sahabat dekat,” kata Boroujerdi di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Meski demikian, ia mengakui, kerja sama ekonomi belum berkembang optimal karena masih terdampak sanksi yang dikenakan Amerika Serikat terhadap Iran.

1. Sanksi AS dinilai menghambat perdagangan

IMG_6099.jpeg
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat berkunjung di Kantor Balaikota Solo. (IDN Times/Larasati Rey)

Boroujerdi mengatakan, sanksi ekonomi menjadi tantangan utama dalam hubungan bilateral kedua negara.

Menurut dia, Iran tetap menjalin hubungan dagang dengan lebih dari 100 negara. Karena itu, negara-negara yang enggan berbisnis dengan Iran akibat sanksi justru kehilangan peluang ekonomi.

“Tantangan terpenting dalam hubungan Iran dan Indonesia adalah kerja sama ekonomi yang terdampak sanksi sepihak yang tidak adil dari Amerika Serikat terhadap Iran,” ujarnya.

Ia berharap proses negosiasi yang tengah berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat dapat membuka peluang pelonggaran sanksi sehingga kerja sama ekonomi dengan Indonesia dapat berkembang lebih luas.

2. Iran tawarkan kerja sama pangan dan energi

ilustrasi bendera Iran
ilustrasi bendera Iran (Aerra Carnicom, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Boroujerdi menututkan, Iran siap memperluas kerja sama dengan Indonesia, terutama di sektor ketahanan pangan dan energi.

Menurut dia, Iran memiliki potensi besar di kedua sektor tersebut dan siap mendukung kebutuhan Indonesia apabila situasi internasional semakin kondusif.

“Iran siap memainkan peran penting di bidang ketahanan pangan maupun ketahanan energi. Kami siap membantu sahabat kami di Indonesia mencapai tujuan tersebut,” katanya.

Ia juga menyatakan, Iran membutuhkan lebih banyak kerja sama perdagangan dengan Indonesia dan berharap pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan peluang tersebut apabila hambatan akibat sanksi mulai berkurang.

3. Hubungan di forum internasional dinilai semakin erat

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Selain ekonomi, Boroujerdi menilai hubungan diplomatik Indonesia dan Iran terus menguat melalui berbagai organisasi internasional. Ia mengatakan kedua negara rutin melakukan konsultasi dan saling memberikan dukungan dalam berbagai forum internasional.

Menurut Boroujerdi, hubungan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama di bidang lain, termasuk ekonomi, apabila situasi geopolitik kawasan semakin membaik.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More