Jakarta, IDN Times - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tanah longsor yang melanda Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat telah memasuki hari ke tiga. Berdasarkan data hingga Minggu (25/1/2026) siang, tim SAR telah berhasil menemukan sembilan korban jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan, sembilan korban yang sudah terindentifikasi, lima di antaranya telah diserahkan ke pihak keluarga, dan empat orang korban masih di Posko Disaster Victim Identification (DVI).
Selain korban meninggal dunia, 81 jiwa masih dinyatakan hilang, sehingga total korban terdampak berjumlah 113 jiwa. Jumlah korban ini bersifat sementara dan masih akan terus dilaksanakan verifikasi di lapangan.
"Terhadap sembilan korban meninggal yang sudah terindentifikasi, lima korban sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga, dan empat orang korban masih di Posko Disaster Victim Identification (DVI)," kata Abdul Muhari kepada wartawan, Minggu (25/1/2026).
Abdul Muhari menambahkan, pengerahan alat berat telah dilakukan, namun kondisi tanah yang masih labil menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan dalam melakukan operasi pencarian. Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan masih melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak, termasuk proses pencarian korban serta pendataan rumah terdampak.
Bencana longsor dan banjir bandang di kawasan Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah rawan longsor.
