Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas di Balai Wartawan Cilangkap, Jakarta Timur. (Dokumentasi Puspen TNI)
  • Mabes TNI membenarkan pengerahan pasukan dari daerah ke Jakarta sejak 2 November 2026 untuk mendukung pengamanan perkembangan situasi nasional dan kesiapsiagaan.
  • Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan pengerahan tersebut merupakan kegiatan rutin militer, tidak terkait demonstrasi 10 November atau kasus penyadapan ilegal.
  • Pesan internal menyebut total 20.980 prajurit AL direncanakan dikerahkan dalam empat tahap; tahap pertama sudah berjalan, sementara 13.140 personel tahap akhir masih menunggu perintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin, 2 November 2026

TNI mulai mengerahkan pasukan dari daerah ke Jakarta. Pengerahan tahap I sebanyak 2.100 personel TNI AL diperbantukan kepada Kodam Jaya.

Rabu (4/11/2026)

Mabes TNI membenarkan pengerahan pasukan sebagai langkah kesiapsiagaan untuk mendukung pengamanan perkembangan situasi nasional.

hari ini

Pengerahan pasukan tahap II dan III berlangsung. Personel dari luar Jakarta ditempatkan di sejumlah markas TNI AL.

hingga saat ini

Pengerahan tahap IV sebanyak 13.140 personel belum dilakukan. Pasukan masih berada di satuan dan menunggu perintah pergerakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mabes TNI membenarkan pengerahan pasukan dari daerah ke Jakarta untuk mendukung kesiapsiagaan dan pengamanan perkembangan situasi nasional.
  • Who?
    Mabes TNI, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas, serta personel TNI Angkatan Laut terlibat dalam pengerahan ini.
  • Where?
    Pasukan dikerahkan ke Jakarta, dengan penempatan antara lain di Mako Pasmar I Cilandak, Mako Armada, Mako Kodaeral III, Lanudal, dan Puspomal.
  • When?
    Tahap I berlangsung pada Senin, 2 November 2026. Tahap II dan III berlangsung pada Rabu, 4 November 2026. Tahap IV masih menunggu perintah.
  • Why?
    Pengerahan dilakukan untuk kesiapsiagaan dan mendukung pengamanan perkembangan situasi nasional, bukan karena pengamanan demonstrasi 10 November atau kasus penyadapan ilegal.
  • How?
    Pengerahan direncanakan dalam empat tahap dengan total 20.980 prajurit. Tahap I berjumlah 2.100 personel, sementara 13.140 personel tahap IV masih berada di satuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
TNI bilang banyak tentara dari daerah datang ke Jakarta supaya siap menjaga keadaan. Ada 20.980 tentara yang direncanakan datang bertahap. Sebagian sudah datang dan tinggal di beberapa tempat. Tentara bilang ini biasa dilakukan dan tidak perlu takut. Masih ada 13.140 tentara yang belum berangkat karena menunggu perintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengerahan personel TNI yang dilakukan bertahap menunjukkan adanya pengaturan kesiapsiagaan yang terstruktur, dengan penempatan pasukan di sejumlah markas dan sebagian besar personel tetap menunggu perintah di satuan. Penjelasan Mabes TNI bahwa langkah ini merupakan prosedur rutin juga memberi penegasan bahwa situasi dipantau tanpa alasan untuk kekhawatiran berlebihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Mabes TNI buka suara soal ramainya isu pengerahan pasukan dari daerah ke Jakarta terhitung sejak Senin, 2 November 2026. Mereka membenarkan adanya pengerahan pasukan untuk mendukung pelaksanaan pengamanan perkembangan situasi nasional. Momen pengerahan pasukan tersebut dilakukan bersamaan dengan pengungkapan kasus penyadapan ilegal yang dilakukan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan beberapa jenderal lainnya.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen Muhammad Nas, mengatakan pengerahan pasukan dari daerah merupakan hal yang biasa dilakukan di militer. Dia menyebut pengerahan pasukan bukan karena pengamanan demonstrasi pada 10 November maupun terungkapnya kasus tindak pidana penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan oleh TNI untuk kesiapsiagaan," ungkap Nas kepada IDN Times melalui pesan pendek, Rabu (4/11/2026).

Meski ada pengerahan pasukan, tetapi jenderal bintang dua itu meminta agar tidak dikaitkan dengan isu apapun.

"Tidak ada hal apapun yang perlu dikhawatirkan," katanya.

Berdasarkan pesan pendek yang beredar dari Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, total ada pengerahan 20.980 prajurit ke Jakarta. Pengerahan pasukan dari luar Jakarta terbagi menjadi empat tahap, yakni 2.100 personel, 3.500 personel, 2.400 personel dan 13.140 personel.

Pengerahan tahap I yang sudah berlangsung Senin kemarin diarahkan menjadi perbantuan bagi Kodam Jaya. Semua pasukan yang dikerahkan merupakan personel dari TNI Angkatan Laut (AL).

Sedangkan, pengerahan pasukan di tahap II dan III berlangsung pada hari ini. Pasukan yang datang dari luar Jakarta akan ditempatkan di sejumlah lokasi mulai dari Mako Pasmar I Cilandak, Mako Armada, Mako Kodaeral III, Lanudal, hingga Puspomal.

Pengerahan pasukan tahap IV yakni 13.140 personel hingga saat ini belum dilakukan. Mereka masih berada di satuan dan menunggu perintah untuk digerakan. Ribuan pasukan itu seandainya tiba di Jakarta akan ditempatkan di Mako Armada, Mako Puspomal, Mako Kodaeral III, Mako Kormar hingga Mako Pasmar I.

Curated For You

Editorial Team

Related Article