Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Sebut AS Jauh Lebih Baik dalam Memata-matai Rusia dan China

2 min read
Trump Sebut AS Jauh Lebih Baik dalam Memata-matai Rusia dan China
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump mengakui AS menjalankan operasi intelijen terhadap Rusia dan China, serta mengklaim kemampuan AS dalam memata-matai kedua negara lebih unggul.
  • Pengadilan Distrik Oakland menjatuhi Liren Lai dan Yuance Chen, dua warga China, hukuman tiga tahun penjara atas konspirasi bekerja untuk agen pemerintah asing.
  • Trump memantau laporan dugaan spionase China terhadap CEO Nvidia Jensen Huang, sementara Beijing membantah tuduhan tersebut dan AS menyelidiki pebisnis Alice Huang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Senin (2/11/2026), mengakui bahwa negara sudah meluncurkan operasi intelijen kepada Rusia dan China, ketika ditanya kabar bahwa China tengah memata-matai AS. 

“Kita juga memata-matai mereka juga jadi jangan khawatir. Memang benar dan kami melakukan hal yang sama kepada Rusia dan China. Bahkan kita lebih baik dari mereka, sehingga jangan khawatir,” tuturnya, dikutip dari UNN.

Namun, ia tidak mengungkapkan detail operasi intelijen AS di kedua negara tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat menggelar kampanye di Iowa jelang pemilihan umum (pemilu) sela. 

  1. 1. AS vonis hukum dua warga negara China atas kasus spionase

    ilustrasi bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

    Beberapa pekan terakhir, AS sudah dikabarkan terkait maraknya spionase dari China. Pada Jumat (30/10/2026), Pengadilan Distrik Oakland di AS sudah menjatuhkan hukuman kepada dua warga China atas kasus spionase. 

    Dilansir San Francisco Chronicle, dua warga negara China bernama Liren Lai (40) dan Yuance Chen (39) sudah dijatuhi vonis kurungan selama 3 tahun. Mereka ditetapkan bersalah atas persekongkolan dengan agen pemerintah asing tanpa sepengetahuan jaksa di AS. 

    Keduanya diketahui pernah bekerja di Kementerian Keamanan Negara China pada Mei 2021 dan sudah bekerja untuk mendapatkan informasi tentang lokasi dan personel militer AS. Mereka akhirnya ditangkap oleh FBI pada Juni 2025 dalam operasi anti-intelijen. 

  2. 2. Trump terus pantau laporan spionase China kepada CEO Nvidia

    ilustrasi logo NVIDIA
    ilustrasi logo NVIDIA (unsplash.com/mariiaberezovsky)

    Tak hanya hukuman kepada mata-mata China, pekan lalu, terdengar laporan bahwa CEO Nvidia, Jensen Huang, menjadi sasaran spionase China. Lantas, Trump mengaku akan terus memantau masalah tersebut dari dekat. 

    “Saya selalu menghormati Jensen. Saya tidak tahu soal spesifiknya, tapi saya harap dia baik-baik saja. Dia orang yang hebat, brilian, dan kami ingin melindungi orang-orang brilian yang dimiliki AS,” terangnya, dikutip dari France24.

    Sementara itu, Huang selama ini sudah memberikan saran kepada Trump mengenai kebijakan kecerdasan buatan (AI). Pebisnis kelahiran Taiwan itu juga ikut dalam kunjungan Trump ke Beijing untuk bertemu Presiden China, Xi Jinping. 

  3. 3. China tolak tuduhan memata-matai CEO Nvidia

    ilustrasi bendera China
    ilustrasi bendera China (unsplash.com/huichaoji)

    Di sisi lain, Menteri Luar Negeri China, Guo Jiakun menolak tuduhan spionase menargetkan Huang. Beijing menilai tuduhan tersebut tidak memiliki dasar dan buktinya atau hanya didasarkan pada spekulasi semata yang bertujuan mencemarkan nama baik China. 

    Dilansir BBC, intelijen AS mempercayai bahwa pebisnis China, Alice Huang mengambil informasi NVIDIA lewat pusat data Megaspeed yang berbasis di Singapura. Alhasil, AS masih menyelidiki Alice yang dikabarkan dekat dengan Jensen. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More