Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan percepatan pembangunan kawasan pertanian di Kabupaten Langkat pada 2027. Salah satu program yang menjadi prioritas adalah pembangunan jaringan irigasi sepanjang 7,5 kilometer untuk mendukung pengairan lahan persawahan di Kecamatan Secanggang.
Pemprov Sumut Percepat Pembangunan Irigasi untuk Petani Langkat

Pemprov Sumut menargetkan pembangunan irigasi 7,5 kilometer di Secanggang, Langkat, mulai 2027 untuk mengairi 967 hektare sawah yang masih bergantung pada hujan.
Air Sungai Wampu direncanakan dialirkan ke persawahan guna menaikkan frekuensi panen dari dua menjadi tiga kali setahun serta produktivitas padi dari sekitar 6 menjadi 9–10 ton per hektare.
Selain irigasi, pemerintah menyiapkan alsintan, benih hibrida, mesin resmiling, gudang 600 ton, dan perbaikan infrastruktur melalui sinkronisasi program provinsi, kabupaten, serta Kementerian Pertanian.
Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengatakan pembangunan irigasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di wilayah yang masih mengandalkan sistem tadah hujan. Saat ini, terdapat 967 hektare lahan persawahan di Secanggang yang membutuhkan dukungan pengairan.
Rencana tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Selasa (3/11/2026).
1. Bangun irigasi 7,5 km untuk tingkatkan frekuensi panen

Gubernur Provinsi Sumatra Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Selasa (3/11/2026). (dok. Pemprov Sumut) Pembangunan jaringan irigasi menjadi salah satu langkah utama untuk memperkuat sektor pertanian di Kecamatan Secanggang. Nantinya, air dari Sungai Wampu akan dialirkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan persawahan.
Bobby mengatakan, pembangunan irigasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan frekuensi panen petani. Jika sebelumnya lahan hanya bisa menghasilkan dua kali panen dalam setahun, ke depan ditargetkan bisa mencapai tiga kali panen. Produktivitas padi juga diharapkan meningkat dari rata-rata sekitar 6 ton per hektare menjadi 9 hingga 10 ton per hektare.
"InsyaAllah akan kami mulai tahun depan. Dari mulai Sungai Wampu (sumber) airnya akan dialirkan untuk mengairi sawah. Dan saya memberikan kesempatan kepada Bapak Ibu apa yang ingin disampaikan, jika ada yang masih kurang (dibutuhkan) di sini," sebut Bobby.
2. Siapkan bantuan alsintan hingga gudang penyimpanan

Gubernur Provinsi Sumatra Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Selasa (3/11/2026). (dok. Pemprov Sumut) Selain infrastruktur irigasi, Pemprov Sumut juga menyiapkan dukungan sarana dan prasarana pertanian. Hal ini mencakup bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, hingga fasilitas penyimpanan hasil panen.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, menyampaikan bahwa Desa Kebun Kelapa telah masuk dalam rencana program strategis daerah untuk pengembangan kawasan padi unggulan pada 2027.
Salah satu dukungan yang disiapkan adalah satu unit mesin resmiling serta gudang penyimpanan berkapasitas 600 ton. Pemprov Sumut juga akan membantu penyediaan benih padi hibrida karena sebagian lahan pertanian di wilayah tersebut masih mengandalkan air hujan.
Sebelumnya, petani juga menyampaikan kebutuhan tambahan alsintan, seperti mesin panen dan mesin tanam. Aspirasi tersebut disampaikan Ayu, warga Kelurahan Hinai Kiri, saat berdialog dengan Bobby dalam kegiatan panen raya.
3. Pengembangan kawasan pertanian disinkronkan dengan program pusat

Gubernur Provinsi Sumatra Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Selasa (3/11/2026). (dok. Pemprov Sumut) Pemprov Sumut juga berupaya menyelaraskan program pengembangan kawasan pertanian dengan kebutuhan pemerintah daerah dan program Kementerian Pertanian. Intervensi yang disiapkan mencakup sektor hulu hingga hilir, termasuk perbaikan infrastruktur pendukung.
Bobby mengatakan, pemerintah akan mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi di Kabupaten Langkat. Salah satunya terkait pembangunan jalan yang dapat diusulkan melalui bantuan keuangan provinsi (BKP).
"Jadi sudah kami minta percepatan, agar kawasan ini kita bisa intervensi. Mulai dari irigasi sampai dengan Resmiling. Untuk sinkronisasi program, kita akan lihat dari Kabupaten Langkat, mana yang belum, seperti tadi soal jalan, melalui bantuan keuangan provinsi (BKP). Karena ini sudah menjadi kawasan unggulan," sebut Bobby.
Plt Bupati Langkat, Tiorita Surbakti, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sumut terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayahnya. Kabupaten Langkat memiliki luas lahan pertanian sekitar 20.234 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.541 hektare atau 17,5 persen berada di Kecamatan Secanggang.
"Sekali lagi terimakasih Pak Gubernur telah mendorong percepatan pembangunan ini, baik dari provinsi maupun melalui koordinasi dengan instansi berwenang," ucap Tiorita.
Melalui pengembangan kawasan pertanian ini, Pemprov Sumut berharap produktivitas lahan di Langkat dapat meningkat. Ketersediaan irigasi, alsintan, benih, dan infrastruktur pendukung diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan. (WEB)





















