Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahasiswa Tutup Demo di Patung Kuda dengan Mosi Tidak Percaya Pemerintahan Prabowo
Mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta, Universitas Terbuka, dan Universitas Paramadina serta Koalisi Masyarakat Sipil menggelar demonstrasi di Patung Kuda, Jakarta, Jumat (17/7/2026). (IDN Times/Dini Sucianingrum)
  • Aksi mahasiswa dan Koalisi Masyarakat Sipil di Patung Kuda ditutup dengan pembacaan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
  • Majelis Perjuangan Rakyat menyatakan kecewa karena aksi damai tidak mencapai titik lokasi semula, namun berkomitmen memperluas gerakan ke berbagai daerah di Indonesia.
  • Mereka menegaskan peran mahasiswa dan masyarakat sebagai pengawas pemerintah serta berjanji melanjutkan konsolidasi nasional untuk menyuarakan kritik terhadap kebijakan yang dianggap tak berpihak pada rakyat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Aksi unjuk rasa mahasiswa dari beberapa kampus dan Koalisi Masyarakat Sipil di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026), ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap dari Majelis Perjuangan Rakyat. Dalam pernyataan tersebut, massa menyampaikan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Perwakilan Majelis Perjuangan Rakyat menyatakan aliansi yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sipil se-Jakarta akan terus diperluas hingga ke berbagai daerah di Indonesia. Mereka juga mengaku kecewa lantaran aksi yang diklaim berlangsung damai tidak dapat mencapai titik aksi sesuai rencana awal di kawasan Patung Kuda.

"Kami sangat kecewa karena aksi kami yang damai pada akhirnya tidak sampai pada kesepakatan awal, yaitu aksi di Patung Kuda," ujar perwakilan Majelis Perjuangan Rakyat saat membacakan pernyataan sikap.

Meski demikian, mereka menegaskan akan terus menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Menurut mereka, langkah tersebut merupakan bentuk respons atas komunikasi publik dan kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

"Kami akan terus melawan atas kekecewaan kami terhadap komunikasi publik dan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Kami bersepakat akan melaksanakan konsolidasi lanjutan bersama seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat sipil lainnya," katanya.

Dalam pernyataan itu, Majelis Perjuangan Rakyat juga menegaskan mahasiswa dan masyarakat memiliki peran sebagai check and balance terhadap jalannya pemerintahan.

"Atas nama cinta kita kepada negara Indonesia, kita mengkritik hal yang salah. Sejatinya, kita sebagai mahasiswa dan rakyat harus terus mengawal pemerintah sebagai check and balance pemerintah," ujarnya.

Di akhir aksi, perwakilan massa menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa, masyarakat sipil, media, dan seluruh pihak yang hadir dalam unjuk rasa tersebut.

"Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa, masyarakat sipil, media, dan teman-teman lainnya. Tanpa kalian semua, kita tidak akan pernah bisa berdiri di sini dan terus melawan hal-hal yang tidak benar," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article