Mahasiswa Gelar Teatrikal Pembungkaman saat Demo di Patung Kuda

- Aksi mahasiswa dan Koalisi Masyarakat Sipil di Patung Kuda menampilkan teaterikal simbol pembungkaman, menggambarkan warga yang dibatasi dalam menyuarakan kritik terhadap pemerintah.
- Perwakilan koalisi menyebut teaterikal itu sebagai bentuk perlawanan atas dugaan pembungkaman kebebasan berekspresi serta seruan pembebasan rekan-rekan mereka yang masih ditahan.
- Ratusan peserta dari berbagai universitas dan elemen masyarakat sipil menyaksikan aksi tersebut, mengabadikan momen, lalu melanjutkan orasi dengan membawa poster dan spanduk berisi tuntutan.
Jakarta, IDN Times – Aksi unjuk rasa mahasiswa bersama Koalisi Masyarakat Sipil di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026), diwarnai aksi teaterikal yang menggambarkan warga dibungkam dan ditangkap karena menyuarakan kritik.
Dalam teaterikal tersebut, seorang peserta berdiri dengan mata ditutup kain hitam dan kedua tangan terikat kain putih. Di dadanya terpasang poster bertuliskan "Turunkan Harga, Bubarkan Pesta Pora". Aksi simbolik itu menjadi perhatian peserta demonstrasi maupun pengguna jalan yang melintas.
Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil mengatakan teaterikal tersebut menggambarkan kondisi yang mereka rasakan saat menyampaikan aspirasi di ruang publik.
"Bebaskan teman kami. Teman-teman kami masih ada, bahkan ratusan yang ada di penjara. Seperti inilah ilustrasi yang kami rasakan. Kami dibungkam, kami diinjak oleh aparat. Bebaskan kawan-kawan kami," ujar perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil dalam orasinya.
Menurutnya, aksi teaterikal itu merupakan simbol perlawanan terhadap dugaan pembungkaman kebebasan berekspresi dan penyampaian pendapat di muka umum.
Pantauan IDN Times, teaterikal tersebut disaksikan ratusan peserta aksi yang berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Terbuka, Universitas Paramadina, serta sejumlah elemen koalisi masyarakat sipil. Sejumlah peserta juga mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam.
Usai teaterikal, massa kembali melanjutkan orasi secara bergantian dengan membawa berbagai poster dan spanduk berisi kritik terhadap pemerintah serta tuntutan yang mereka suarakan dalam aksi tersebut.
















