Don Ritto Mengaku Pemilik Emas-Uang di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

- Pengacara Don Ritto menyatakan kliennya adalah pembuat brankas di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan di kafe miliknya yang turut diperiksa aparat.
- Don Ritto disebut meminjam rumah Febrie di Sentul untuk operasional yayasan dakwah dan pendidikan Islam yang menaungi ratusan santri dari Indonesia Timur.
- Dalam brankas ditemukan 74 kilogram emas dan uang Rp476 miliar, namun pihak Don menegaskan aset itu milik Don Ritto serta beberapa pihak lain, bukan milik Febrie.
Jakarta, IDN Times - Pengacara Don Ritto, Handika Hanggowongso menyebut, brankas yang ditemukan di rumah eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Febrie Adriansyah, Sentul Jawa Barat dibuat oleh kliennya tersebut. Begitu juga brankas yang ditemukan Kortastpidkor dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya saat menggeledah kafe de’Clan milik Don Ritto.
“Yang membuat (brankas rumah Sentul) Pak Idon (Don Ritto) dan kontraktornya adalah sama. Kontraktor juga sudah diperiksa,” ujar Handika di Kejagung, Jumat (17/7/2026).
Don pada 2023, kata dia, memohon kepada Febri untuk menggunakan rumahnya di Sentul yang sudah tidak ditempati selama 10 tahun oleh Febri untuk operasional kantor yayasan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan Islam.
“Sudah ratusan, mungkin sekitar 700 santri dari Indonesia Timur terutama kawasan Papua dan Maluku, yang saat ini menjalani program pesantren di daerah Banten. Nah, itu kantor dipakai sebagai backup operasional yayasan itu,” ujarnya.
Pada 2024, menurut Handika Don Ritto membangun brankas untuk menaruh barang-barang berharga. Dari brankas itulah Polri menemukan 74 kilogram emas dan uang Rp476 miliar.
Febrie telah mengakui rumah itu miliknya namun ia membantah isi brankas itu juga miliknya.
“Yang pasti, itu tidak berkaitan dengan Pak Febrie. Kedua, yang pasti itu ada pihak yang secara legal menyerahkan. Yang ketiga, yang pasti itu akan digunakan dalam rangka kepentingan tadi (yayasan),” kata Handika.
Ia menegaskan, barang bukti yang ditemukan di rumah Sentul merupakan aset atas penguasaan Don Ritto.
“Penguasaan, kepemilikan. Jadi itu bukan milik Pak Febrie,” ujar dia.
Handika menyebut, aset yang ada di brankas Sentul adalah milik beberapa pihak.
“Sekarang kami belum berani menyebut siapa mereka. Kami khawatir keselamatan mereka akan terancam. Biar mereka diperiksa dulu oleh pihak Pidsus dengan segala bukti-bukti yang mereka punya. Begitu clear, baru kami rilis,” kata Handika.



















