Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Marwan Jafar: Ahok Harus Ubah Perilaku dan Tutur Kata Jika Masuk BUMN
(Basuki Tjahaja Purnama saat pelantikan Presiden Joko Widodo di gedung DPR, Minggu 20 Oktober 2019) IDN Times/Irfan Fathurohman

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi VI DPR-RI Marwan Jafar menyarankan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bertutur kata yang sopan jika kelak masuk dalam jajaran petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Yang penting dia bisa mengubah perilakunya, mengubah sikapnya, dan bertutur kata yang sopan," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (20/11).

1. Marwan menyarankan Ahok membuat narasi positif

IDN Times/Denisa Tristianty

Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu mengatakan Ahok juga harus mampu membuat narasi positif kepada masyarakat, mengingat dia pernah menjadi narapidana dalam kasus penistaan agama.

"Di samping itu juga masih ada pelaporan-pelaporan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang belum selesai, ketika dia menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta," kata Marwan.

2. Marwan minta masyarakat memberi kesempatan kepada Ahok

IDN Times/Auriga Agustina

Hal penting lainnya, kata Marwan, adalah soal kompetensi dan profesionalitas. "Sepanjang dia profesional, sepanjang dia kompeten, dan bisa memperbaiki soal, misalnya di Pertamina, tidak ada masalah," kata dia.

Ketua Fraksi PKB DPR 2009-2014 itu yakin jika Ahok kelak menunjukkan kompetensi dan mampu berkinerja baik membangun BUMN, maka masyarakat akan berbalik arah menjadi simpati.

"Beri kesempatan dulu lah," ucap Marwan.

3. Yang terpenting, Ahok disarankan tidak memaki karyawannya

(Capture vlog terakhir Ahok yang berjudul Properti Paling Berharga Menurut BTP) YouTube/BTP Vlog

Pemerintah sebagai pemegang saham, kata Marwan, pasti akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Ahok, kelak. Namun, dia mengingatkan agar mantan politikus Partai Gerindra itu tidak memaki karyawannya.

“Yang penting tidak maki-maki karyawan lah, sama serikat buruhnya,” ujar dia.

Apalagi, kata Marwan, dirinya juga mendengar Ahok akan mendapat posisi sebagai komisaris utama PT Pertamina, perusahaan BUMN terbesar yang melayani masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article