Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Megawati Bahas Isu Teknologi-Lingkungan dengan Presiden Timor Leste
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bertemu Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8/2026) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Megawati Soekarnoputri bertemu Presiden Timor Leste José Ramos-Horta di Jakarta, bersama ilmuwan dan penerima penghargaan internasional, membahas isu global dari teknologi hingga geopolitik.
  • Megawati menekankan ilmu pengetahuan, pendidikan, riset, dan inovasi harus menjadi dasar kebijakan negara; ia juga mendorong nasionalisme yang tetap terbuka pada kerja sama internasional.
  • Ia menyoroti dampak perubahan iklim terhadap lingkungan, pangan, kesehatan, dan keanekaragaman hayati, serta meminta pemanfaatan AI diarahkan untuk kepentingan manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Megawati Soekarnoputri membahas perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, perubahan iklim, ketahanan pangan, kesehatan, dan geopolitik dunia dalam pertemuan dengan Presiden Timor Leste.
  • Who?
    Megawati Soekarnoputri, Presiden Timor Leste José Ramos-Horta, sejumlah penerima Hadiah Nobel, penerima Hadiah Turing, serta ilmuwan dari berbagai bidang hadir dalam pertemuan tersebut.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di Megawati Institute, Jakarta.
  • When?
    Jumat, 28 Agustus 2026.
  • Why?
    Megawati menekankan pentingnya kebijakan negara berbasis riset serta perhatian ilmuwan terhadap dampak pemanasan global dan pemanfaatan AI bagi kepentingan manusia.
  • How?
    Diskusi dilakukan melalui pertemuan yang membahas keterkaitan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan politik, kerja sama internasional, lingkungan, pangan, kesehatan, dan masa depan negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Megawati bertemu Presiden Timor Leste, José Ramos-Horta, di Jakarta. Mereka bersama ilmuwan bicara tentang teknologi, AI, iklim, makanan, dan kesehatan. Megawati bilang negara perlu memakai riset. Ia juga bilang bumi makin panas dan lingkungan bisa rusak. Sekarang ia mengajak ilmuwan memakai AI untuk membantu manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pertemuan Megawati dan José Ramos-Horta, yang melibatkan ilmuwan serta penerima penghargaan internasional, membuka ruang dialog lintas negara mengenai tantangan yang saling berkaitan. Penekanan pada kebijakan berbasis riset, kerja sama yang tidak menanggalkan nasionalisme, dan pemanfaatan AI bagi kepentingan manusia menunjukkan perhatian pada pengetahuan sebagai landasan menghadapi iklim, pangan, dan kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, bertemu Presiden Timor Leste José Ramos-Horta di Megawati Institute, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah penerima hadiah nobel, penerima hadiah turing, serta ilmuwan dari berbagai bidang.

Dalam pertemuan tersebut, Megawati membahas sejumlah persoalan global, mulai dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kecerdasan buatan, perubahan iklim, ketahanan pangan, kesehatan, hingga kondisi geopolitik dunia. Megawati menilai ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki hubungan erat dengan kehidupan politik serta masa depan sebuah negara. Dia juga menekankan pentingnya Indonesia membangun kebijakan berdasarkan riset.

"Bagi saya, ilmu pengetahuan dan teknologi bukan sesuatu yang terpisah dari kehidupan politik dan masa depan suatu bangsa," ujar Megawati.

Saat menjabat sebagai Presiden ke-5 RI, Megawati menyebut pendidikan, penguasaan ilmu dasar, riset, dan inovasi menjadi perhatian dalam kebijakan yang dijalankannya.

"Bahkan kebijakan negara pun harus berbasis riset," kata dia.

Megawati juga mengungkapkan, pemikiran tersebut dipengaruhi oleh ayahnya, Presiden pertama RI Sukarno atau Bung Karno. Menurut Megawati, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi bagian penting dari kemerdekaan dalam arti sesungguhnya.

Megawati kemudian menyinggung pesan Bung Karno mengenai hubungan antara nasionalisme dan internasionalisme. Dia menilai nasionalisme tidak seharusnya membuat sebuah negara menutup diri dari kerja sama dengan negara lain.

"Nasionalisme harus tumbuh subur di dalam tamansari internasionalisme. Saya kira pandangan ini semakin penting pada abad sekarang ini," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga menyoroti perubahan iklim yang dampaknya semakin terasa. Dia mengajak para ilmuwan dan pemikir dunia memberikan perhatian lebih besar terhadap persoalan pemanasan global.

"Perubahan iklim semakin nyata dampaknya. Sekarang ini kita betul-betul harus memfokuskan diri mengenai global warming," ujar dia.

Menurut Megawati, perubahan iklim telah memicu kerusakan lingkungan, mengancam kehidupan manusia, serta memberikan tekanan terhadap keanekaragaman hayati.

Dia turut menyinggung sejumlah fenomena alam yang terjadi di Indonesia, termasuk gempa dan banjir. Megawati juga menyoroti fenomena salju di Papua sebagai salah satu kondisi yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian serius.

Menurut Megawati, masalah perubahan iklim tidak dapat dipisahkan dari ketahanan pangan dan kesehatan. Megawati mengatakan, persoalan pangan masih dihadapi ratusan juta orang di berbagai belahan dunia.

Di tengah persoalan tersebut, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berlangsung sangat cepat. Megawati meminta para ilmuwan memberikan perhatian terhadap pemanfaatan AI agar teknologi tersebut digunakan untuk kepentingan manusia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article