Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Raja Norwegia, Harald V Wafat di Usia 89 Tahun

Raja Norwegia, Harald V Wafat di Usia 89 Tahun
Raja Harald V (AFP/CORNELIUS POPPE)
  • Raja Norwegia Harald V meninggal dunia pada usia 89 tahun di Oslo University Hospital.
  • Harald telah mengalami penurunan kesehatan, termasuk perawatan akibat infeksi bakteri pada darah.
  • Putra Mahkota Haakon otomatis menggantikan Harald sebagai raja Norwegia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang paling kamu soroti dari masa Raja Harald?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Raja Norwegia Harald V meninggal dunia pada usia 89 tahun, Jumat (28/8/2026). Harald wafat secara damai di Oslo University Hospital setelah kondisi kesehatannya memburuk dalam beberapa hari terakhir.

Istana Kerajaan Norwegia mengatakan Harald meninggal pada pukul 06.35 waktu setempat.

“Raja Harald meninggal dunia dengan damai di Oslo University Hospital pada Jumat, 28 Agustus, pukul 06.35 waktu setempat,” kata Istana Kerajaan Norwegia dalam pernyataan di situs resminya, dikutip The Politico.

Harald sebelumnya dilarikan ke rumah sakit pada 17 Agustus. Istana menyebut ia menjalani perawatan karena infeksi bakteri pada darah.

Kondisi kesehatan Harald memang telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, ia sempat dirawat di rumah sakit saat berlibur di Malaysia akibat infeksi dan mendapatkan alat pacu jantung sementara.

Harald kemudian diterbangkan kembali ke Norwegia menggunakan pesawat milik angkatan bersenjata negaranya. Setelah tiba di Norwegia, ia menjalani prosedur pemasangan alat pacu jantung permanen.

Meski menghadapi masalah kesehatan, Harald pada 2024 menegaskan tidak akan turun takhta. Ia mengatakan akan mengurangi sejumlah agenda resmi, tetapi tetap menjalankan tugas sebagai raja karena sumpah yang diucapkannya berlaku seumur hidup.

Harald naik takhta pada 1991 setelah ayahnya, Raja Olav V, meninggal dunia. Ia menjadi raja Norwegia selama lebih dari 35 tahun dan dikenal sebagai salah satu monarki Eropa yang paling lama memerintah.

Putra Mahkota Haakon, 53 tahun, secara otomatis menggantikan Harald sebagai raja sesuai dengan sistem monarki konstitusional Norwegia. Haakon merupakan putra Harald dan Ratu Sonja.

Wafatnya Harald terjadi ketika keluarga kerajaan Norwegia tengah menghadapi sejumlah persoalan. Istri Haakon, Putri Mahkota Mette-Marit, mendapat sorotan terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein, terpidana pelaku kejahatan seksual.

Putra Mette-Marit dari hubungan sebelum pernikahannya dengan Haakon, Marius Borg Høiby, juga dinyatakan bersalah atas dua dakwaan pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga. Høiby yang bukan anggota resmi keluarga kerajaan telah mengajukan banding atas putusan tersebut.

Meski dukungan terhadap institusi monarki Norwegia menurun, Harald sendiri tetap menjadi figur yang sangat populer di mata masyarakat. Survei Norstat untuk lembaga penyiaran publik NRK pada Februari 2026 memberinya nilai 9,2 dari 10 sebagai anggota keluarga kerajaan yang paling merepresentasikan monarki Norwegia.

Harald dikenal sebagai raja yang membawa sejumlah sentuhan modern dalam monarki Norwegia sekaligus berupaya mempertahankan kedekatan dengan masyarakat. Ia juga kerap tampil ketika negara menghadapi tragedi, termasuk setelah serangan teror pada 2011 yang menewaskan 77 orang.

Dalam pidatonya setelah serangan tersebut, Harald menyampaikan pesan yang kemudian dikenang luas oleh masyarakat Norwegia.

“Kebebasan lebih kuat daripada ketakutan,” ujar Harald kala itu.

Dengan wafatnya Harald, Haakon kini menghadapi tugas untuk meneruskan kepemimpinan monarki Norwegia sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kerajaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi keluarganya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More