BNPB Modifikasi Cuaca di Lampung Cegah Karhutla, Amankan Habitat Gajah

- BNPB menggelar operasi modifikasi cuaca di Lampung pada 26–30 Agustus 2026 untuk mencegah karhutla dan melindungi habitat gajah di Taman Nasional Way Kambas.
- Penyemaian 800 kg garam di Lampung Timur menghasilkan hujan ringan, saat hotspot meningkat menjadi 26 titik dan lahan terbakar mencapai 674,5 hektare.
- Presiden Prabowo meminta Way Kambas menjadi fokus penanganan, sementara BNPB mengimbau pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha memperkuat pencegahan dini karhutla.
Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memancing hujan buatan di Lampung guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan mengamankan habitat gajah di Taman Nasional Way Kambas.
Provinsi Lampung dihadapkan pada ancaman serius karhutla di Lampung Timur yang berpotensi mengancam kawasan konservasi dan habitat gajah. Percepatan operasi juga dilangsungkan karena saat ini memasuki puncak musim kemarau periode Agustus–September.
"Operasi ini berlangsung pada 26–30 Agustus 2026. Pesawat dan komponen pendukungnya telah tiba di Lampung pada Rabu (26/8/2026). Pada hari itu juga satu sorti penerbangan dilakukan dengan menyemai garam sebanyak 800 kg. Penyemaian terkonsentrasi di wilayah Lampung Timur yang terdeteksi terdapat awan yang berpotensi tumbuh menjadi awan hujan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dikutip dari siaran pers, Jumat (28/8/2026).
1. Hasilkan hujan ringan di beberapa wilayah

Persiapan dan briefing teknis di Bandara Raden Inten II, Lampung, sebelum pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di langit Lampung Timur, Kamis (27/8). (Dok. BNPB) Semaian di atas awan yang berpotensi hujan di Lampung Timur itu menghasilkan hujan ringan yang membasahi wilayah Karanganyar, Bandar Sribawono, dan sekitarnya.
Berton mengatakan, operasi darurat tersebut dilakukan karena adanya lonjakan angka hotspot berdasarkan pantauan Satelit NOAA20 di sistem Sipongi Kemenhut. Titik panas melonjak dari 11 titik pada 24 Agustus menjadi 26 titik pada 27 Agustus.
"Data Satgas Karhutla Lampung juga melaporkan luas akumulasi lahan yang terbakar hingga akhir Agustus telah menyentuh angka 674,5 hektare," kata dia.
Sementara, analisis BMKG menunjukkan, wilayah Lampung kini berada di posisi puncak musim kemarau yang berpotensi memicu ancaman kekeringan ekstrem dan karhutla.
"Maka dari itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, Gubernur Lampung menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yang berlaku resmi hingga 23 September 2026," kata dia.
2. Instruksi Presiden Prabowo

Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan menyiapkan dukungan operasi udara untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kalimantan Timur (Kaltim) (dok. Dispenau) Sebelumnya, Presiden Prabowo memberikan instruksi khusus untuk melindungi Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur yang sudah terdeteksi adanya titik api agar penanggulangan bencana segera ditindak.
"Saya juga minta diperhatikan untuk Lampung, ada Taman Nasional Way Kambas, untuk menjadi fokus kita. Saya mendapat laporan ada hotspot di situ dan sudah ada kebakaran. Di situ taman konservasi kita untuk gajah dan sebagainya. Gajah-gajah terakhir di Sumatera harus kita rawat," ujar Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan kebakaraan hutan dan lahan di Riau, Senin (24/8/2026).
3. Masyarakat diimbau lakukan pencegahan dini

Pelaksanaan OMC yang dilakukan BNPB di wilayah Sumaters Selatan pada Selasa (4/8). Operasi dikendalikan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. (Dok. BNPB) BNPB juga meminta masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini terhadap potensi karhutla.
"BNPB mengimbau, di antaranya pemerintah daerah bersama masyarakat dan pelaku usaha kehutanan dan pertanian dapat bekerja sama dalam pencegahan dini," ucap dia.




















