Bukan Peserta Demo, Pedagang Kaca Tewas Dianiaya saat Cek Lapak

- Bambang Setiyawan (59), pedagang kaca asal Bendungan Hilir, tewas setelah dianiaya orang tak dikenal di tengah kericuhan pascademonstrasi di kawasan Tanah Abang.
- Bambang bukan peserta demo; ia keluar sekitar pukul 21.00 WIB untuk mengecek lapak kacanya setelah situasi sekitar dipenuhi massa, lalu tidak kembali.
- Keluarga memastikan Bambang menjadi korban sekitar pukul 03.00-04.00 WIB. Ia telah dibawa ke RS Polri dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Jakarta, IDN Times - Kerusuhan yang terjadi buntut aksi demonstrasi menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset di sekitar DPR menelan korban jiwa. Bambang Setiyawan (59), warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tewas setelah terseret dalam kericuhan di kawasan Tanah Abang, Kamis (27/8/2027).
Detik-detik Bambang dianiaya sejumlah orang tidak dikenal viral di media sosial. Dalam video yang beredar, Bambang terlihat diseret beberapa orang ke tengah jalan. Ia kemudian tergeletak tak sadarkan diri setelah dipukuli.
Pantauan IDN Times pada Jumat (28/8/2026), bendera kuning terpasang di rumah Bambang di Tanah Abang kawasan Bendungan Hilir. Jenazah Bambang berada di dalam keranda yang ditutup kain hitam. Sejumlah warga tampak datang untuk mendoakan.
Bambang diketahui sehari-hari berjualan kaca atau cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya. Istrinya, Sudarsih (57), menceritakan detik-detik terakhir sebelum suaminya pergi dan akhirnya diketahui menjadi korban kericuhan.
Sudarsih mengatakan, pada Kamis sore, dirinya masih menemani Bambang berjualan. Biasanya, mereka menutup lapak sekitar pukul 18.00 WIB. Situasi saat itu di sekitar lokasi mulai dipenuhi massa.
Namun pukul 21.00, Bambang keluar untuk mengecek lapaknya, sayang Bambang tak kunjung kembali hingga larut malam. Sudarsih sempat mencari keberadaan suaminya dan menanyakan kepada sejumlah warga. Namun, Bambang tidak ditemukan.
“Saya ke situ anak saya sempat ngomong, ‘Mama tadi saya sudah dari situ tapi gak ada.’ Saya masih berharap ketemu kan. Ternyata saya ke situ gak ada,” ujar Sudarsih.
Sudarsih kemudian sempat tidur sekitar satu setengah jam sebelum terbangun sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, keluarga mulai mencari Bambang setelah mendapat informasi bahwa dirinya masih tidak berada di rumah.
“Saya tahunya fix kalau dia benar-benar sudah jadi korban sekitar jam tigaan, jam empat lah, setengah empat itu saya baru fix tahu kalau dia udah gak ada. Itu kan anak saya langsung nyari,” kata Sudarsih.
Keluarga kemudian mengetahui Bambang telah dibawa ke RS Polri. Bambang dinyatakan meninggal dunia setelah menjadi korban dalam kericuhan tersebut.


















