Erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (16/8/2026). (Dok. Magma).
Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali dikaitkan dengan peristiwa tsunami Selat Sunda pada 2018. Namun, Badan Geologi menjelaskan kondisi gunung saat ini berbeda dengan fenomena tersebut.
Berdasarkan evaluasi Badan Geologi, tubuh Gunung Anak Krakatau yang kembali terbentuk setelah erupsi 22 Desember 2018 lalu, masih pada dimensi yang relatif kecil.
Dengan kondisi tersebut, Gunung Anak Krakatau saat ini dinilai tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.
Meski demikian, bukan berarti aktivitas gunung sepenuhnya diabaikan. Perkembangan aktivitas vulkanik serta perubahan morfologi atau bentuk tubuh gunung tetap dipantau secara intensif oleh PVMBG.