Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Siap Ikuti Arahan Presiden soal Penggabungan dengan Badan Geologi

BMKG Siap Ikuti Arahan Presiden soal Penggabungan dengan Badan Geologi
Gunung Illi Lewotolok erupsi pada Minggu, 6 September 2026 malam. (Badan Geologi ESDM)
  • BMKG menyatakan siap mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai usul penggabungan dengan Badan Geologi.
  • Kedua lembaga disebut memiliki misi keselamatan masyarakat dan informasi ancaman bencana geofisika yang saling melengkapi.
  • DPR meminta rencana penggabungan dikaji mendalam karena tugas kedua lembaga berbeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah penggabungan BMKG dan Badan Geologi perlu dikaji dulu?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto menegaskan, pihaknya mengikuti arahan Presiden RI, Prabowo Subianto soal usul penggabungan lembaga BMKG dan Badan Geologi.

"Untuk penggabungan itu BMKG mengikuti dan siap melaksanakan arahan presiden ya untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendukung upaya mitigasi ancaman bencana. Itu komentar dari kita," ucapnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

  1. 1. BMKG dan Badan Geologi mitra strategis yang punya misi sama

    Konferensi Pers Perkembangan Iklim dan Pemutakhiran Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia.
    Konferensi Pers Perkembangan Iklim dan Pemutakhiran Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia. (Dok. BMKG)

    Guswanto menyebut, BMKG dan Badan Geologi selama ini merupakan mitra strategis yang punya misi sama, yakni terkait keselamatan bagi masyarakat dan resiko ancaman bencana geofisika

    "BMKG dan Badan Geologi selama ini mitra strategis yang memiliki salah satu misi yang sama untuk keselamatan bagi masyarakat dan resiko ancaman bencana geofisika yang saling melengkapi dalam rantai informasi ancaman bencana terkait bencana kebumian. Khususnya kegempaan, gunung api dan tsunami," tutur dia.

  2. 2. Fungsi pemantauan, analisis dan penyebaran informasi ancaman bencana diperkuat

    Konferensi Pers Perkembangan Iklim dan Pemutakhiran Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia.
    Konferensi Pers Perkembangan Iklim dan Pemutakhiran Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia. (Dok. BMKG)

    Guswanto menegaskan, fungsi pemantauan, analisis, dan penyebaran informasi ancaman bencana akan terus diperkuat.

    "Kami juga memastikan kepada publik bahwa fungsi pemantauan, analisis dan penyebaran informasi ancaman bencana berjalan operasional dan akan terus diperkuat oleh arahan Bapak Presiden," ucap dia.

  3. 3. Ketua DPR sebut penggabungan Badan Geologi-BMKG perlu dikaji

    IMG_20260908_103725.jpg
    Ketua DPR RI, Puan Maharani bersama jajaran pimpinan DPR gelar jumpa pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani merespons usulan presiden mengenai penggabungan Badan Geologi dan BMKG. Puan mengatakan, DPR meminta agar rencana tersebut dikaji secara mendalam terlebih dahulu.

    Menurut dia, kajian diperlukan karena kedua lembaga memiliki tugas dan fungsi yang berbeda. DPR baru akan memberikan dukungan apabila penggabungan tersebut terbukti mampu meningkatkan efektivitas penanganan dan mitigasi kebencanaan. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan terlebih dahulu apakah langkah tersebut memang diperlukan.

    "Kami meminta itu untuk dikaji dulu apakah itu diperlukan, karena penugasannya dan tugasnya itu berbeda-beda," ujar Puan dalam jumpa pers di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

    Meski demikian, ia menegaskan, DPR terbuka untuk mendukung kebijakan tersebut apabila hasil kajian menunjukkan penggabungan dua lembaga itu dapat membuat kerja pemerintah menjadi lebih efektif.

    "Kalau itu dianggap memang akan lebih efektif, ya tentu saja DPR akan mendukung hal tersebut. Jadi lebih baik dikaji dulu dan pengkajiannya itu harus memang bermanfaat," katanya.

    Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memiliki wacana untuk menggabungkan BMKG dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas penanganan bencana secara daring, Senin (7/9/2026).

    "Kepala Badan Geologi nanti saya kira kerja sama lebih erat dengan yang lain untuk monitor ini. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu harus diintegrasikan bersama BMKG. Tapi ya nanti kita bahas itu," ujar Prabowo.

    Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan, sejumlah bencana sering terjadi di Indonesia merupakan takdir. Sebab, Indonesia berada di wilayah cincin api atau ring of fire.

    "Ini ya adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api, the ring of fire, jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin," kata dia.

    Prabowo kemudian meminta kepada jajarannya untuk menambah alokasi anggaran untuk mitigasi bencana.

    "Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu, sekarang pun dibandingkan dengan tahun-tahun yang dulu respons kita sangat cepat keadaan bencana di Sumatra, di Aceh, Sumatra Utara dan di Sumatra Barat, ternyata respons kita cukup masif cukup cepat ya," ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More