Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kepala PBB untuk Nepal Serukan Bantuan Segera untuk Korban Banjir

Kepala PBB untuk Nepal Serukan Bantuan Segera untuk Korban Banjir
bendera Nepal (unsplash.com/Samrat Khadka)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Koordinator Residen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Nepal, Lila Pieters Yahia, pada Minggu (6/9/2026) menyampaikan permohonan bantuan segera bagi para korban banjir. Ia mengatakan bahwa kehidupan para penyintas telah berubah drastis hanya dalam waktu sekejap. Keluarga, harta benda dan mata pencaharian mereka lenyap tersapu banjir.

Lebih dari 1.350 orang telah dikonfirmasi tewas setelah banjir dahsyat menerjang wilayah perbatasan China-Nepal pada 26 Agustus 2026. Lebih dari 5.500 lainnya juga dinyatakan hilang di kedua negara, termasuk ratusan warga negara asing (WNA). Banyak wilayah di sekitar pusat bencana hingga kini masih terisolasi.

"Anda kehilangan rumah, kehilangan mata pencaharian, kehilangan orang terkasih dan kehilangan tulang punggung keluarga. Dan tahukah Anda, semua ini terjadi hanya dalam waktu 1-2 menit," kata Pieters Yahia di ibu kota Nepal, Kathmandu, dikutip France24.

  1. 1. PBB serukan penggalangan dana sekitar Rp881 miliar

    ilustrasi banjir
    ilustrasi banjir (pexels.com/Pok Rie)

    Kerusakan yang meluas akibat banjir telah membatasi akses bantuan kemanusiaan. Kondisi jalan yang rusak parah dan jembatan yang runtuh menyebabkan sejumlah wilayah tidak dapat dijangkau tanpa bantuan helikopter.

    "Mereka terisolasi dari dunia luar karena jalannya sudah putus. Anda berupaya mencari solusi untuk mempercepat akses, tetapi justru menemukan hambatan lain. Kami sedang menjajaki segala cara, tetapi akses memang perlu diperbaiki," kata Pieters Yahia.

    Sebelumnya, PBB telah menyerukan penggalangan dana sebesar 50 juta dolar AS (sekitar Rp881 miliar) untuk membantu lebih dari 84 ribu orang yang terdampak bencana.

  2. 2. Sekitar 43 ribu orang berisiko hadapi kerawanan pangan

    ilustrasi operasi penyelamatan
    ilustrasi operasi penyelamatan (pexels.com/Long Bà Mùi)

    Menurut laporan yang dirilis Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dan Koordinator Residen PBB di Nepal, sekitar 35 ribu orang membutuhkan tempat tinggal sementara yang aman setelah kehilangan rumah mereka akibat banjir. Sementara itu, sekitar 43 ribu orang diperkirakan menghadapi risiko kerawanan pangan akibat terbatasnya akses terhadap pasokan makanan serta hilangnya mata pencaharian.

    Laporan itu juga menyebutkan bahwa kerusakan pada rumah sakit telah menghambat akses terhadap layanan kesehatan. Selain itu, kekurangan staf dan peralatan medis yang sebelumnya sudah terjadi kini semakin parah, dilansir CNN.

  3. 3. Pemerintah diminta waspadai wabah penyakit

    ilustrasi banjir
    ilustrasi banjir (pexels.com/Pok Rie)

    Selain kebutuhan mendesak berupa tempat tinggal dan makanan, Pieters Yahia juga memperingatkan pihak berwenang untuk mewaspadai wabah penyakit serta melindungi perempuan dan anak yang rentan. Mengutip data pemerintah, ia menyebutkan bahwa sekitar 5 ribu hewan ternak mati akibat banjir.

    "Ini adalah masalah besar karena dapat memicu penyakit menular. Ada risiko kolera, oleh karena itu kita harus segera berinvestasi dalam sanitasi dan kebersihan," ujarnya.

    Pieters Yahia pun menyerukan peningkatan dukungan internasional bagi Nepal, negara yang sebagian besar wilayahnya masih berupa pedesaan dan memiliki sumber daya terbatas.

    “Seruan saya kepada masyarakat internasional adalah: inilah saatnya membantu Nepal. Bukan besok dan bukan kemarin. Kita tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja. Kita tidak bisa membiarkan mereka menghadapi situasi ini sendirian," katanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More