Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat menjadi narasumber Sharing Session bertema Peluang dan Tantangan dalam Menciptakan Pemimpin yang Berbasis Teknokratik dalam Mendukung Ekonomi Daerah pada Pembekalan Calon Kepala OJK (PCKO) Angkatan 3 Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (13/8/2026). (dok. Kemendagri)
Tito juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menjadikan penyerapan anggaran sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan pengelolaan APBD.
Setiap belanja daerah harus diarahkan untuk menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah daerah juga perlu menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja.
“Jadi yang enggak boleh terjadi adalah belanja lebih banyak daripada pendapatan. Defisit,” kata Tito.
Untuk memperkuat kapasitas kepala daerah dalam mengelola perekonomian, Tito meminta dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, dukungan tersebut dibutuhkan karena kepala daerah memiliki latar belakang dan tingkat pemahaman ekonomi serta sektor jasa keuangan yang beragam.
“Saya sangat mohon dukungan dari OJK dalam memberikan masukan kepada teman-teman di daerah,” ungkapnya.
Tito berharap OJK dapat memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi ekonomi, memperkuat sektor swasta dan jasa keuangan, serta meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan membantu kepala daerah mengambil kebijakan yang lebih tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan pendapatan daerah. (WEB)