Prabowo: Pemimpin yang Baik Berani Tertibkan Anak Buah Sendiri

- Presiden Prabowo menegaskan pemimpin dan komandan yang baik harus berani menertibkan anak buah sendiri, termasuk pihak yang sebelumnya diberi kepercayaan dan kenaikan pangkat.
- Ia mengakui tindakan terhadap bawahan yang disayangi bukan keputusan mudah, tetapi harus dilakukan demi rakyat, negara, dan bangsa.
- Dalam Sidang Tahunan MPR, Prabowo meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut tambang ilegal yang dinilai sulit beroperasi tanpa diketahui aparat atau pejabat terkait.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani menertibkan anak buahnya sendiri, termasuk ketika tindakan tersebut harus diberikan kepada orang yang sebelumnya telah mendapat kepercayaan dan penghargaan.
“Pemimpin yang baik, komandan yang baik adalah yang berani menertibkan anak buahnya sendiri,” kata dia dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026)
Prabowo mengakui keputusan untuk menindak anak buah bukan perkara mudah. Terlebih, mereka merupakan orang-orang yang telah diberi kepercayaan, bahkan mendapatkan kenaikan pangkat.
“Kadang-kadang kita sedih, anak buah yang kita sayang, yang baru saja kita beri bintang, naik pangkat, harus kita tindak. Tapi demi rakyat, demi negara, demi bangsa, harus kita lakukan,” tegasnya.
Prabowo juga menegaskan dirinya tidak boleh membiarkan perasaan pribadi memengaruhi kebijakan yang diambil sebagai kepala negara. Ia mengatakan seluruh keputusan harus didasarkan pada kepentingan rakyat Indonesia.
“Saya sadar, saya disumpah di sini, saya tidak bisa mengizinkan perasaan saya menentukan kebijakan saya. Saya harus menentukan kebijakan saya atas dasar kepentingan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.
Karena itu, Prabowo kembali meminta Panglima TNI dan Kapolri mengusut aktivitas tambang ilegal. Ia menilai sulit dipercaya jika ribuan tambang dapat beroperasi secara ilegal tanpa diketahui pejabat kepolisian maupun aparat terkait.
“Karena itu saya minta benar-benar, Panglima TNI dan Kapolri, usut! Tidak mungkin seribu tambang berjalan ilegal tanpa pejabat kepolisian dan pejabat,” kata Prabowo.













