Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mendagri Tito Gratiskan Cetak Ulang Dokumen Masyarakat Korban Gempa NTT
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ketika berkunjung ke Desa Satar, Kampas, Kabupaten Manggarai Timur. (Dokumentasi Kementerian Dalam Negeri)
  • Mendagri Tito Karnavian membebaskan biaya cetak ulang KTP elektronik, akta kelahiran, dan KK bagi korban gempa magnitudo 7,7 di NTT yang dokumennya hilang atau rusak.
  • Ditjen Dukcapil akan turun langsung dan memakai data server pusat serta pengenalan wajah; Kemendagri juga berkoordinasi untuk penggantian surat tanah, BPKB, STNK, dan SIM.
  • BNPB mencatat 71 orang meninggal dan 931 terluka akibat gempa NTT hingga Rabu, dengan korban tersebar di tujuh kabupaten di Pulau Flores.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gempa besar di NTT membuat banyak orang kehilangan atau merusak KTP, kartu keluarga, dan akta lahir. Pak Tito Karnavian bilang dokumen itu bisa dicetak lagi gratis. Tim Dukcapil akan datang membantu. Mereka juga mau bantu surat tanah dan surat kendaraan. Sekarang, 71 orang meninggal dan 931 orang terluka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan warga korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dibebaskan dari biaya pencetakan ulang dokumen kependudukan. Sebab, banyak warga yang telah kehilangan dokumen kependudukan ketika gempa berkekuatan magnitudo 7,7 menghantam NTT. Selain itu, ada pula dokumen kependudukan yang rusak akibat tertimpa reruntuhan.

Maka, Tito sudah menugaskan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk membantu warga korban gempa NTT tersebut. Langkah itu, kata mantan Kapolri tersebut, dilakukan untuk mempercepat penerbitan dokumen seperti KTP Elektronik, akta kelahiran serta Kartu Keluarga (KK) secara gratis.

"Saya akan perintahkan ke Dirjen Dukcapil yang menangani urusan data kependudukan ini untuk koordinasi dengan Dukcapil kabupaten dan provinsi," ungkap Tito di dalam keterangannya pada Rabu (19/8/2026).

Tito menambahkan tim Dukcapil akan turun ke lokasi bencana untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, pencetakan ulang dokumen kependudukan bukan sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Apalagi semua data sudah terekam di server Dukcapil pusat dan terdigitalisasi.

1. Teknologi face recognition mempermudah cetak ulang dokumen

ilustrasi KTP (IDN Times/Dina Fadillah Salma)

Lebih lanjut, Tito mengatakan saat ini Ditjen Dukcapil juga sudah menerapkan teknologi pengenalan wajah sehingga pencetakan ulang dokumen kependudukan dapat dilakukan dengan lebih mudah.

"(Pencetakan ulang) itu sangat mudah sekali dilakukan. Kenapa? Karena semua data yang ada, 290 juta (penduduk) Indonesia, hampir 98 persen datanya ada di server Kementerian Dalam Negeri, Dukcapil Kemendagri," ungkap Tito.

Ia menambahkan selain dokumen kependudukan, Kementerian Dalam Negeri juga akan berkolaborasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional untuk pencetakan ulang surat tanah maupun berkas penting lainnya.

2. Kemendagri akan berkomunikasi dengan kepolisian untuk pencetakan ulang BPKB

ilustrasi STNK dan BPKB (wuling.id)

Bahkan, Tito mengaku akan berkomunikasi juga dengan pihak kepolisian agar mempermudah proses cetak ulang Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) serta Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus bagi korban gempa di NTT.

"Informasinya akan saya sampaikan kepada Menteri ATR/Kepala BPN dan juga ke kepolisian. Kebijakan ini sudah diterapkan seperti bencana di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat. Kami semua tiga (pejabat) turun (membantu). Ini dokumen-dokumen penting," katanya.

Ia menambahkan dengan menggratiskan proses pencetakan ulang dokumen-dokumen penting menjadi bukti hadirnya negara bagi para penyintas gempa. Dengan begitu, para korban tak pusing memikirkan keberadaan dokumen penting.

"Orang lagi susah jangan dibikin susah lagi. Kami bantu dan saya juga akan sampaikan ke Bapak Kapolri," imbuhnya.

3. Jumlah korban meninggal akibat gempa NTT telah mencapai 71 jiwa

Korban di Kabupaten Ende menunjukkan kondisi rumah usai dihantam gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. (Dokumentasi BNPB)

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Rabu, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT telah mencapai 71 orang. Artinya, ada penambahan satu korban jiwa dari sebelumnya 70 orang.

"Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71, yaitu di Kabupaten Nagekeo. Kami segenap pemerintah maupun dari kementerian, lembaga mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya  keluarga kita yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian maupun daerah terdampak di NTT, " ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan ketika memberikan keterangan pada Rabu, 18 Agustus 2026.

Sementara, 931 orang tercatat mengalami luka. Para korban gempa tersebut tersebar di tujuh kabupaten di kawasan Pulau Flores.

Curated For You

Editorial Team

Related Article