Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenang 11 Korban Jiwa Aksi Demo Akhir Agustus 2025
Lautan driver ojol mengiringi kepergian Affan Kurniawan yang tewas usai dilindas mobil rantis polisi. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

  • Rangkaian demonstrasi akhir Agustus hingga awal September 2025, dipicu kenaikan tunjangan DPR dan tekanan ekonomi, menewaskan 11 orang di sejumlah kota Indonesia.

  • Affan Kurniawan, pengemudi ojek online berusia 21 tahun, tewas terlindas kendaraan taktis Brimob saat mengantarkan makanan di sekitar DPR RI pada 28 Agustus 2025.

  • Korban lain meninggal dalam insiden gas air mata, pengeroyokan, kebakaran Gedung DPRD Makassar, dugaan kekerasan aparat, serta kebakaran Gedung ACC Kwitang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Agustus 2025

Rangkaian demonstrasi di sejumlah daerah di Indonesia dipicu amarah publik atas kenaikan tunjangan anggota dewan dan tekanan ekonomi.

28 Agustus 2025

Affan Kurniawan meninggal di Jakarta setelah terlindas kendaraan rantis Brimob saat bekerja mengantarkan makanan. Septinus Sesa meninggal di Manokwari akibat sesak napas yang diduga setelah terpapar gas air mata.

29 Agustus 2025

Rusmadiansyah meninggal di Makassar setelah dikeroyok massa yang menuduhnya agen intelijen. Sumari meninggal di Solo akibat sesak napas yang diduga setelah terpapar gas air mata; M. Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo terakhir terlihat pada tanggal ini.

31 Agustus 2025

Rheza Sendy Pratama meninggal di Yogyakarta, diduga akibat kekerasan aparat saat demonstrasi. Iko Juliant Junior meninggal di Semarang; terdapat dugaan kematiannya berkaitan dengan kekerasan aparat.

2 September 2025

Andika Lutfi Falah meninggal di Jakarta, diduga akibat kekerasan aparat saat berdemonstrasi di depan Gedung DPR.

30 Oktober 2025

M. Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo ditemukan meninggal dunia. Jasad keduanya ditemukan dalam kondisi hanya tersisa tulang-belulang hangus.

30 Desember 2025

Alfarisi meninggal di Surabaya. Penyebab kematiannya disebut akibat penganiayaan aparat di Rumah Tahanan Surabaya.

29 Agustus 2026

Akbar Basri, Sarina Wati, dan Saiful Akbar meninggal setelah terjebak di Gedung DPRD Kota Makassar yang dibakar massa aksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sebanyak 13 orang tercatat meninggal dalam rangkaian demonstrasi di sejumlah daerah Indonesia pada 2025, dengan korban berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan dan status.
  • Who?
    Korban mencakup pengemudi ojek online, mahasiswa, pelajar, ASN, tukang becak, dan pedagang, termasuk Affan Kurniawan, Septinus Sesa, Rusmadiansyah, Sumari, serta M. Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo.
  • Where?
    Peristiwa korban meninggal tercatat di Jakarta, Manokwari, Makassar, Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya, termasuk Gedung DPRD Kota Makassar, depan Gedung DPR, serta Rumah Tahanan Surabaya.
  • When?
    Rangkaian peristiwa berlangsung sejak 28 Agustus hingga 30 Desember 2025. Tiga korban di Gedung DPRD Makassar tercatat dengan tanggal 29 Agustus 2026, sementara waktu tersebut masih tidak selaras dengan rangkaian 2025.
  • Why?
    Demonstrasi dipicu kemarahan publik terkait kenaikan tunjangan anggota dewan dan tekanan ekonomi. Penyebab kematian yang tercatat mencakup kendaraan rantis, paparan gas air mata, pengeroyokan, kebakaran, dugaan kekerasan, dan penganiayaan.
  • How?
    Korban meninggal dalam kondisi berbeda-beda selama atau setelah rangkaian aksi. Dua korban yang sempat hilang ditemukan meninggal pada 30 Oktober 2025; hasil DNA mengidentifikasi jasad yang ditemukan di Gedung ACC Kwitang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setahun lalu ada demo di banyak kota di Indonesia. Orang-orang marah karena tunjangan anggota dewan naik dan hidup terasa susah. Dalam kejadian itu, 11 orang meninggal. Mereka ada pengemudi ojek, murid, mahasiswa, pegawai, dan pedagang. Sekarang, nama mereka dibagikan lagi di media sosial supaya orang tidak lupa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setahun setelah tragedi itu, ingatan publik yang kembali mengemuka menunjukkan bahwa 13 korban tidak dibiarkan larut sebagai angka semata. Unggahan yang menuliskan “Menolak lupa” memberi ruang bagi nama, pekerjaan, dan kehidupan mereka untuk tetap dikenali, sekaligus menghadirkan penghormatan yang lebih manusiawi bagi keluarga serta orang-orang terdekat yang ditinggalkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Setahun berlalu sejak rangkaian demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, yang dipicu amarah publik terkait kenaikan tunjangan anggota DPR RI, serta tekanan ekonomi pada Agustus 2025. Aksi yang berlangsung di tengah berbagai tuntutan masyarakat tersebut, turut menyisakan duka mendalam, setelah sejumlah orang dilaporkan meninggal dunia.

Kerusuhan saat demonstrasi Agustus 2025 tersebut terjadi tak hanya di Jakarta, tetapi merata hampir di berbagai kota besar di Indonesia. Korban jiwa pun berjatuhan di Jakarta maupun kota-kota lainnya yang menggelar demonstrasi. Namun, korban jiwa yang paling menjadi sorotan ada seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan, yang tewas dilindas kendaraan taktis aparat kepolisian saat demo di depan gedung DPR RI pada 28 Agustus 2025.

Komnas Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut terdapat 11 korban jiwa dalam kerusuhan demonstrasi pada akhir Agustus hingga awal September 2025 itu. Berikut deretan nama-nama korban jiwa dalam kerusuhan demo pada akhir Agustus 2025.

1. Affan Kurniawan seorang pengemudi ojek online tewas dilindas kendaraan taktis kepolisian

Sebanyak 15 komunitas ojol di Kota Balikpapan menggelar aksi simpatik untuk almarhum Affan Kurniawan, Selasa (2/9/2025). (IDN Times/Erik Alfian)

Affan Kurniawan (21) yang tercatat sebagai salah satu korban dalam demonstrasi di depan gedung DPR RI, Jakarta, pada 28 Agustus 2025. Ia bekerja sebagai pengemudi ojek online. Affan meninggal setelah terlindas kendaraan taktis Brimob kepolisian ketika sedang bekerja mengantarkan pesanan makanan.

Semenjak kejadian tersebut, nama Affan menjadi salah satu yang paling banyak dikenang dalam rangkaian demonstrasi pada akhir Agustus 2025.

2. Dituduh intel hingga dikeroyok, dan korban gas air mata

Ratusan pengemudi atau driver ojek online (ojol) menggelar aksi doa bersama di depan Mapolda DIY, Jumat (29/8/2025), untuk kematian Affan Kurniawan yang dilindas mobil rantis Brimob. (IDN Times/ Tunggul Damarjati)

Rusmadiansyah (25) seorang pengemudi ojek online di Makassar, Sulawesi Selatan, juga meninggal. Ia disebut dikeroyok massa demonstran setelah dituduh sebagai agen intelijen kepolisian pada 29 Agustus 2025.

Pada tanggal yang sama, Sumari (60) yang bekerja sebagai tukang becak, tercatat meninggal dunia setelah mengalami sesak napas yang diduga akibat terpapar gas air mata aparat kepolisian di Solo.

3. Tiga ASN jadi korban dalam kerusuhan di Makassar

Ilustrasi - Mahasiswa UNM saat aksi tolak Plh dari Unhas di depan Gedung Menara Phinisi UNM, Kamis (22/1/2026). (IDN Times / Darsil Yahya)

Akbar Basri (26), Sarina Wati (25), dan Saiful Akbar (46), tercatat sebagai korban yang meninggal dunia setelah terjebak di Gedung DPRD Kota Makassar, yang dibakar massa aksi di Makassar pada 29 Agustus 2026. Ketiga korban tersebut tercatat sebagai pekerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

4. Korban meninggal akibat kekerasan aparat

Ilustrasi - Demo Mahasiswa Aliansi Perisai demo di Kantor DPRD NTT, Kota Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Rheza Sendy Pratama (21), masih berstatus mahasiswa tercatat meninggal di Yogyakarta pada 31 Agustus 2025. Penyebab kematiannya diduga akibat kekerasan aparat saat berdemonstrasi di Polda Yogyakarta.

Pada hari yang sama, Iko Juliant Junior (19) yang juga seorang mahasiswa, tercatat meninggal di Semarang. Polisi mengklaim Iko sebagai korban kecelakaan, namun terdapat dugaan kematiannya berkaitan dengan kekerasan aparat.

Kemudian seorang pelajar, Andika Lutfi Falah (16) tercatat meninggal di Jakarta pada 2 September 2025. Penyebab kematiannya diduga akibat kekerasan aparat saat berdemonstrasi di depan Gedung DPR.

5. Korban hilang dan ditemukan dalam keadaan meninggal

Massa lempari Markas Satuan Brimob Polda Metro Jaya, di Kwitang, Jakarta Pusat. (IDN Times/Ilman Nafian)

M. Farhan Hamid (23), dan Reno Syahputradewo (24) menjadi korban meninggal selanjutnya. Keduanya disebut tidak diketahui keberadaannya setelah terakhir kali terlihat pada 29 Agustus 2025. Mereka kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada 30 Oktober 2025.

Jasad keduanya ditemukan dengan keadaan hanya tersisa tulang-belulang yang hangus. Penyebabnya diduga berkaitan dengan kebakaran yang terjadi di Gedung ACC Kwitang saat kerusuhan demo, berdasarkan keterangan tim forensik RS Bhayangkara setelah hasil tes DNA.

Curated For You

Editorial Team

Related Article