Presiden China dan Raja Yordania Bahas Solusi Dua Negara Palestina

- Xi Jinping dan Raja Abdullah II menegaskan solusi dua negara sebagai jalur utama konflik Palestina-Israel, mendesak gencatan senjata Gaza serta perlindungan warga sipil dan bantuan kemanusiaan.
- China dan Yordania memperkuat kemitraan strategis melalui dokumen kerja sama ekonomi, perdagangan, hukum, ekonomi digital, energi hijau, dan kecerdasan buatan menjelang 50 tahun hubungan diplomatik pada 2027.
- Yordania menegaskan dukungan terhadap prinsip Satu China, mengundang investasi China, serta menyepakati penguatan koordinasi di PBB untuk menjaga ketertiban berbasis hukum internasional.
Jakarta, IDN Times - Presiden China Xi Jinping menggelar pertemuan bilateral dengan Raja Yordania Abdullah II bin Al Hussein di Gedung Agung Rakyat, Beijing, China, pada Senin (24/8/2026) sore waktu setempat. Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan strategis kedua negara sekaligus eskalasi situasi keamanan di Timur Tengah.
Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin menegaskan bahwa solusi dua negara merupakan satu-satunya jalur utama untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel dan mewujudkan perdamaian abadi di kawasan. Pertemuan ini juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama bilateral di bidang ekonomi, perdagangan, hingga rantai pasokan.
1. Solusi dua negara untuk konflik Palestina dan Israel

potret Gaza dari udara (pexels.com/Mohamed Zarandah) Dilansir Arab News, Presiden China Xi Jinping dan Raja Abdullah II menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, serta mendesak gencatan senjata penuh di Gaza. Dalam dialog tersebut, Xi Jinping memaparkan empat prinsip dasar dalam menangani isu Palestina. Prinsip pertama menekankan penyelesaian politik melalui pembentukan negara Palestina yang merdeka. Prinsip kedua menetapkan bahwa tata kelola Tepi Barat dan rekonstruksi pasca konflik di Gaza harus dijalankan oleh rakyat Palestina sendiri.
Prinsip ketiga mengedepankan aspek kemanusiaan dengan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melindungi warga sipil dan menjamin penyaluran bantuan. Sementara itu, prinsip keempat berfokus pada keadilan internasional untuk mengatasi akar masalah secara menyeluruh. Raja Abdullah II menyampaikan apresiasi atas posisi adil yang diambil pemerintah China dalam merespons krisis di kawasan tersebut.
2. Penguatan kerja sama strategis China dan Yordania

ilustrasi kerja sama (pexels.com/Bia Limova) Pertemuan tingkat tinggi ini sekaligus memperingati perjalanan kemitraan strategis yang telah terjalin sejak 2015. Kedua negara bersiap menyambut peringatan 50 tahun hubungan diplomatik pada 2027 mendatang. Xi Jinping menyampaikan bahwa hubungan bilateral yang solid memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara di tengah dinamika global.
Xi Jinping menegaskan komitmen China untuk terus mendukung kedaulatan serta keamanan Yordania. "Menghadapi situasi global dan regional yang penuh dinamika serta gejolak, mengembangkan hubungan China-Yordania dengan substansi dan vitalitas yang lebih besar memenuhi aspirasi bersama kedua rakyat," ujar Xi Jinping. Pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama di sektor ekonomi digital, energi hijau, hingga kecerdasan buatan.
Usai dialog resmi, kedua kepala negara menyaksikan penandatanganan berbagai dokumen kerja sama di bidang luar negeri, perdagangan, hingga hukum. Dilansir Jordan News Agency via Arab News, Raja Abdullah II juga menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Li Qiang dan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Zhao Leji selama kunjungannya di Beijing. Kunjungan kenegaraan ini mempertegas langkah nyata kedua negara dalam memperluas koordinasi sektor publik maupun swasta.
3. Komitmen Yordania terhadap prinsip Satu China

potret Raja Yordania, Abdullah II (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons) Di samping isu keamanan kawasan, Raja Abdullah II menegaskan kembali dukungan penuh Yordania terhadap prinsip Satu China. Pemerintah Yordania secara resmi mengakui Taiwan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan China. Penegasan ini menjadi salah satu poin penting dalam pernyataan bersama yang dirilis seusai pertemuan.
Raja Abdullah II turut mengundang para pelaku usaha asal China untuk meningkatkan investasi di Yordania. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta memperluas kerja sama di bidang manufaktur, pertanian, kesehatan, hingga pendidikan. "Yordania sangat menghargai hubungannya dengan China," tegas Raja Abdullah II saat berbicara dalam pertemuan tersebut.
Pemerintah Yordania menyampaikan apresiasi atas empat inisiatif global yang digagas oleh Presiden China. Raja Abdullah II menyatakan harapan agar China terus memainkan peran kepemimpinan yang konstruktif di panggung internasional. Kedua negara sepakat untuk memperkuat koordinasi di PBB demi menjaga ketertiban dunia berbasis hukum internasional.





















