Gedung Putih menjelaskan, penetapan status darurat ini dilakukan setelah Trump menemukan ada banyak pembangkit listrik di AS yang menggunakan komponen impor dari luar negeri, terutama dari China. Menurut Trump, komponen asing yang terpasang di pembangkit listrik AS berpotensi mengancam keamanan nasional karena bisa digunakan untuk melakukan peretasan.
Trump Tiba-tiba Tetapkan Status Darurat Nasional di AS, Ada Apa?

- Presiden Donald Trump menetapkan darurat nasional di AS melalui perintah eksekutif pada 26 Agustus 2026, menyusul kekhawatiran komponen asing di pembangkit listrik mengancam keamanan.
- Serangan siber hacker Iran terhadap sejumlah fasilitas air sempat mengganggu pasokan warga, tetapi segera ditangani; Trump menyebutnya bukti kerentanan infrastruktur vital terhadap ancaman asing.
- Trump melarang komponen impor untuk jaringan listrik AS, dalam langkah yang dinilai media menargetkan pengurangan risiko teknologi China terhadap keamanan, ekonomi, dan pasar nasional.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberi perintah eksekutif kepada semua jajarannya, termasuk Menteri Energi Chris Wright, untuk menetapkan status darurat nasional di Negeri Paman Sam. Menurut keterangan resmi Gedung Putih, perintah itu dirilis pada Rabu (26/8/2026).
1. Status darurat ditetapkan usai banyak fasilitas air di AS yang diretas hacker Iran

potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani) Penetapan status darurat ini dilakukan usai banyak fasilitas air di sejumlah wilayah di AS yang terkena serangan siber dari hacker Iran. Serangan tersebut membuat pasokan air untuk warga sipil sempat terganggu. Meski demikian, masalah itu bisa langsung diatasi dengan cepat oleh pemerintah setempat sehingga pasokan air bisa kembali normal.
Menurut Trump serangan dari Iran tadi menunjukkan bahwa pihak asing bisa mengancam keamanan infrastruktur vital yang ada di Negeri Paman Sam, termasuk fasilitas energi seperti pembangkit listrik. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh jajarannya untuk terus waspada terhadap ancaman asing, terutama dari negara-negara yang punya konflik dengan Washington.
2. Trump melarang fasilitas jaringan kelistrikan AS memakai komponen dari luar negeri

ilustrasi fasilitas kelistrikan (pexels.com/Pixabay) Selain menetapkan status darurat nasional, Trump juga resmi melarang semua fasilitas jaringan kelistrikan di AS untuk menggunakan komponen impor dari luar negeri. Dengan cara ini, Trump yakin Washington akan terbebas dari ancaman asing yang bisa mengganggu keamanan negara seperti yang sudah terjadi sebelumnya.
"Saya menemukan bahwa situasi terkait pasokan peralatan listrik sistem tenaga listrik skala besar dari luar negeri merupakan ancaman yang tidak biasa dan luar biasa bagi keamanan nasional, kebijakan luar negeri, dan ekonomi Amerika Serikat. Ancaman ini seluruhnya bersumber atau sebagian besar berada di luar Amerika Serikat. Oleh karena itu, dengan ini, saya menyatakan keadaan darurat nasional sehubungan dengan ancaman tersebut," kata Trump dalam pernyataannya dikutip Jerusalem Post.
3. Trump ingin mengurangi ancaman teknologi dari China

potret bendera China (pexels.com/Hao Liang) Sejumlah media menilai penetapan status darurat nasional ini merupakan kelanjutan dari upaya Trump untuk mengurangi ancaman teknologi dari China. Sebab, Trump tidak mau produk teknologi atau komponen teknologi dari Negeri Tirai Bambu mengancam keamanan dan pasar nasional.
Kebijakan ini sama dengan yang dilakukan Uni Eropa pada awal 2026 ini. Ketika itu, Komisi Uni Eropa memutuskan untuk melarang komponen-komponen dari China untuk digunakan dalam pembangunan proyek energi di negara-negara anggota. Langkah ini dilakukan untuk menghindari ancaman teknologi Beijing yang bisa membahayakan negara Uni Eropa. Beberapa di antaranya, seperti serangan siber dan spionase atau mata-mata.





















