Asosiasi Ojol Garda Indonesia Tak Ikut Demo 27 Agustus 2026

- Garda Indonesia menyatakan tidak ikut demonstrasi di DPR RI pada 27 Agustus 2026, meski menerima informasi sebagian pengemudi ojol akan berpartisipasi.
- Garda sedang memusatkan perhatian pada penerbitan Perpres Nomor 27 Tahun 2026 tentang ojol, yang direncanakan terbit akhir Agustus atau awal September 2026.
- PAS Indonesia memantau situasi dan siap mengerahkan sekitar 200 orang jika terjadi intimidasi aparat, termasuk ancaman terhadap armada pengangkut peserta aksi.
Jakarta, IDN Times - Asosiasi pengemudi ojek online (ojol), yakni Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) menyatakan tak berpartisipasi dalam demonstrasi di DPR RI besok, Kamis (27/8/2026).
“Kami tidak ambil bagian pada aksi massa Kamis, 27 Agustus 2026. Namun memang sebagian rekan-rekan pengemudi ojol kami terima informasi ada yang ikut serta,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono saat dihubungi IDN Times, Rabu (26/8/2026).
1. Kawal Perpres ojol

Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono. (IDN Times/Denny Adhietya) Igun mengatakan, saat ini Garda sedang fokus pada penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 27 tahun 2026 terkait ojol.
“Kami Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia sedang fokus pada regulasi ojol Perpres no. 27 tahun 2026 yang rencana akan diterbitkan pada akhir Agustus 2026 atau Awal September 2026,” ucap Igun.
2. PAS pantau situasi

Kelompok pengemudi ojek online (ojol) dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Ketua Umum Perkumpulan Armada Sewa (PAS) Indonesia, Wiwit Sudarsono mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan di lapangan.
Jika ada intimidasi aparat pada peserta ujuk rasa depok, maka PAS siap terjun ke lapangan.
“Sejauh mana intimidasi aparat terhadap peserta aksi, yang mana saya dapat informasi adanya ancaman terhadap armada yang membawa peserta aksi akan dikadangkan, bahkan akan dibekukan izinnya,” kata Wiwit kepada IDN Times.
3. PAS siap jadi garda terdepan jika akan turun

Demonstrasi jelang aksi pada 27 Agustus 2026 di depan gedung DPR RI, Rabu (26/8/2026), akhirnya bubar usai dibubarkan aparat kepolisian. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu W) Wiwit memastikan, jika terjadi intimidasi, maka PAS akan menjadi garda terdepan saat unjuk rasa, dengan perkiraan 200 orang akan turun.
“Bila ini terjadi, kami akan menjadi garda terdepan,” tutur Wiwit.

















