Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menhaj Akan Ungkap Semua Kekurangan Haji 2026 untuk Evaluasi di Rakernas
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (1/7/2026). (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Menhaj Mochamad Irfan Yusuf membuka Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede untuk mengidentifikasi kekurangan dan memperbaiki kualitas layanan haji secara terbuka.
  • Rakernas menyoroti aspek kesehatan jemaah yang masih perlu perhatian meski angka kematian turun 25 persen, serta meminta fokus pada peningkatan layanan di Mina.
  • Beberapa inovasi seperti penurunan biaya haji Rp2 juta, pembagian Kartu Nusuk, dan alokasi kuota provinsi berkeadilan diapresiasi dan akan terus disempurnakan melalui evaluasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Menteri Haji namanya Irfan Yusuf bikin rapat di Jakarta. Banyak orang dari kantor haji datang. Mereka mau ngomong soal hal-hal yang belum bagus waktu orang pergi haji, biar tahun depan lebih baik. Katanya masih ada masalah kesehatan dan tempat di Mina. Tapi ada juga hal bagus, biaya turun dan ada kartu baru buat jamaah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (4/7/2026). Menhaj berharap Rakernas menjadi forum evaluasi yang terbuka untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan haji sebagai dasar perbaikan pelayanan.

“Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Haji tahun 2026 ini tentu menjadi peluang, kesempatan untuk kita bisa menemukan berbagai kekurangan-kekurangan yang telah dan sedang kita laksanakan untuk menjadi bagian perbaikan pelayanan haji ke depan,” kata Menhaj Irfan saat membuka Rakernas Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Rakernas tersebut diikuti oleh seluruh pejabat Kemenhaj pusat dan daerah serta dipusatkan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, hingga beberapa hari ke depan.

Menurut dia, seluruh kekurangan perlu diungkap secara terbuka dengan tujuan memperbaiki kualitas pelayanan haji, bukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan. Dengan demikian penyelenggaraan haji mendatang lebih siap dan optimal.

Menhaj Irfan mengatakan salah satu aspek yang masih memerlukan perhatian serius adalah layanan kesehatan jemaah. Meski angka kematian jemaah haji tahun ini berhasil ditekan sekitar 25 persen dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, jumlah tersebut masih dinilai tinggi.

"Angka kematian 350 (orang) sekian masih besar. Karena itu, salah satu PR (Pekerjaan Rumah) nanti adalah terkait dengan istitha’ah kesehatan,” katanya.

Selain evaluasi, Menhaj Irfan menilai penyelenggaraan haji tahun ini juga mencatat sejumlah kemajuan melalui berbagai inovasi pelayanan.

Ia menyebut sejumlah inovasi telah diterapkan, antara lain alokasi kuota haji provinsi yang lebih berkeadilan, penurunan biaya haji sekitar Rp2 juta, serta penerapan Kartu Nusuk yang dibagikan kepada jamaah sejak di Tanah Air.

Menurut dia, berbagai pembaruan tersebut telah memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh jemaah dan perlu terus disempurnakan melalui evaluasi.

Menhaj Irfan juga menyoroti pelayanan di Mina, Arab Saudi, yang masih menjadi salah satu titik lemah dalam operasional haji tahun ini. Karena itu ia meminta peserta Rakernas merumuskan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan layanan di kawasan tersebut.

“Kita tahu Mina menjadi salah satu titik kelemahan kita dalam pelayanan kemarin. Apapun yang bisa kita lakukan untuk perbaikan Mina tentu harus kita rumuskan pada Rakernas evaluasi ini,” kata Menhaj.

Selain agenda evaluasi, Menhaj Irfan mengatakan Kemenhaj juga akan menggelar retret bagi jajaran kementerian sebagai upaya memperkuat kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), baik dari sisi fisik, mental, maupun membangun kekompakan antar-personel dalam menghadapi penyelenggaraan ibadah haji berikutnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article