Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pengusaha Travel Umrah Puji Haji 2026: Nilainya Setara Rp100 Juta

Pengusaha Travel Umrah Puji Haji 2026: Nilainya Setara Rp100 Juta
Keluarga Darmiyati, jemaah asal Banyumas di Kloter SOC 73, bersama Kepala Daerah Kerja Bandara PPIH Abdul Basir saat menanti pesawat kepulangan ke Indonesia dari Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abudulaziz, Madinah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2025)
Intinya Sih
  • Eros Lany Torina, pengusaha travel haji dan umrah, memuji layanan Haji Reguler 2026 yang dinilainya setara Rp100 juta per jemaah.

  • Eros memanfaatkan keikutsertaannya sebagai jemaah reguler untuk studi banding manajemen pelayanan haji sambil menunaikan ibadah bersama ibunya setelah menunggu antrean panjang.

  • Jemaah asal Banyumas dan Wonosobo mengapresiasi peningkatan signifikan pada fasilitas hotel, konsumsi, serta keramahan petugas terutama dalam membantu lansia selama pelaksanaan Haji 2026.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Madinah, IDN Times — Penyelenggaraan ibadah haji reguler tahun 2026 kembali menuai pujian atas kualitas pelayanannya yang dinilai sangat memuaskan. Apresiasi tersebut kali ini datang dari sudut pandang yang unik, yakni dari jemaah yang juga berprofesi sebagai pelaku industri perjalanan (travel) haji dan umrah.

Eros Lany Torina, pimpinan PT Moazzam Buana Wisata—sebuah Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) resmi—mengaku terkejut dengan standar layanan yang diberikan pemerintah kepada jemaah reguler musim haji ini. Perempuan yang tergabung dalam Kloter SOC 73 asal Kabupaten Banyumas tersebut menilai, kualitas fasilitas haji reguler 2026 jauh di atas ekspektasinya dan sangat sepadan, bahkan melebihi biaya yang disetorkan oleh jemaah.

"Ini haji kedua saya. Haji pertama melalui jalur nonreguler, sedangkan tahun ini mengikuti haji reguler. Menurut saya, pelayanan haji reguler 2026 benar-benar luar biasa," ujar Eros saat ditemui di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah, Jumat (26/6/2026).

1. Menaksir nilai layanan Haji Reguler 2026

Dua perempuan berhijab mengenakan kacamata hitam dan syal oranye di Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah.
Eros Lany dan ibunya ditemui saat menanti pesawat kepulangan ke Indonesia dari Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abudulaziz, Madinah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2025)

Sebagai seorang profesional di bidang biro perjalanan, Eros secara naluriah melakukan perhitungan nilai ekonomis dari seluruh fasilitas yang diterimanya selama kurang lebih 40 hari beribadah di Tanah Suci. Peningkatan signifikan menurutnya terlihat merata, mulai dari standar akomodasi hotel, pemenuhan gizi dari konsumsi harian, kualitas armada transportasi, hingga responsivitas para petugas di lapangan.

"Hotel nyaman, makanan berlimpah, petugas sigap membantu jemaah, termasuk pelayanan selama di Armuzna juga sangat baik," puji Eros.

Berdasarkan kacamatanya sebagai praktisi bisnis travel, biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp87,4 juta (yang disubsidi oleh nilai manfaat dana haji Rp33,2 juta) dirasakan sangat menguntungkan jemaah jika dikonversi menjadi rupiah secara komersial.

"Dengan biaya haji reguler yang dibayarkan jemaah, menurut saya ini sangat worth it. Kalau dihitung sebagai pelaku travel, nilai layanan yang diterima jemaah seharusnya hampir Rp100 juta per orang," ungkap Eros kagum.

2. Ibadah dan studi banding

20260625_163033.jpg
Eros Lany dan petugas PPIH saat menanti pesawat kepulangan ke Indonesia dari Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abudulaziz, Madinah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2025)

Bagi Eros yang telah mengantongi izin PIHK sejak November 2024 dan berhasil memberangkatkan hampir 200 jemaah khusus, momen menjadi jemaah reguler ini justru dimanfaatkannya sebagai studi banding dan ajang pembelajaran manajerial yang berharga.

Pada keberangkatan kali ini, Eros tidak sendirian. Ia ditemani oleh sang ibunda, Rusmiati, setelah penantian panjang. Eros menceritakan bahwa dirinya menunggu antrean haji selama sekitar 10 tahun, sementara sang ibu menanti hingga 14 tahun.

3. Kesan mendalam dari jemaah Banyumas dan Wonosobo

20260625_161800.jpg
Keluarga Darmiyati saat menanti pesawat kepulangan ke Indonesia dari Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abudulaziz, Madinah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2025)

Kesan mendalam terkait layanan haji 2026 juga dirasakan oleh keluarga Darmiyati, rekan sesama jemaah asal Banyumas di Kloter SOC 73. Bagi Darmiyati, ibadah haji tahun ini terasa sangat spesial karena berhasil mewujudkan doa yang pernah ia panjatkan di depan Kakbah 15 tahun silam pada 2011; yakni bisa kembali ke Tanah Suci beramai-ramai dengan anak-anaknya.

Darmiyati membandingkan pengalamannya berhaji di masa lampau dengan saat ini. Menurutnya, pelayanan jemaah meningkat drastis, baik dari aspek hotel, porsi konsumsi, hingga militansi para petugas lapangan.

Apresiasi senada turut disuarakan oleh Eviana Damayanti, jemaah dari Kloter YIA 22 asal Kabupaten Wonosobo. Perawat RSUD KRT Setjonegoro itu terkesan dengan keramahan petugas, terutama dalam mendampingi jemaah lansia.

"Untuk pelayanan haji tahun 2026 ini bagus. Petugasnya ramah-ramah, layanan lansia juga bagus, petugas bisa membantu orang lain yang kesusahan. Konsumsi satu hari tiga kali itu sudah cukup, menunya juga enak-enak, Alhamdulillah cocok untuk orang Indonesia," ucap Eviana sebelum jadwal pemulangannya dari Madinah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila

Related Articles

See More