Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menhan Sjafrie Tegaskan Seragam Kadet Unhan Berjilbab Harus Diakomodir
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pembekalan kepada peserta didik (serdik) program presisden untuk pemimpin masa depan (P3MD) batch 1 di Kodiklat TNI, Serpong, Banten. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)
  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengarahkan penyesuaian seragam kadet Unhan agar mengakomodasi hijab bagi perempuan Muslim, menyusul viralnya pengunduran diri calon mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi.
  • Kemhan menyatakan penggunaan hijab akan diatur seragam dan proporsional dengan mempertimbangkan kerapian, disiplin, keamanan, keselamatan, serta keleluasaan gerak selama pendidikan dan latihan.
  • Pada latsarmil tertentu, hijab sebelumnya tidak dianjurkan demi keamanan; Kemhan menegaskan ini pengaturan teknis, bukan larangan beragama, sementara kadet dapat berhijab di mess dan kegiatan tertentu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menteri Pertahanan Sjafrie berkata seragam kadet perempuan Muslim di Unhan harus bisa memakai hijab. Ini terjadi setelah Asma Wafa, calon mahasiswi, bilang ia mundur karena soal jilbab. Sekarang Kementerian Pertahanan akan membuat aturan hijab yang rapi dan aman untuk latihan. Mereka bilang tidak ada larangan jilbab.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan arahan agar ketentuan penggunaan seragam kadet Universitas Pertahanan (Unhan), disesuaikan dengan mengakomodasi penggunaan hijab bagi kadet perempuan muslim. Dengan adanya arahan itu, Kementerian Pertahanan membantah adanya larangan penggunaan jilbab bagi calon mahasiswi.

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie usai unggahan dari calon mahasiswi Unhan, Asma Wafa Ahdina, viral di media sosial. Ia mengaku terpaksa mengundurkan diri dari Unhan meski telah diterima di Fakultas Kedokteran Gigi.

"Menhan RI telah memberikan arahan agar ketentuan penggunaan seragam kadet Unhan disesuaikan dengan mengakomodasi penggunaan hijab bagi kadet perempuan Muslim," ungkap Sjafrie dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).

Sementara, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait mengatakan penggunaan hijab akan diatur secara seragam dan proporsional, termasuk tata cara penggunaan hijab yang memperhatikan aspek kerapian, disiplin, keamanan, keselamatan dan tak mengganggu keleluasaan gerak dalam kegiatan pendidikan serta latihan.

"Kemhan memandang bahwa disiplin dan karakter pendidikan tidak bertentangan dengan penghormatan terhadap pelaksanaan agama dan keyakinan. Penyesuaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperjelas ketentuan sebelumnya belum secara spesifik mengatur penggunaan hijab bagi kadet perempuan Muslim," kata Rico di dalam keterangan tertulis.

Harapannya, ke depan terdapat kesamaan pemahaman dan penerapan di dalam seluruh kegiatan pendidikan kadet Unhan.

1. Mahasiswi Unhan menyesuaikan seragam saat latihan dasar militer

Kadet Universitas Pertahanan ketika melakukan tatap muka dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Duta Besar Palestina pada 2025. (IDN Times/Santi Dewi)

Sebelumnya, Kemhan mengakui adanya penyesuaian berbusana bagi calon kadet ketika dilakukan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang akan dilaksanakan di Akdemi Militer, Magelang. Penggunaan jilbab memang tidak dianjurkan.

Namun, hal tersebut dilakukan lantaran mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan selama latihan, khususnya kegiatan yang membutuhkan keleluasaan gerak. Meski begitu, Kemhan menggaris bawahi tidak ada aturan yang secara spesifik melarang penggunaan hijab bagi kadet perempuan.

"Terkait informasi mengenai tidak digunakannya hijab pada saat latihan dasar militer (latsarmil) yang dilaksanakan di Akademi Militer, Magelang, ketentuan tersebut diterapkan pada kegiatan tertentu dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan selama latihan, khususnya kegiatan yang membutuhkan keleluasaan gerak maupun penggunaan perlengkapan latihan," kata Rico.

Ia menambahkan ketentuan itu merupakan pengaturan teknis saat latsarmil dan tidak ditujukan sebagai pembatasan terhadap keyakinan maupun pelaksanaan ajaran agama.

"Justru di dalam kehidupan sehari-hari, kadet perempuan Muslim dapat menggunakan hijab ketika berada di lingkungan tempat tinggal atau mess serta pada kegiatan tertentu di luar kampus, termasuk saat melaksanakan magang," tutur dia.

2. Komcad ASN dapat mengenakan jilbab saat mengikuti latsar militer

Video viral yang menggambarkan peserta Komcad sedang mengikuti latihan dasar militer. (Dokumentasi Istimewa)

Sementara, IDN Times mengonfirmasi kepada Rico mengenai ASN perempuan yang tetap dibolehkan mengenakan jilbab saat mengikuti latsar komponen cadangan (Komcad). Hal itu terekam saat mengikuti pendidikan Oktober 2025 di Pusat Pendidikan Zeni, Bogor.

Rico menjelaskan Komcad ASN dan Kadet Unhan memiliki konteks, status, serta sistem pendidikan yang berbeda. Komcad, kata jenderal bintang satu itu merupakan warga negara yang mengikuti program pembentukan Komcad dalam jangka waktu tertentu.

"Sedangkan kadet Unhan menjalani sistem pendidikan berasrama dengan tata kehidupan, disiplin, dan ketentuan seragam yang berlaku selama proses pendidikan," kata Rico.

Ia menggarisbawahi substansinya bukan membedakan hak beragam antara kadet Unhan, SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia), maupun Komcad. Tetapi, memastikan aturan teknis masing-masing program tetap dapat mengakomodasi pelaksanaan agama secara proporsional.

3. Pendidikan di Unhan dibiayai penuh negara

Fakultas Strategi Pertahanan Unhan (fsp.idu.ac.id)

Universitas Pertahanan yang bisa disebut juga dengan Unhan RI (Indonesia Defense University atau IDU) merupakan sebuah perguruan tinggi yang statusnya negeri (PTN). Kampus itu dikelola di bawah naungan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi.

Lokasi kampusnya terletak di Kawasan IPSC Sentul, Jl. Anyar, Sukahati, Kec. Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Lokasi kampus pascasarjana serta doktoralnya ada di Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat.

Unhan menyelenggarakan pendidikan vokasi, sarjana, dan pascasarjana di bidang pertahanan dan bela negara. Mahasiswa tidak dipungut biaya saat menuntut ilmu di sini alias gratis.

Unhan ditetapkan melalui Surat Mendiknas Nomor 29/MPN/OT/2009 tanggal 6 Maret 2009, perihal Pendirian Unhan dan diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 11 Maret 2009 di Istana Negara. Kuliah di Unhan tidak perlu khawatir, terkait finansial karena semua biaya administrasi ditanggung pemerintah alias gratis, mulai dari jenjang S1, S2, hingga S3.

Selain biaya kuliah yang dibebaskan, penerima beasiswa Unhan juga mendapatkan berbagai fasilitas penunjang pendidikan, di antaranya:

  • Uang saku bulanan

  • Tempat tinggal (asrama/mess) dan makan sehari-hari

  • Perlengkapan mahasiswa (pakaian dinas, pakaian olahraga, sepatu, dan atribut lainnya)

  • Biaya penelitian dan dukungan untuk program Kuliah Kerja Dalam/Luar Negeri

Curated For You

Editorial Team

Related Article