Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menhan Tinjau Kapal JS Kunisaki, Bahas Dukungan Pemadaman Karhutla
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika berkunjung ke kapal JS Kunisaki milik militer Jepang saat bersandar di Pelabuhan Mempawah, Kalimantan Barat. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)
  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing dan mengapresiasi Jepang atas pengiriman tiga helikopter Chinook CH-47 untuk mendukung pemadaman karhutla.
  • Tiga Chinook belum beroperasi karena jarak pandang Kalbar rendah; Jepang menetapkan visibilitas 3.500–5.000. Kemhan mengusulkan pergeseran operasi ke Ketapang yang kondisinya lebih memadai.
  • BNPB mencatat 48.535,73 hektare terbakar hingga 14 September 2026. Jarak pandang kurang dari satu kilometer terjadi di sejumlah wilayah Kalbar, dengan kualitas udara berstatus berbahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
31 Juli 2026 hingga 14 September 2026

Luas area terbakar di Kalimantan Barat tercatat mencapai 48.535,73 hektare berdasarkan gabungan data SiPongi dan data lapangan.

12 September dan 13 September

Bandara di Kalimantan Barat sempat ditutup akibat kondisi udara, sementara sejumlah penerbangan mengalami penundaan.

pekan lalu

Tiga helikopter Chinook CH-47 bantuan Jepang tiba di Kalimantan Barat untuk mendukung pemadaman karhutla.

Selasa, 15 September 2026

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi kapal JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing dan membahas operasi bantuan Jepang. Helikopter CH-47 belum dapat dioperasikan karena jarak pandang rendah; Sjafrie mengusulkan pergeseran operasi ke Ketapang. Sisa lahan terbakar tercatat 80,7 hektare.

Rabu (16/9/2026)

Kemhan menyatakan Sjafrie menerima laporan mengenai kondisi dan perkembangan operasional pasukan Jepang di lapangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kapal militer Jepang JS Kunisaki dan membahas dukungan tiga helikopter Chinook CH-47 untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
  • Who?
    Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menhan Jepang Shinjiro Koizumi, personel Pasukan Bela Diri Jepang, BNPB, satgas TNI, serta tiga personel keselamatan dari tiga matra TNI terlibat dalam koordinasi bantuan.
  • Where?
    JS Kunisaki bersandar di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat. Rencana pergeseran operasi helikopter diusulkan menuju wilayah selatan Kalimantan Barat, khususnya Ketapang.
  • When?
    Kunjungan Sjafrie berlangsung Selasa, 15 September 2026. Keterangan mengenai kunjungan disampaikan Kementerian Pertahanan pada Rabu, 16 September 2026.
  • Why?
    Tiga helikopter CH-47 dikirim Jepang sebagai bantuan kemanusiaan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla. Helikopter belum dioperasikan karena jarak pandang di Kalimantan Barat rendah dan kualitas udara berada pada kategori berbahaya.
  • How?
    Bantuan diintegrasikan dengan satgas TNI dan BNPB. Jepang bersedia mengoperasikan helikopter saat jarak pandang mencapai 3.500 hingga 5.000, sementara Kemhan menugaskan tiga personel keselamatan untuk koordinasi operasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menteri Pertahanan Sjafrie datang ke kapal Jepang JS Kunisaki di Kalimantan Barat. Jepang membawa tiga helikopter untuk memadamkan kebakaran hutan. Helikopternya belum terbang karena udara berasap dan susah melihat. Sjafrie ingin helikopter dipakai di Ketapang. Bantuan Jepang membantu TNI dan BNPB memadamkan api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kunjungan Menhan ke JS Kunisaki memperlihatkan koordinasi langsung yang mendukung pemanfaatan bantuan Jepang secara terukur. Meski kondisi jarak pandang belum aman untuk penerbangan di sejumlah wilayah Kalbar, rencana mengarahkan operasi ke Ketapang menunjukkan perhatian pada keselamatan sekaligus optimalisasi helikopter. Dukungan itu tetap terintegrasi dengan satgas TNI dan BNPB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada Selasa, 15 September 2026 mengunjungi kapal milik militer Jepang, JS Kunisaki yang sedang bersandar di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat. Kapal JS Kunisaki membawa tiga helikopter Chinook CH-47 yang dikerahkan Jepang untuk membantu operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

Di atas kapal dengan bobot 13 ribu ton itu, Sjafrie menyampaikan apresiasi secara langsung kepada unsur pimpinan pasukan bela diri Jepang. Mantan Pangdam Jaya itu terlihat sempat berdiskusi dengan para pimpinan delegasi Jepang yang meliputi Komandan Pasukan Gabungan, Kolonel Nakahara Syunzi; Komandan Skadron Amfibi pertama, Kolonel Noma Toshihide; Komandan Kapal JS Kunisaki, Letnan Kolonel; Komandan Skadron CH-47, Letnan Kolonel Wakatsuki dan pimpinan tim aju Kolonel Ichihasi.

"Di dalam diskusi itu, Menhan Sjafrie menerima laporan langsung terkait kondisi serta perkembangan operasional pasukan Jepang di lapangan," ungkap Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, di dalam keterangannya pada Rabu (16/9/2026).

Bahkan dari atas kapal JS Kunisaki, Sjafrie sempat berkomunikasi melalui telepon dengan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi. Menhan Koizumi terdengar memberikan instruksi kepada jajarannya.

"Sebagai Menhan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi atas respons cepat dalam memberikan bantuan helikopter CH-47 yang dilengkapi kemampuan pemadaman kebakaran," tutur dia menirukan kalimat Sjafrie.

Apakah Helikopter Chinook CH-47 yang diboyong Jepang sudah beroperasi?

1. Helikopter Chinook CH-47 belum bisa beroperasi meski sudah tiba pekan lalu

Helikopter Chinook CH-47 yang berada di kapal JS Kunisaki milik militer Jepang. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Sementara, menurut informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tiga helikopter Chinook CH-47 belum bisa diterjunkan untuk membantu memadamkan karhutla di Kalbar. Hal itu lantaran jarak pandang di Kalbar yang masih rendah. Sehingga dianggap membahayakan untuk menerbangkan alat transportasi udara.

"Bantuan helikopter Jepang sudah tiba di Kalimantan Barat namun belum bisa dioperasikan karena memang visibility sangat rendah. Jepang baru bersedia melakukan operasi ketika visibility berada di jangkauan 3.500 hingga 5.000," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan ketika memberikan keterangan pada Selasa, 15 September 2026.

Informasi dari BNPB dikonfirmasi oleh Menhan Sjafrie. Itu sebabnya ia mengusulkan rencana pergeseran operasi ke wilayah selatan Kalimantan Barat, tepatnya Ketapang.

"Kondisi wilayah di sana lebih memadai bagi optimalisasi operasional alutsista helikopter CH-47," kata Rico.

2. Dukungan alutsista dari Jepang merupakan bantuan semata

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika berkunjung ke kapal JS Kunisaki milik militer Jepang saat bersandar di Pelabuhan Mempawah, Kalimantan Barat. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Rico juga menjelaskan, bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Negeri Sakura merupakan dukungan bagi satgas TNI dan BNPB. Alutsista yang dikirim oleh Jepang, kata Rico, bukan mengambil alih penanganan karhutla di Pulau Kalimantan.

"Dukungan dari Jepang diintegrasikan agar penanganan bencana dapat berjalan semakin cepat dan efektif," ujar Rico.

Kemhan juga menugaskan tiga personel keselamatan dari tiga matra TNI. Mereka bertugas untuk mendukung koordinasi operasional pelaksanaan bantuan. Sedangkan, Sjafrie di dalam kunjungannya ke Kapal JS Kunisaki mengatakan kehadiran bantuan merupakan wujud konkret dari implementasi hubungan bilateral dan kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Jepang.

"Kerja sama itu berlandaskan pada prinsip mutual respect dan mutual benefit," tutur dia.

3. Keadaan udara di Kalbar masuk kategori berbahaya

Data kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat per Senin, 14 September 2026. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan menyampaikan, jumlah area yang terbakar di Kalbar mencapai 48.535,73 hektare. Data itu merupakan gabungan dari SiPongi dan data di lapangan dari 31 Juli 2026 hingga 14 September 2026.

Sementara, titik api berjumlah 19 dengan estimasi luas lahan yang terbakar 261,5 hektare. Sebanyak 180,8 hektare dapat dipadamkan oleh satgas darat dan udara.

"Sehingga sisa lahan terbakar per Selasa, 15 September 2026 mencapai 80,7 hektare," ujar Berton pada Selasa kemarin.

Berton juga mengatakan, jarak pandang yang rendah atau kurang dari satu kilometer terjadi di Kota Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, Ketapang, Kubu Raya, Sintang, Kapuas Hulu, dan Kota Singkawang.

"Sedangkan kualitas udara di sana dikatakan berbahaya," katanya.

Ia menambahkan, penerbangan di area Kalbar disebut lancar. Baik itu penerbangan menuju ke Kalbar hingga yang keluar dari Kalbar.

"Ada beberapa delay. Tanggal 12 September dan 13 September bandara sempat ditutup," tutur dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article