Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menhut Bakal Susun Draft Perpres Badan Pengelola Gambut Bersama 22 Pakar
Menhut Raja Antoni di Rumah Runding Restorasi Gambut dan Mangrove, Desa Tanjung Leban, Bengkalis, Rabu (30/9/2026). (Dok. Kemenhut)
  • Menhut Raja Juli Antoni akan menggelar workshop bersama 22 pakar untuk membahas mandat, SOP, dan struktur organisasi BPGMN.

  • Hasil workshop akan menjadi bahan penyusunan draft Perpres tentang BPGMN.

  • BPGMN direncanakan berada langsung di bawah Presiden dengan anggaran tersendiri untuk memperkuat pencegahan karhutla.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (24/9/2026)

Raja Juli menjelaskan perbedaan BPGMN dengan BRGM sebelumnya. BPGMN ditujukan untuk mencegah karhutla secara efektif dan efisien.

minggu yang lalu

Presiden Prabowo Subianto mendengarkan usulan para ilmuwan dan akademisi dengan data mengenai kebutuhan satu badan untuk mengelola gambut dan mangrove.

Rabu (30/9/2026)

Menhut menyampaikan rencana workshop bersama 22 pakar. Hasil pembahasan akan menjadi bahan penyusunan draft Perpres mengenai BPGMN.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Workshop digelar untuk membahas mandat, SOP, dan struktur organisasi Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional atau BPGMN.
  • Who?
    Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, 22 pakar, ahli mangrove, pemangku kebijakan kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah.
  • Where?
    Rumah Runding Restorasi Gambut dan Mangrove, Desa Tanjung Leban, Bengkalis.
  • When?
    Rabu (30/9/2026).
  • Why?
    Untuk menyusun draft Peraturan Presiden mengenai BPGMN dan memperkuat upaya pencegahan karhutla.
  • How?
    Pembahasan dilakukan bersama pakar, ahli mangrove, serta pemangku kebijakan dengan menggunakan masukan, riset, dan data.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menhut Raja Juli Antoni mau bertemu 22 pakar untuk membahas badan baru bernama BPGMN. Mereka akan membicarakan tugas, aturan kerja, dan susunan organisasinya. Ahli mangrove dan pemerintah juga ikut. Hasil pertemuan akan dipakai membuat draft Perpres. Badan ini direncanakan langsung berada di bawah Presiden dan membantu mencegah karhutla.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akan bertemu 22 ahli untuk membuat aturan bagi Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional. Badan ini mau menjaga tanah gambut dan mangrove agar hutan tidak mudah terbakar. Presiden Prabowo ingin badan ini langsung di bawah Presiden, punya uang sendiri, dan membantu enam provinsi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rencana workshop mempertemukan pakar, ahli mangrove, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah dalam pembahasan BPGMN. Keterlibatan berbagai pihak memberi ruang bagi mandat, SOP, serta struktur organisasi lembaga dibahas bersama. Hasilnya akan menjadi bahan penyusunan draft Perpres, sementara keputusan pengelolaan disebut didasarkan pada riset dan data.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bakal menggelar workshop bersama 22 pakar yang sebelumnya diundang ke Istana untuk membahas Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

Para pakar tersebut akan bersama-sama membahas mandat, SOP, serta struktur organisasi BPGMN agar dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Selain para pakar, pembahasan juga akan melibatkan ahli mangrove serta pemangku kebijakan dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

“Hasil pembahasan tersebut akan menjadi bahan untuk menyusun draft Peraturan Presiden (Perpres) mengenai lembaga baru tersebut,” kata Menhut di Rumah Runding Restorasi Gambut dan Mangrove, Desa Tanjung Leban, Bengkalis, Rabu (30/9/2026).

1. Keputusan Presiden didasari riset dan data

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni menyebut Lanskap Bujang Raba di Jambi sebagai contoh keberhasilan masyarakat dalam menjaga hutan dari Karhutla. (Dok. Kemenhut)

Raja Antoni mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendengarkan masukan para ilmuwan dan akademisi dalam menentukan kebijakan pengelolaan gambut dan mangrove. Menurutnya, keputusan tersebut didasarkan pada hasil riset dan data yang disampaikan para ahli.

“Pak Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan keputusan, beliau adalah pendengar saya katakan tadi, mendengar para ilmuwan memutuskan policy berdasarkan riset, berdasarkan penelitian. Riset best policy,” ujarnya.

2. BPGMN dibentuk untuk memperkuat upaya pencegahan Karhutla

Menhut Raja Juli Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Guntung Damar, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8/2026). (dok. Kemenhut)

Raja Antoni mengatakan keputusan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan rencana pembentukan BPGMN. Ia menyebut pengelolaan gambut menjadi penting, salah satunya untuk memperkuat upaya pencegahan Karhutla.

“Beliau mendengar langsung minggu yang lalu usulan dari para ilmuwan, para akademisi dengan data yang cukup bahwa Indonesia membutuhkan satu badan untuk secara serius mengelola gambut dan manggrove,” ujar Raja Antoni.

3. BPGMN langsung berada di bawah Presiden

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni usai melakukan pengecekkan penanganan Karhutla di wilayah Ibu Kota Negara (IKN), Senin (14/9/2026). Pengecekkan dilakukan bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono. (dok. Kemenhut)

Sebelumnya, Raja Juli menjelaskan, tujuan BPGMN itu dibentuk untuk mencegah terjadi karhutla secara efektif dan efisien.

"Dan oleh karena itu nanti lembaga ini berbeda dengan BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove) sebelumnya yang berada di bawah Kementerian Kehutanan, ya, sebelum sempat dibubarkan," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Raja Juli menjelaskan, tujuan BPGMN itu dibentuk untuk mencegah terjadi karhutla secara efektif dan efisien.

"Dan oleh karena itu nanti lembaga ini berbeda dengan BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove) sebelumnya yang berada di bawah Kementerian Kehutanan, ya, sebelum sempat dibubarkan," kata dia.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menegaskan, BPGMN harus berada langsung di bawah Presiden. Oleh karenanya, badan tersebut nantinya memiliki anggaran tersendiri.

"Tadi Pak Presiden mengatakan, badan ini akan langsung berada di bawah Pak Presiden, diisi oleh para ilmuwan dan juga para profesional yang kemudian juga dilengkapi tentunya dengan anggaran yang cukup, ya, untuk kemudian kita dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan terutama di enam provinsi yang berbasis gambut, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," ujar dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article