Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menkes Budi Cek Dua RS Lapangan untuk Korban Gempa NTT
Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau RS Lapangan di NTT. (Uni Lubis/IDN Times)
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau dua RS Lapangan di RSUD Ruteng, Manggarai, dan RSUD Aeramo, Nagekeo, setelah gempa magnitudo 7,7 merusak parah kedua rumah sakit.
  • Kemenkes mempercepat pengadaan peralatan dan tenda agar RS Lapangan segera beroperasi, dengan prioritas penanganan pasien serta keselamatan staf di tengah kerusakan fasilitas.
  • Tim medis lintas daerah, termasuk dukungan RS Kariadi Semarang, dikerahkan bersama logistik prioritas; Pusat Krisis Kesehatan terus memantau kebutuhan pemulihan di wilayah terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Labuhan Bajo, IDN Times - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau Rumah Sakit Lapangan bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam kunjungan dua hari di area terdampak.

Kemenkes membangun RS Lapangan di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo.

Pendirian fasilitas kesehatan darurat ini untuk memastikan kesiapan pelayanan medis sekaligus mendukung pemulihan fasilitas kesehatan pascagempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah NTT pada Sabtu 15 Agustus 2026.

Kedua RS utama daerah, yaitu RSUD Ruteng dan RSUD Aeramo rusak parah dan tidak bisa digunakan sementara waktu.

"Saya ingin memastikan RS Lapangan segera berfungsi, sehingga pasien-pasien segera ditangani dengan baik. Prioritasnya menyelamatkan nyawa," kata Budi, yang mengecek langsung kondisi sejumlah pasien.

Keluhan kekurangan peralatan medis dan tenda misalnya, langsung ditindaklanjuti Budi dengan meminta tim Kemenkes mengadakan yang dibutuhkan. "Segera ya. Secepatnya. Besok," kata Budi.

1. RS Lapangan dibangun agar korban gempa dapat layanan cepat dan optimal

RS Lapangan yang dibangun Kemenkes di NTT. (Uni Lubis/IDN Times)

Kepala Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes, Agus Jamaludin, menyampaikan bahwa pengiriman dan pendirian RS Lapangan tersebut merupakan langkah cepat dari aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) guna merespons kondisi fasilitas kesehatan yang terdampak gempa.

"Saat ini kami tengah mendirikan dua RS Lapangan di RSUD Ruteng Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo Kabupaten Nagekeo. Langkah ini krusial untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang optimal dan aman, mengingat kedua fasilitas tersebut mengalami kerusakan," ujar Agus di Kab. Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dikutip Rabu (19/8/2026).

Sebagai tindak lanjut di lapangan, Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit Nagekeo pada Selasa (18/8/2026) telah berkoordinasi dengan Direktur RSUD Aeramo terkait operasional RS Lapangan.

2. Layanan medis dibantu tim dari RS Kariadi, Semarang

RS Lapangan yang dibangun Kemenkes di NTT. (Uni Lubis/IDN Times)

Tim juga bekerja sama dengan petugas Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit (IPRS) untuk memantau kondisi kerusakan ruang perawatan secara menyeluruh guna menjamin keamanan staf dan pasien. Berdasarkan hasil koordinasi sementara, RSUD Aeramo sangat membutuhkan tambahan tenda untuk menunjang RS Lapangan tersebut.

Untuk memperkuat pelayanan medis, tim yang dikerahkan mencakup tenaga kesehatan dengan berbagai kompetensi. Tim ini terdiri dari dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, satu dokter umum, serta perawat spesifik (IGD, anestesi, dan kamar operasi).

Tenaga medis ini dikumpulkan dari Tim Utama yang melibatkan unsur kesehatan dari Kupang, RS Wahidin Makassar, RS Leimena Ambon, dan RS Ben Mboi Kupang, dengan dukungan tim pendukung dari RS Kariadi Semarang

3. Dipantau langsung dari Pusat Krisis Kesehatan

RS Lapangan yang dibangun Kemenkes di NTT. (Uni Lubis/IDN Times)

Selain di Nagekeo, tim medis yang ditugaskan ke RSUD Ende juga disiagakan untuk mendukung operasional di RSUD Aeramo apabila terjadi lonjakan kebutuhan akibat dampak lanjutan gempa.

Dalam pelaksanaan respons medis ini, Tim EMT turut membawa sejumlah dukungan logistik prioritas, antara lain vaksin dari Bio Farma, satu unit Emergency Kit, 2.000 buah masker, 1.000 kantong infus HS NS, dan 400 pasang sarung tangan medis.

Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengidentifikasi kebutuhan lanjutan bersama pemerintah daerah, demi mempercepat pemulihan fungsi fasilitas kesehatan di seluruh wilayah terdampak

Editorial Team

Related Article