Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan individu yang dikirim sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus memiliki kompetensi. Agar mereka tidak mudah terkena jerat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Padahal, PMI merupakan bagian penting dari pembangunan nasional.
"Maka, pendidikan vokasi, pemagangan, pelindungan pekerka serta pencegahan TPPO harus menjadi satu kesatuan kebijakan yang saling terhubung," ungkap Djamari di dalam keterangan yang dikutip pada Selasa (22/9/2026).
Ia menambahkan bekerja di luar negeri bukan semata-mata pilihan individu tetapi juga merupakan bagian dari strategi peningkatan kesempatan kerja, mobilitas ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Pelindungan PMI, kata purnawirawan jenderal TNI itu, harus dipandang sebagai sebuah rantai kebijakan yang utuh, mulai dari pendidikan, pelatihan, pemagangan, peningkatan kompetensi dan kemampuan bahasa.
"Rantainya terus berlanjut di proses perekrutan, penempatan, pelindungan selama bekerja hingga kepulangan dan reintegrasi," imbuhnya.
Ia mengatakan PMI menjadi perhatian serius bagi Presiden Prabowo Subianto. Bahkan, sebelum masuk ke dalam pemerintahan, Prabowo pernah membantu PMI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Wilfrida Soik. Prabowo membantu dengan menyewa pengacara terkenal asal Malaysia untuk membantu Wilfrida yang terjerat kasus pembunuhan pada 2014. Hasilnya pada 2015, Wilfrida dibebaskan dari segala tuntutan.
