Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mensos Usul Bansos Ditambah Imbas Perang Timur Tengah
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf di Gedung Kemensos, Jumat (13/3/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Gus Ipul menilai perang di Timur Tengah bisa memicu inflasi dan menurunkan daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok rentan pada Desil 1 hingga Desil 4.
  • Ia mengusulkan penguatan bansos melalui top-up bantuan dan perluasan penerima sementara, dengan pembaruan data sebagai kunci mencegah lonjakan kemiskinan.
  • Mensos meminta jajarannya siaga selama Lebaran untuk memastikan layanan bagi kelompok rentan tetap berjalan dan kesiapan logistik bantuan terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
22 Maret 2026

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa perang di Timur Tengah berpotensi menimbulkan inflasi dan penurunan daya beli masyarakat Indonesia. Ia menilai dampak tersebut dapat memengaruhi kelompok rentan pada Desil 1 hingga Desil 4 DTSEN.

22 Maret 2026

Gus Ipul menekankan pentingnya pemutakhiran data untuk mencegah lonjakan kemiskinan baru serta mengusulkan penguatan bansos melalui top-up bantuan dan perluasan sementara penerima seperti BLTS.

22 Maret 2026

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul memerintahkan jajarannya agar tetap siaga selama Lebaran dengan memastikan kesiapan petugas, logistik bantuan, dan layanan bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, anak-anak rentan, dan korban bencana.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengusulkan penambahan bantuan sosial sebagai langkah antisipasi dampak sosial ekonomi akibat perang di Timur Tengah yang berpotensi memicu inflasi dan penurunan daya beli masyarakat.
  • Who?
    Saifullah Yusuf atau Gus Ipul selaku Menteri Sosial, bersama jajaran Kementerian Sosial yang diminta tetap siaga menghadapi potensi dampak sosial dan ekonomi terhadap kelompok rentan.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta, dengan fokus kebijakan ditujukan untuk masyarakat Indonesia, khususnya kelompok rentan di berbagai daerah.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Minggu, 22 Maret 2026, menjelang masa libur Lebaran ketika kesiapsiagaan petugas sosial juga diperkuat.
  • Why?
    Usulan ini muncul karena perang di Timur Tengah dinilai dapat menimbulkan tekanan ekonomi global yang berdampak pada inflasi domestik serta menurunkan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
  • How?
    Pemerintah melalui Kementerian Sosial akan memperkuat data penerima bansos, mempertimbangkan top-up bantuan dan perluasan sementara penerima BLT, serta memastikan kesiapan petugas dan logistik selama periode krisis dan libur Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gus Ipul bilang ada perang di Timur Tengah dan itu bisa bikin harga barang naik. Kalau harga naik, orang susah beli barang. Jadi Gus Ipul mau bantuan untuk orang miskin ditambah supaya mereka tidak kesusahan. Ia juga suruh semua petugas siap bantu orang tua, anak kecil, dan orang yang butuh waktu Lebaran nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan perang yang saat ini terjadi di Timur Tengah berisiko menimbulkan dampak sosial berupa inflasi dan penurunan daya beli masyarakat Indonesia. Gus Ipul menilai, kondisi tersebut bisa berdampak pada masyarakat kelompok rentan pada Desil 1 hingga Desil 4 DTSEN.

"Bisa jadi yang berada di Desil 5 turun ke Desil 4, 6 misalnya bisa turun. Kita belum bisa mengukur secara langsung," ucap Gus Ipul dalam keterangan, Minggu (22/3/2026).

1. Penerima bansos ada yang naik dan turun kelas

Mensos Saifullah Yusuf bersama Menkop Ferry Juliantono, Menteri Desa Yandri Susanto, menghadiri penandatanganan PKS PM bansos melalui Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Serang, Selasa (24/2/2026). (Dok. Biro Humas Kemensos)

Menurut Gus Ipul akan ada satu proses yang mungkin membuat seseorang atau keluarga turun kelas. Namun pasti juga ada penerima bansos yang naik kelas.

"Tapi juga kita harus yakin dan bisa meyakini juga akan ada sebagian lagi yang naik kelas. Karena begitulah siklusnya," ungkap.

2. Data jadi kunci cegah lonjakan kemiskinan

Ilustrasi bansos/ Dok Kemensos

Sehingga, Gus Ipul menyebut data menjadi kunci utama untuk mencegah lonjakan kemiskinan baru dan menahan kerentanan sosial. Menurutnya, dalam situasi krisis perlu adanya penguatan bansos di antaranya opsi top-up bantuan dan perluasan sementara penerima seperti BLTS.

"Data-data harus terus dimutakhirkan. Jangan sampai kita kedodoran ketika nanti ada top-up atau juga perluasan penerima sementara. Jadi saya minta ini betul-betul diantisipasi. Perkuat kolaborasi, perkuat langkah untuk merespon berbagai perkembangan yang ada di masyarakat," kata Gus Ipul.

3. Mensos perintahkan jajaran tetap siaga

IIustrasi penyaluran bansos di POS. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul meminta jajarannya memperkuat kesiapsiagaan dan ketersediaan petugas piket saat Lebaran. Ia memerintahkan pejabat sentra, balai, maupun unit layanan agar mengecek ulang kesiapan personel serta dukungan operasional.

Kesiapsiagaan ini terutama ditujukan untuk layanan kelompok rentan, seperti lansia tunggal, penyandang disabilitas, anak-anak rentan, masyarakat miskin ekstrem, korban bencana, dan warga terlantar agar tidak terabaikan selama libur Lebaran.

"Antisipasi kedaruratan sosial dan bencana, potensi bencana, kecelakaan, gangguan mobilitas dan kedaruratan sosial harus diantisipasi sejak dini. Cek kembali buffer stock, logistik bantuan, kesiapan petugas, dan kecepatan distribusi," kata Gus Ipul.

Editorial Team