Cair, Mensos Ungkap Bansos Reguler 90 Persen Sudah Disalurkan

- Kemensos mencatat penyaluran bansos reguler triwulan pertama 2026 sudah mencapai lebih dari 90 persen secara nasional untuk program PKH dan BPNT menjelang bulan Ramadan.
- Di wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kemensos menyalurkan bantuan senilai Rp1,8 triliun kepada sekitar 1,7 juta keluarga penerima manfaat.
- Kemensos juga menyalurkan bansos adaptif berupa santunan ahli waris, bantuan logistik, serta jaminan hidup bagi lebih dari 175 ribu penerima manfaat dengan total nilai mencapai Rp238 miliar.
Jakarta, IDN Times – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan proses penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler pada triwulan pertama 2026 terus berjalan. Hingga awal Ramadan 2026, tercatat realisasi penyaluran bansos reguler telah mencapai 90 persen secara nasional.
"Alhamdulillah, proses penyaluran bansos reguler terus berjalan dan sekarang sudah lebih dari 90 persen secara nasional, untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun untuk Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau bantuan sembako," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026).
1. Kemensos salurkan bansos di wilayah bencana senilai Rp1,8 triliun

Sementara itu, untuk mendukung proses pemulihan dan stimulus ekonomi di wilayah terdampak bencana seperti Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Kemensos telah menyalurkan bansos PKH dan sembako kepada 1,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nilai Rp1,8 triliun.
"Bansos reguler untuk tiga provinsi itu diberikan kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat, nilai anggaranya Rp1,8 triliun," ujarnya.
2. Kemensos menyalurkan bansos adaptif

Selain bansos reguler, Kemensos juga menyalurkan bansos adaptif atau kebencanaan di tiga provinsi tersebut, meliputi bantuan logistik dan dapur umum, santunan kematian serta luka, jaminan hidup (Jadup) dan bantuan pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak bencana. Rinciannya, yakni santunan ahli waris bagi korban yang meninggal dunia, yang sudah disalurkan kepada 990 ahli waris, dengan nilai Rp14 miliar lebih.
"Dan ini terus, setiap ada surat, setelah diketemukan ahli warisnya, langsung kami salurkan untuk tiga provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara," katanya.
3. Kemensos salurkan jadup

Kemudian pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra, Kemensos menyalurkan bantuan jaminan hidup yang ditujukan bagi 175.211 penerima manfaat, senilai Rp450 ribu per orang selama tiga bulan.
"Nilainya Rp238 miliar lebih, ini sudah mulai proses salur, karena tentu penerima manfaatnya sudah terverifikasi. Mulai dari usulan pemerintah daerah dan ditandatangani oleh Pak Mendagri sebagai Ketua Satgas Percepatan Rekonstruksi dan Rehabilitasi. Lalu, kami mulai salurkan secara bertahap melalui PT POS maupun BSI," jelas Gus Ipul.


















