Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya telah menetapkan pemilik wedding organizer (WO), Ayu Puspita sebagai tersangka penipuan. Ayu diduga memperdaya korbannya dengan menawarkan paket pernikahan murah dengan beragam fasilitas murah.
"Pertama yang ditawarkan adalah paket yang murah. Kemudian dari paket yang murah tersebut, itu ada fasilitas lain yang ditawarkan. Misalkan tempat pelaksanaan pernikahan yang fantastis. Kemudian ada paket liburan ke tempat-tempat yang ditawarkan oleh para tersangka," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers, Sabtu (13/12/2025).
Sebagai contoh, korban ditawarkan paket wedding organizer dengan tambahan paket honeymoon ke Bali, sehingga harga yang ditawarkan terlihat murah dan korban tertarik.
"Ke Bali misalkan dengan paket wisata, dengan paket honeymoon, sehingga itu menarik para korban untuk menggunakan jasa dari para tersangka," ujarnya.
Iman mengatakan, Ayu membuat wedding organizer sejak 2016. Namun, baru berbadan hukum pada 2024.
Sementara itu, uang yang diterima dari para korban diduga dipakai untuk keperluan pribadi pelaku, antara lain melunasi cicilan pembelian rumah hingga jalan-jalan ke luar negeri.
"Dari keuntungan yang diperoleh atas perbuatan yang dilakukan oleh para tersangka ini digunakan untuk kepentingan pribadi, baik itu untuk membayar cicilan rumah, kemudian untuk kegiatan jalan-jalan ke luar negeri, dan untuk kepentingan-kepentingan pribadi yang lainnya," ujarnya.
Polisi telah menerima setidaknya 207 aduan terkait penipuan WO Ayu Puspita. Kerugian para korban diperkirakan mencapai Rp11,58 miliar.
"Ini kami hitung berkisar jumlahnya tadi sebagaimana disampaikan 11,5 miliar. (Mencapai) 11,5 miliar ya, Rp11.588.117.160," ujarnya.
Dalam perkara ini, polisi telah menetapkan dua tersangka. Mereka adalah Ayu Puspita dan adiknya, Dimas.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Modus Penipuan WO Ayu Puspita: Paket Liburan hingga Honeymoon Murah

Konferensi pers kasus penipuan WO Ayu Puspita (dok.Humas Polda Metro Jaya)
Curated For You
- Bos WO Ayu Puspita dan Suami Jadi Tersangka Penipuan dan Penggelapan09 Dec 2025, 12:18 WIB
- Jadi Tersangka Penipuan, Polisi Tahan Bos WO Ayu Puspita dan Suami09 Dec 2025, 12:28 WIB
- Polisi Terima 207 Aduan WO Ayu Puspita, Kerugian Rp11,58 Miliar 13 Dec 2025, 15:02 WIB
Editorial Team
EditorJujuk Ernawati
Related Article
AS Dorong Kelonggaran Regulasi AI dalam Pertemuan Menteri G2005 Sep 2026, 20:10 WIB
Pemindahan Payroll ASN ke Bank Himbara akan Berdampak ke Pemda05 Sep 2026, 20:01 WIB
Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, 4 Wilayah Riau Jadi Perhatian05 Sep 2026, 19:51 WIB
ITDC Sebut Hosting Fee MotoGP Mandalika 2026 Sudah Beres05 Sep 2026, 19:45 WIB
Ketua MPR Soroti Kekerasan di Pesantren: Harus Terus Berbenah05 Sep 2026, 19:42 WIB
Nonton Film Dapat Bonus Puluhan Juta? Ternyata Modus Scam05 Sep 2026, 19:42 WIB
Selamat dari Karhutla, Anak Orangutan Peluk Erat Induknya saat Dievakuasi05 Sep 2026, 19:42 WIB
Kemenhut Deteksi 818 Hotspot Karhutla di Indonesia, Kalimantan Barat Hujan05 Sep 2026, 19:16 WIB
Tinjau Karhutla Lais, Gubernur Incar 977 Hektare Lahan Cetak Sawah05 Sep 2026, 19:01 WIB
Terhalang Kabut Asap, 4 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Palindra05 Sep 2026, 18:41 WIB
Karhuta di Jatim Melanda 6 Gunung dan Bukit, Terparah di Semeru05 Sep 2026, 18:31 WIB
Jumenengan PB XIV Hangabehi di Solo, Dihadiri Raja-raja se-Nusantara05 Sep 2026, 18:30 WIB
Beredar Susunan Pengurus PBNU, Gus Fahrur: Hoax05 Sep 2026, 18:29 WIB
Dampak Erupsi GAK Meluas, Abu Vulkanik Guyur Tanggamus hingga Pesibar05 Sep 2026, 18:27 WIB
Dapat Gelar Honoris Causa dari Unhas, Xanana: Ini Tanggung Jawab Besar05 Sep 2026, 18:19 WIB
Anak 15 Tahun Pengungsi Gempa Flores Diduga Jadi Korban Asusila05 Sep 2026, 18:16 WIB
AS Akan Sanksi Nikaragua usai Ortega Larang Oposisi Ikut Pemilu 05 Sep 2026, 18:14 WIB
Rusia Evaluasi Dampak Serangan Ukraina terhadap Ekonomi Nasional05 Sep 2026, 18:00 WIB
Geothermal Gedongsongo Beresiko Timbulkan Bencana Baru di Semarang05 Sep 2026, 18:00 WIB
Laga Awal Hadapi PSM di GBLA, Persib Pastikan Tiga Pemain Absen05 Sep 2026, 17:45 WIB