Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Momen 4 Pesawat Tempur Mendarat di Tol Paspro, Warga Antusias Nonton

4 min read
Momen 4 Pesawat Tempur Mendarat di Tol Paspro, Warga Antusias Nonton
Jet tempur F-16 Fighting Falcon ketika melakukan uji coba take off dan landing di Jalan Tol Paspro. (www.instagram.com/@militer.udara)
  • Empat pesawat tempur, terdiri dari Super Tucano dan F-16, menguji pendaratan serta lepas landas di Tol Paspro pada 22 Oktober 2026, disaksikan warga sekitar.
  • TNI AU memanfaatkan ruas Tol Paspro sepanjang 3,5 kilometer sebagai landasan alternatif untuk menguji kesiapan operasional dalam kondisi darurat, sambil menegaskan keselamatan pengguna jalan tetap diutamakan.
  • TNI AU memetakan tol lain, termasuk Cibinong-Cilincing dan Lampung, sebagai kandidat landasan darurat; uji serupa sebelumnya berlangsung di Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Suasana di ruas tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) mendadak lengang pada Kamis, 22 Oktober 2026 pagi. Ruas tol sepanjang 3,5 kilometer dengan lebar 24 meter yang biasanya ramai dilewati kendaraan itu disulap menjadi landasan pacu darurat pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara (AU).

Warga sekitar terlihat berkumpul di samping ruas tol di KM 834 hingga 837+500. Mereka rupanya ingin menyaksikan empat pesawat tempur yang melakukan uji coba lepas landas dan mendarat di sana.

Uji coba mulai dilakukan oleh dua pesawat EMB-314 Super Tucano dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang sekitar pukul 09.00 WIB. Kedua pesawat itu lebih dulu melintas di ketinggian rendah untuk pengecekan akhir runway. Kemudian, disusul pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Lanud Iswahjudi Madiun.

Dikutip dari keterangan video yang dikirimkan oleh TNI AU, setelah mendapatkan izin dari menara kontrol darurat yang disiapkan di sisi tol, Super Tucano melakukan manuver pertama. Dari arah timur, pesawat merendah, roda pendaratan terbuka dan mendarat mulus di atas aspal tol yang markanya telah dimodifikasi menyerupai landasan pacu. Suara mesin meraung keras disambut tepuk tangan warga yang menonton.

Tak berselang lama, giliran jet tempur F-16 yang melakukan pendaratan. Dengan kecepatan tinggi, jet tempur buatan Amerika Serikat (AS) itu menyentuh landasan, mengerem dalam jarak pendek lalu melaju dengan pelan sempurna di tengah ruas tol.

Setelah dinyatakan aman oleh tim teknis, kedua pesawat melakukan take off. Mesin dinyalakan penuh, pesawat kemudian melaju kencang di atas tol lalu terangkat ke udara. Pesawat meninggalkan kepulan asap tipis di ujung runway.

  1. 1. Uji coba mendarat dan lepas landas dilakukan sebagai upaya alternatif dalam kondisi darurat

    F-16, Fighting Falcon, TNI AU
    Jet tempur F-16 Fighting Falcon ketika melakukan uji coba take off dan landing di Jalan Tol Paspro. (www.instagram.com/@militer.udara)

    Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal, Tonny Harjono, mengatakan, uji coba lepas landas dan mendarat di jalan tol, dilakukan sebagai alternatif untuk mendukung operasi udara. Ini juga merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan infrastruktur tol sebagai landasan alternatif dalam kondisi tertentu.

    "Uji coba ini merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk menguji kesiapan operasional serta kemampuan. Itu sebabnya kami memanfaatkan infrastruktur daerah, terutama di jalan tol sebagai landasan alternatif dalam mendukung operas udara," kata Tonny.

    Uji coba pendaratan dan lepas landas dua pesawat tempur itu dilakukan pada periode 19 Oktober-22 Oktober 2026. Meski begitu, Tonny menggarisbawahi fungsi utama jalan tol yang tetap digunakan sebagai sarana transportasi masyarakat. Dengan begitu, kepentingan publik dan aspek keselamatan pengguna jalan tetap diutamakan.

  2. 2. TNI AU nilai masih ada tol lain yang berpotensi dijadikan landasan pacu darurat

    Tonny Harjono, KSAU
    Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Tonny Harjono (kedua dari kanan) ketika meninjau uji coba landing dan take off di Tol Paspro. (www.instagram.com/@militer.udara)

    Tonny mengatakan, selain Tol Pasuruan-Probolinggo, ada sejumlah jalan tol lainnya yang berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif untuk pendaratan darurat. Ruas tol tersebut antara lain Tol Cibinong-Cilincing hingga tol di Lampung. Bahkan, ada pula rencana pembangunan jalan tol di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

    "Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pembangunan dan pemetaan jalan tol agar sejumlah ruas yang memenuhi persyaratan untuk dapat disiapkan sebagai landasan alternatif demi mendukung operasi udara," kata dia.

  3. 3. Uji coba pendaratan dan lepas landas jet tempur sudah pernah dilakukan di Tol Terbanggi Besar

    Super Tucano EMB-314, TNI AU
    Pesawat Super Tucano EMB-314 milik TNI Angkatan Udara (AU) ketika mendarat di jalan tol Pasuruan-Probolinggo. (www.instagram.com/@militer.udara)

    Sebelumnya, uji coba pendaratan dan lepas landas sudah pernah dilakukan di Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Lampung pada 11 Februari 2026. Pesawat tempur yang melakukan pendaratan juga F-16 Fighting Falcon dan Super Tucano EMB-314.

    Mantan Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, mengatakan, uji coba pendaratan jet tempur di jalan tol itu menjadi penanda penting penguatan sistem pertahanan negara. Hal itu, kata dia, menunjukkan kesiapan infrastruktur sipil yang dapat difungsikan untuk kepentingan pertahanan saat kondisi darurat.

    "Dilaksanakan pada hari ini, ini untuk yang pertama kali ya, uji coba pendaratan pesawat tempur di jalan tol. Alhamdulillah, hari ini dapat kita laksanakan dengan aman dan lancar," ujar Donny.

    Dia mengatakan, uji coba ini bukan sekadar atraksi, melainkan bagian dari konsep besar pertahanan negara yang melibatkan seluruh elemen, termasuk infrastruktur sipil.

    "Jalan tol disiapkan sebagai alternatif landasan pacu ketika pangkalan udara tidak dapat digunakan," kata dia.

    Dia mengatakan, konsep ini sejalan dengan sistem pertahanan semesta yang menempatkan seluruh komponen bangsa sebagai bagian dari upaya bela negara, termasuk kementerian teknis, operator jalan tol, hingga masyarakat.

    "Ini adalah perwujudan sistem pertahanan semesta. Pertahanan negara bukan hanya urusan TNI, tetapi melibatkan kementerian, pengelola jalan tol, dan masyarakat yang hari ini bersedia mengalah menggunakan jalur alternatif," ucap dia.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More