Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ratu Thailand Cetak Sejarah, Terbang Solo dengan Jet Tempur Gripen

3 min read
Ratu Thailand Cetak Sejarah, Terbang Solo dengan Jet Tempur Gripen
Ratu Suthida dari Kerajaan Thailand berhasil terbang solo dengan jet tempur Gripen dan disaksikan Raja Thailand. (Dokumentasi AFP)
  • Ratu Suthida mencetak sejarah sebagai pilot perempuan pertama yang menerbangkan jet tempur Gripen secara solo di pangkalan militer Provinsi Surat Thani, Kamis 8 Oktober 2026.
  • Penerbangan solo dilakukan setelah pelatihan simulasi dan latihan Gripen dua kursi, mengikuti standar Angkatan Udara Thailand; Raja Vajiralongkorn menyerahkan bunga serta lencana Golden Gripen Order.
  • Mantan pramugari Thai Airways ini telah mengumpulkan 1.190 jam terbang sejak belajar pada 2010, sementara Raja Vajiralongkorn juga pilot bersertifikat dan pernah menerbangkan Boeing 737-800 ke Bhutan bersama Suthida.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ratu Thailand, Suthida, mengukir sejarah pada Kamis (8/10/2026). Dia berhasil melakukan penerbangan solo dengan jet tempur Gripen buatan Swedia. Momen bersejarah itu disaksikan secara langsung oleh sang suami, Raja Maha Vajiralongkorn, yang juga mengantongi sertifikasi untuk menerbangkan pesawat.

Harian Singapura, Straits Times, Sabtu (10/10/2026), melaporkan penerbangan solo itu dilakukan di sebuah pangkalan militer di selatan Provinsi Surat Thani. Biro Pers Kerajaan kemudian mempublikasikan momen Ratu Suthida berhasil menerbangkan jet tempur tersebut.

Dia akhirnya dibolehkan terbang solo usai mengikuti pelatihan simulasi selama beberapa minggu. Selain itu, dia juga melakukan latihan menerbangkan jet tempur Gripen yang memiliki dua tempat duduk. Usai mendarat, Raja Maha Vajiralongkorn, menyerahkan karangan bunga dan menyematkan lencana Golden Gripen Order di lengan kirinya.

  1. 1. Ratu Suthida jadi pilot perempuan pertama yang menerbangkan jet Gripen

    Lebih lanjut, usai sukses menerbangkan sendiri jet tempur Gripen, Ratu Suthida menjadi pilot perempuan pertama yang menerbangkannya. Ratu Suthida mengikuti program pelatihan mengemudikan jet tempur Gripen secara pribadi pada periode 20 Agustus hingga 4 September 2026.

    Latihan yang dijalani oleh Ratu Suthida sesuai dengan proses personel Angkatan Udara Thailand. Instruktur dan spesialis penerbangan mengawasi program tersebut dan memberikan bimbingan sepanjang pelatihan.

  2. 2. Ratu Suthida sudah mengantongi 1.190 jam terbang

    Raja Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana menerima kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Thailand (dok. Media Ofisial Istana Kerajaan Thailand)
    Raja Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana menerima kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Thailand (dok. Media Ofisial Istana Kerajaan Thailand)

    Suthida sebelumnya merupakan pramugari yang bekerja di maskapai Thai Airways. Dia kemudian menikah dengan Raja Maha Vajiralongkorn pada 2019 beberapa hari sebelum diangkat menjadi raja. Suthida diketahui sudah mulai belajar menerbangkan pesawat sejak 2010. Ia telah mengantongi 1.190 jam terbang.

    Di sisi lain, Thailand sudah mengoperasikan skadron jet tempur Gripen C/D yang dibuat oleh Saab, perusahan asal Swedia. Pada 2025 lalu, Thailand meneken kesepakatan pembelian untuk tiga unit jet tempur Gripen E dan satu unit Gripen F senilai sekitar 556 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp9,94 triliun. Jet tempur itu dijadwalkan tiba di Thailand pada 2030.

  3. 3. Raja Thailand pernah menerbangkan pesawat Boeing 737-800 ke Bhutan

    Raja Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana menerima kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Thailand (dok. Media Ofisial Istana Kerajaan Thailand)
    Raja Maha Vajiralongkorn dan Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana menerima kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Thailand (dok. Media Ofisial Istana Kerajaan Thailand)

    Selain Ratu Suthida, Raja Maha Vajiralongkorn juga mengantongi sertifikasi sebagai pilot. Pasangan kerajaan itu pernah menjadi perbincangan di dunia maya lantaran menerbangkan sendiri pesawat komersial ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke Bhutan pada 2025 lalu.

    Dikutip dari laman NDTV World, kemudi dipegang oleh Raja Maha Vajiralongkorn. Sedangkan, Ratu Suthida bertindak sebagai kopilot. Mereka berhasil mendaratkan pesawat Boeing 737-800 dengan mulus di Bandara Internasional Paro, Bhutan. Padahal, medan di area tersebut tidak mudah bagi sebagian pilot.

    Raja Maha Vajiralongkorn juga merupakan seorang pilot militer yang memenuhi syarat untuk menerbangkan Northrop F-5, jet tempur F-16, dan Boeing 737-400. Kunjungannya ke Bhutan menjadi kedatangan perdana ke luar negeri usai naik takhta pada 2019 lalu.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More