Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama Inhutani V Dicky Yuana Rady sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Usai menjalani pemeriksaan seharian, Dicky bersama Aditya (Staf Perizinan SB Grup), dan Djunaidi (PT Paramitra Mulia Langgeng) digiring untuk diumumkan sebagai tersangka. Mereka berjalan dengan tangan diborgol dan memakai rompi oranye tahanan KPK.
Dicky terlihat tertutunduk lesu selama melangkah. Ketika melangkah ke mobil tahanan KPK pun, ia masih tertunduk. Ia enggan menjawab pertanyaan dan langsung masuk ke mobil tahanan.
KPK awalnya menangkap sembilan orang pada Rabu, 13 Agustus 2025. Setelah dilakukan pemeriksaan, KPK hanya menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Dicky Yuana Rady (Direktur Utama PT Inhutani V), Aditya (Staf Perizinan SB Grup), dan Djunaidi PT Paramitra Mulia Langgeng).
Djunaidi dan Aditya selaku pihak pemberi diduga melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan Dicky Yuana Rady diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Momen Dirut Inhutani V Tertunduk Lesu Usai Kena OTT KPK

Direktur Utama Inhutani V, Dicky Yuana Rady kena OTT KPK (IDN Times/Aryodamar)
Curated For You
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Komisaris Inhutani V Raffles Sempat Kena OTT KPK, Tapi Tak Ditahan14 Aug 2025, 22:10 WIB
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Usai OTT Inhutani V, KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang ke Perhutani14 Aug 2025, 19:05 WIB
- KPK: Dirut Inhutani V Dikasih Rubicon Rp2,3 Miliar14 Aug 2025, 18:21 WIB
Editorial Team
EditorDheri Agriesta
Related Article
Menhan Prancis Kunjungi PT PAL, Tinjau Progres Kapal Selam Scorpene RI25 Sep 2026, 23:38 WIB
Ekonom Sebut Indonesia Salah Arah, Nakhoda dan Kompas Disorot25 Sep 2026, 23:30 WIB
Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia jika AS Menyerang Lagi25 Sep 2026, 23:27 WIB
Netanyahu Sindir Zohran Mamdani di Sidang PBB: Wali Kota Antisemit25 Sep 2026, 23:23 WIB
Menkes Sidak Nutri Level Outlet Kopi Kekinian, Ini Hasilnya25 Sep 2026, 23:17 WIB
80 Negara di PBB Kecam Serangan Iran dan Blokade Selat Hormuz25 Sep 2026, 23:09 WIB
3 Lokasi Kesulitan Air Bersih, Polresta Banjarmasin Salurkan Bantuan25 Sep 2026, 23:04 WIB
Daftar Napi Kelas Kakap di Lapas Cibinong: Ferdy Sambo Cs hingga Harvey Moeis25 Sep 2026, 22:56 WIB
Qatar Tolak Tuduhan Netanyahu soal Kampanye Opini Publik di PBB25 Sep 2026, 22:34 WIB
18 Perjalanan KA Bandara YIA Terintegrasi KRL, Bakal Dikembangkan Prameks 25 Sep 2026, 22:29 WIB
Warga AS Keturunan Iran Layangkan Gugatan terhadap Trump25 Sep 2026, 22:07 WIB
Grab Perluas Edukasi Bahasa Isyarat bagi Mitra dan Merchant25 Sep 2026, 21:31 WIB
Presiden Palestina Sebut Israel Ancam Kehidupan Warganya25 Sep 2026, 21:23 WIB
TRAVL Buka Titik Baru di Pusat Bandung, Apa Saja Kelebihannya?25 Sep 2026, 21:18 WIB
Kubu Silmy Karim Minta KPK Patuhi Asas Praduga Tak Bersalah25 Sep 2026, 21:11 WIB
Di UNGA, PM Nepal Sebut Banjir di Negaranya Peringatan bagi Dunia25 Sep 2026, 21:07 WIB
650 Mitra Grab Belajar Bahasa Isyarat, 1.000 Rompi Teman Setara Dibagi25 Sep 2026, 21:02 WIB
Kepala BNPB Minta Maaf Usai Ucap Warga Hidup Normal di Tengah Karhutla25 Sep 2026, 20:47 WIB
BMKG: Asap Karhutla Tak Terdeteksi di Sumut, Termasuk Medan25 Sep 2026, 20:40 WIB
Terpidana Kasus SM Karang Gading Belum Dieksekusi, Alasan Sakit25 Sep 2026, 20:36 WIB