Momen Gibran Salat Jumat di Masjid Istana Wapres saat Isu Mundur Mencuat

Gibran Rakabuming Raka salat Jumat di Masjid Baiturrahman dan duduk di saf kedua tanpa sekat atau tempat khusus.
Khotbah membahas amanah, kompetensi, keikhlasan, kebersihan lingkungan, dan kewajiban melayani masyarakat.
Suasana Istana Wakil Presiden tetap normal, sementara belum ada informasi resmi soal isu Gibran akan mundur.
Jakarta, IDN Times - Matahari menggantung di atas langit Ibu Kota, langkah kaki warga yang sibuk di tengah jeda istirahat perlahan mengarah ke Masjid Baiturrahman di lingkungan Istana Wakil Presiden. Mereka hendak menunaikan salat Jumat.
Tak ada pagar pembatas yang memisahkan warga dari masjid. Tak ada larangan bagi warga sekitar untuk datang dan beribadah di masjid tersebut. Hanya sebuah metal detector yang harus dilewati sebagai bagian dari standar keamanan di lingkungan Istana Wakil Presiden.
Jemaah yang datang pun beragam. Ada aparatur sipil negara (ASN) hingga karyawan perusahaan swasta yang berkantor di sekitar kawasan Istana Wakil Presiden. Mereka datang dengan tujuan yang sama, meninggalkan sejenak kesibukan pekerjaan untuk menunaikan ibadah.
Namun, Jumat (9/10/2026) siang ini terasa sedikit berbeda. Di tengah suasana yang tenang, perhatian publik tertuju pada satu nama, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka yang juga hadir salat Jumat di sana.
1. Gibran duduk di saf kedua tanpa sekat khusus

Suasana Masjid Baiturrahman, lingkungan Istana Wakil Presiden pada Jumat (9/10/2026) siang (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Gibran datang ke Masjid Baiturrahman didampingi dua pengawal. Salah satunya merupakan personel Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Dia juga ditemani Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma'ruf dan Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.
Tak ada pemandangan mencolok ketika Gibran memasuki masjid. Dia datang dengan penampilan sederhana, mengenakan kemeja batik perpaduan warna biru dan cokelat, lengkap dengan sandal. Langkahnya menyatu dengan suasana jemaah yang hendak menunaikan salat Jumat.
Gibran kemudian mengambil tempat di saf kedua, sisi kanan masjid, tak jauh dari pintu. Tidak ada ruangan khusus. Tidak ada sekat yang memisahkannya dari jemaah lain. Tidak pula tampak tempat istimewa yang disiapkan untuknya. Di tengah barisan jemaah, Gibran duduk seperti umat lainnya.
Dia kemudian mengikuti rangkaian ibadah dengan tenang. Saat khotbah berlangsung, Gibran terlihat menyimak dengan khusyuk. Pengawalan tetap ada, tetapi tidak terlihat berlebihan. Dia melebur bersama warga yang kerap salat Jumat di masjid kawasan Istana Wakil Presiden.
Berdasarkan cerita pekerja sekitar, Gibran memang sering mengikuti salat Jumat di masjid itu. Dia berbaur dan rela berdesakan dengan warga.
2. Khotbah tentang amanah dan kompetensi

Suasana Masjid Baiturrahman, lingkungan Istana Wakil Presiden pada Jumat (9/10/2026) siang (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Khotbah Jumat siang di masjid yang terasa sejuk itu berbicara tentang sesuatu yang sederhana, tetapi lekat dengan kehidupan siapa pun yang memikul tanggung jawab amanah.
Khatib mengingatkan pentingnya berlaku adil, menjalankan ibadah, serta melaksanakan setiap tugas dan jabatan dengan penuh amanah. Semua dilakukan sebagai bagian dari menjalankan perintah Allah.
Pesan tentang keikhlasan juga mengemuka. Ibadah dilakukan dengan niat yang benar, sementara pekerjaan dijalankan dengan ikhlas.
Kebersihan lingkungan turut menjadi bagian dari pesan khotbah. Begitu pula kewajiban melayani masyarakat.
Ada satu hal yang juga ditekankan bahwa amanah tidak cukup hanya dengan niat baik. Amanah harus berjalan bersama kompetensi.
Pesan itu mengalir di dalam masjid, didengar oleh seluruh jemaah yang duduk dalam barisan yang sama, termasuk Gibran.
3. Isu Gibran mundur berembus, suasana Istana Wapres tetap normal

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka usai salat Jumat di Masjid Baiturrahman, lingkungan Istana Wakil Presiden, Jakarta (9/10/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Publik di media sosial sebelumnya dihebohkan narasi yang menyebut Gibran akan mundur sebagai Wakil Presiden setelah salat Jumat. Narasi itu bahkan menyebut Gibran telah membereskan barang-barangnya dari kantor di Istana Wakil Presiden.
Isu tersebut kemudian dikaitkan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026.
Dalam putusan tersebut, MK menegaskan tidak menemukan bukti yang dapat menunjukkan Gibran memiliki ijazah SMA sederajat di luar negeri sebagaimana dimaksud dalam norma Pasal 169 huruf r dan Pasal 227 huruf l UU Pemilu.
Namun hingga tulisan ini dimuat, belum ada informasi resmi yang menyatakan Gibran akan mundur dari jabatan Wakil Presiden.
Pantauan IDN Times di lingkungan Istana Wakil Presiden juga menunjukkan suasana yang berjalan normal. Tidak terlihat aktivitas yang mengarah pada pengosongan atau pengeluaran barang-barang milik Gibran dari Istana Wakil Presiden.
Selepas salat Jumat, Gibran meninggalkan Masjid Baiturrahman dengan didampingi Aminuddin Ma'ruf.
Tak ada pernyataan yang disampaikan. Tak ada sepatah kata pun mengenai isu yang sejak pagi beredar luas di ruang digital. Gibran hanya berlalu meninggalkan masjid, sementara suasana kembali seperti semula.
Di dalam Masjid Baiturrahman, saf kembali kosong setelah jemaah beranjak pulang. Suara percakapan perlahan menghilang, berganti dengan hiruk pikuk Ibu Kota. Sementara di luar sana, kabar tentang Gibran masih berputar.
Namun setidaknya, Masjid Baiturrahman jadi saksi bahwa Gibran berada di salah satu barisan saf sebagai salah satu jemaah yang menunaikan salat Jumat.





















