Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Momen Jusuf Kalla Jogging di Hutan DeKalb AS, Tetap Bugar Selama Musim Gugur

3 min read
Momen Jusuf Kalla Jogging di Hutan DeKalb AS, Tetap Bugar Selama Musim Gugur
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf "JK" Kalla ketika jogging pagi bersama para profesor dan mahasiswa program doktoral di Illinois. (Tim media JK)
  • Jusuf Kalla jogging bersama profesor dan mahasiswa doktoral NIU di Hutan Kota DeKalb, AS, untuk menjaga stamina selama rangkaian agenda akademik musim gugur.
  • Setelah berolahraga, JK mengajar di Northern Illinois University mengenai perubahan politik Indonesia, usai sebelumnya membahas kelemahan demokrasi liberal pascareformasi.
  • JK menilai popularitas dan kekuatan finansial kerap mengalahkan kompetensi pemimpin, serta mendorong penghidupan kembali GBHN untuk menjaga kesinambungan perencanaan pembangunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kegiatan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf "JK" Kalla tidak hanya mengajar di ruang kelas saat berada di Illinois, Amerika Serikat. Dia juga menyempatkan jogging di Hutan Kota DeKalb untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Di dalam dokumentasi foto yang diterima, JK terlihat jogging pagi bersama para profesor dan mahasiswa program doktoral.

JK menyusuri hutan kota di belakang Hopkins Park pada Kamis (15/10/2026) waktu setempat. Dikelilingi pepohonan rindang dan hamparan dedaunan musim gugur, JK berjalan bersama para guru besar dan mahasiswa Northern Illinois University (NIU). JK yang terlihat mengenakan jaket warna putih terlihat bugar di dalam suasana santai di luar ruang kelas.

"Ini merupakan cara JK menjaga stamina agar tetap bugar menjalani rangkaian agenda akademik di tengah udara musim gugur yang dingin," demikian isi keterangan tertulis, dikutip Jumat (16/10/2026).

Saat itu, JK juga berinteraksi dengan kalangan akademisi dan mahasiswa dengan suasana yang lebih informal. JK diketahui akan berada di DeKalb pada periode 10 Oktober hingga 21 Oktober 2026.

  1. 1. JK kembali mengajar di kampus dan berikan paparan soal kondisi politik Indonesia

    Jusuf Kalla
    Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf "JK" Kalla ketika jogging pagi bersama para profesor dan mahasiswa program doktoral di Illinois. (Tim media JK)

    Usai berolahraga, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu melanjutkan agenda akademiknya pada siang hari. Dia menyampaikan kuliah seri kedua di ruang kelas utama Altgeld Hall #315, NIU. JK membawakan topik 'Indonesia at a Crossroads: What's Changing in Its Politic and Why.'

    "JK membahas perubahan politik Indonesia serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya," demikian isi keterangan tertulis tersebut.

    Sebelumnya, JK mengangkat materi kuliah sistem demokrasi liberal di Indonesia pascareformasi. Dalam pandangannya, sistem demorkasi liberal di Indonesia memiliki banyak kelemahan.

    Salah satu titik kelemahan yang ditemukan yakni sistem pemilihan saat ini lebih sering mengutamakan popularitas dan kekuatan uang ketimbang kompetensi sang pemimpin. Oleh karena itu, dia kembali menggaungkan wacana pentingnya menghidupkan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai penunjuk arah pembangunan bangsa.

  2. 2. Demokrasi liberal tak sejalan dengan kualitas pemimpin

    -
    Potret Jusuf Kalla di Northern Illinois University (NIU), Amerika Serikat, pada Kamis (15/10/2026). (Dok. Istimewa).

    Mantan wakil Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko "Jokowi" Widodo itu mengakui demokrasi liberal pascareformasi memang sukses membuka akses kompetisi politik menjadi lebih luas dan inklusif.

    Namun, ada yang disayangkan oleh JK hingga saat ini. Sebab, kebebasan tersebut tidak selalu diimbangi dengan lahirnya pemimpin yang memiliki pengalaman dan kapasitas memadai.

    "Dalam proses pemilihan, popularitas dan kemampuan finansial cenderung lebih menentukan dibandingkan kompetensi dan kualitas kepemimpinan," kata JK.

  3. 3. JK singgung perlu kembali hidupkan GBHN sebagai panduan pembangunan

    -
    Potret Jusuf Kalla di Northern Illinois University (NIU), Amerika Serikat, pada Kamis (15/10/2026). (Dok. Istimewa).

    Di forum akademis itu, JK juga menyuarakan urgensi untuk menghidupkan kembali GBHN. Apalagi kini arah pembangunan di Indonesia terlihat tidak menentu.

    Wacana ini bukan bertujuan untuk mengembalikan Indonesia ke era demokrasi terpimpin, melainkan murni demi kepentingan perencanaan nasional.

    Saat ini, ketiadaan haluan negara membuat program pembangunan sering terputus atau berubah total setiap kali terjadi pergantian presiden. Akibatnya, pencapaian dan tujuan jangka panjang dari setiap periode kepemimpinan menjadi tidak terukur secara berkelanjutan.

    "GBHN itu penting agar negara bisa bikin perencanaan jangka panjang atau jangka menengah. Tapi prinsip pokoknya tetap pemilihan langsung, itu hak rakyat dalam demokrasi," ujar tokoh asal Sulawesi Selatan tersebut.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More